Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 19


__ADS_3

" ada apa bar..??" tanya dewo kala masuk ke dalam ruangan bara ketika jam istirahat kantor, yang memang bara memanggil nya untuk datang ke ruangannya.


" gue mau nyuruh lo buat mencari tau siapa keluarga dari resa " ucap bara pada dewo.


" haa jadi selama ini lo belum tau tentang keluarga resa bar.." jawab dewo dengan keterkejutan nya.


bara pun hanya menjawab dengan anggukan santai.


" Lo gila bar, udah merenggut mahkota nya ehh, ternyata lo masih belum tau siapa orang dari gadis yang lo nodai itu.." ujar dewo lagi kala tak mengerti dengan jalan fikiran bara.


" laahh gimana lagi wo, gue ajah baru kenal dia pas nginep di rumah gue karna anak gue yang minta, lah trus beberapa hari setelah gue baru ngenal resa terjadilah kejadian itu, yah mana sempet gue tau siapa keluarga dia.." jawab bara menjelaskan pada dewo.


" yah udah kalo gitu ntar gue cari tau semua tentang keluarga resa " ucap dewo setelah mendengar cerita bara.


" makasih yah wo.." ujar bara kala dewo menerima permintaan nya.


" tapi gue boleh tau gak kalo memang lo sudah mengetahui tentang keluarga resa lo mau apa bar.." tanya dewo pada bara.


bara pun menceritakan semua kejadian kala dia berada di kota Y yang bertemu resa


" jadi maksud mu bar, lo mau kasih tau semua nya pada orang tua resa " ucap bara setelah mendengar cerita dan maksud bara yang ingin mengetahui siapa keluarga resa.


" yah gimana lagi wo, ini mungkin jalan satu satu nya agar resa mau ketemu sama gue, lagian kalo orang tua resa tau kalo gue sudah melakukan itu pada resa kan pastinya kedua orang tuanya meminta agar gue tanggung jawab akan kehamilan dia.." jelas bara akan keputusan nya.


" yah kalo seperti itu gue bisa apa selain ngedukung keputusan lo bar.." jawab dewo yang hanya bisa mengiyakan keputusan bara.


*********


Jam sudah menunjukka pukul 15.30 wib resa yang hanya menghabiskan waktu nya hari ini di rumah merasa bosan karna tidak ada sesuatu yang dapat ia kerjakan.


" Klekkkkk..." pintu rumah resa terbuka dan masuklah devi yang pulang dari kuliah nya, melihat resa yang melamun hingga tak menyadari devi masuk, segera devi menghampiri resa.


" Doooorrr.. ngelamun ajah sih res.." ucap devi yang berniat mengagetkan resa namun yang di kagetkan hanya santai menoleh pada nya.


" iiiihhh kok gak kaget sih res.." ujar devi lagi.


" yah untung aku gak kaget kalo kaget gimana donk sama bayi ku.." jawab resa yang membuat devi tersadar kalo tindakannya bisa membahayakan janin resa.


" oohh ya ampun res, maafin gue yaahhh.." ujar devi yang merasa bersalah akan tindakannya, dan resa membalas ucapan devi dengan anggukan.

__ADS_1


" eehh iya..gimana tadi udah ketemu om bara kan.." tanya devi pada resa.


" om bara udah gak ada di sini dev, dia udah pulang dari semalem.." jawab resa dengan lesu nya.


" haaa kok cepet amet padahal baru kemaren looh kita ketemu sama dia " ucap devi kala mendengar cerita dari resa.


" yah..makanya itu dev, gue jadi sedikit nyesel gak memberi kesempatan pada om bara waktu kemaren.." ujar resa yang memang tidak bisa mengendalikan emosi nya waktu bersama bara.


" naahh kan..kalo orang nya gaada ajah baru nyesel.." jawab devi pada ucapan resa.


" namanya juga kecewa sih dev.." ucap resa lagi.


*******


Di Rumah Dananjaya.


" Tok tok tok..." suara ketukan pintu kamar bara, yang di ketuk oleh dewo.


" Masuk " ucap bara, dewo yang mendapat izin untuk masuk pun langsung membuka pintu kamar bara, lalu menghampiri bara yang sedang duduk di kursi yang tersedia di kamar bara yang luas itu.


" Nih berkas berkas tentang keluarga resa, mungkin setelah membuka itu gue jamin lo bakal sedikit terkejut.." ucap dewo dengan meletakkan berkas berkas yang berisikan tentang keluarga resa.


" jadi resa adalah anak dari tio bramantya.." ucap bara setelah membaca berkas itu.


" yah bar, kamu tau sendiri kan kehebatan dan kekuasaan tio bramantya di dunia bisnis di kota S ini, dan seperti nya kamu harus melewati rintangan yang sangat berat untuk masalah mu yang satu ini.." jawab dewo dengan menjelaskan tentang tio bramantya.


" apa kamu akan mengurung kan niat mu bar, setelah mengetahui siapa orang tua dari wanita yang kamu cintai " ucap dewo lagi kala melihat bara sedikit termenung setelah membaca berkas yang baru saja ia berikan.


" gak wo, gue bakal terus melanjutkan niat gue untuk menghampiri orang tua resa, selain gue juga harus bertanggung jawab akan perbuatan yang gue lakukan, dan satu lagi ada janin yang di kandung resa dan itu adalah anak gue, dan gue siap menerima semua resiko yang bakal gue terima " jawab bara yang memang dia tidak bisa mundur untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang dia lakukan.


" yah gue tau bar, dan kalo itu keputusan mu gue hanya bisa dukung.." jawab dewo pada ucapan bara, yang sebenar nya dewo juga tidak yakin bara akan baik baik saja, sementara tio bramantya bisa saja menghabisi bara karna melakukan hal itu. dan tio bramantya yang juga terkenal kejam pada orang yang mengusik keluarga nya.


" dan lo kapan akan menemui orang tua resa " tanya dewo lagi pada bara.


" besok pagi gue akan kesana, lebih cepat lebih baik kan wo.." jawab bara


dewo mendengar jawaban hanya manggut manggut mengiyakan ucapan bara.


setelah berbincang cukup lama dewo pun pamit untuk kembali ke rumah nya.

__ADS_1


" dimana dea bar, tumben gak keliatan" ucap dewo kala melangkahkan kaki nya menuruni tagga, yang memang sejak dari dia datang dewo tak berjumpa sama sekali dengan resa.


" mungkin udah tidur wo, kecapean kayak nya.." jawab bara yang memang dea merasakan lelah setelah menempuh perjalanan dari kota Y menuju kota S.


" yaudah gue pulang dulu yah bar, besok kalo mau ke rumah orang tua resa hubungin gue yah.." ucap dewo pad bara yang memang akan ikut bara untuk menemui kedua orang tua resa.


" oke..hati hati yah wo.." ujar bara kala dewo akan melajukan mobil nya.


setelah mobil yang di tumpangi dewo menjauh dan mulai menghilang dari pandangan nya, bara pun segera masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.


********


pagi hari pun menjelang, bara pun mengerjapkan mata nya kala suara kokokan ayam terdengar di tengah tidur nya yang nyenyak.


" hoooammm.." uap bara dengan meregangkan otot nya.


setelah merasa kesadaraannya sudah kembali, bara pun segera berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dan menyegarkan badan nya.


setelah selesai mandi dan merapikan penampilan nya yang berpakaian casual bara pun segera keluar kamar dan menuju ruang makan dan sudah ada dea di situ.


" pagi sayang " ucap bara pada dea dengan mengecup kening putri nya itu.


" pagii piiih " jawab dea dengan senyuman nya.


" tumben papih pakek pakaian santai, gak ngantor yah..??" tanya dea kala melihat penampilan sang papih.


" papih gak masuk kantor dulu de, ada urusan sama om dewo.." jawab bara pada pertanyaan anak nya itu dan memilih menyembunyikan apa yang ia rencanakan.


" oooohhh..yaudah yok piih sarapan, dea ada kuliah pagi dan dea berangkat sendiri yah piiih.." ujar dea pada bara dan bara pun menjawab hanya dengan anggukan.


setelah sarapan dan dea berpamitan untuk pergi kuliah, tak lama dari kepergian dea masuklah mobil dewo ke dalam halaman rumah bara.


dewo pun segera keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam rumah bara, dan terlihat bara yang tengah duduk di ruang tamu.


" udah rapi ajah lo bar.." ujar dewo kala melihat penampilan bara yang sepertinya sudah siap untuk berangkat.


" yah harus, kan hari ini gue akan ketemu orang tua resa.." jawab bara dan langsung mempersilahkan dewo masuk ke dalam rumah nya.


Haiiiii readeerrrss jangan lupa untuk selalu dukung novel kuuu, jangan lupa kritik dan sarannya karna itu sangat berarti buat aku, agar bisa menulis dan merangkai cerita yang lebih baik lagiii...terimah kasiiihh love you all😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2