
dewo dan bara pun duduk di kursi yang berada di ruang tamu berbincang sebentar mengenai pekerjaan sebelum keduanya berangkat menuju rumah resa.
ketika kedua nya selesai berbincang bara dan dewo pun memutuskan untuk segera berangkat ke rumah resa.
tak butuh waktu lama untuk bara sampai di rumah resa, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit.
" maaf kalau boleh tau, anda siapa yah tuan, dan mau ketemu dengan siapa .." ucap pak bagus mempertanyakan terlebih dahulu kedatangan bara, sebelum pak bagus mempersilahkan masuk.
" saya bara, niat saya mau ketemu tuan tio bramantyo pak.." jawab bara pada pertanyaan pak bagus.
" oh yah silahkan kebetulan tuan tio berada di rumah " ujar pak bagus mempersilahkan mobil bara untuk masuk ke halaman rumah resa.
Setelah bara memarkirkan mobilnya, segera kedua pria itu menuju pintu rumah resa lalu memencet tombol bel di rumah itu, tak lama kemudian terbuka lah pintu rumah.
" maaf mau carai siapa tuan " tanya bi mina setelah membuka pintu dan terlihat dua pria tampan dan gagah.
" saya kesini mau menemui tuan tio bramantya bi " jawab bara dengan menyebutkan maksud nya datang ke rumah itu.
" ohh yah tuan silahkan masuk " ujar bi mina mempersilah kan bara dan dewo untuk masuk.
" bentar yah tuan saya panggil tuan tio dulu, sekalian tak bikinin minum " ujar bi sumi setekah tamu tuan nya itu duduk di kursi tamu.
" baik bi, makasiiihh " jawab bara dengan tersenyum
setelah itu bi sumi langsung menuju ruangan tio yang kebetulan venya juga ada di dalam.
" Tok, Tok, Tok " suara pintu yang di ketuk oleh bi mina,
" Masuk " ucap tio dari dalam
mendapat izin untuk masuk ke dalam segera bi mina masuk dan menyampaikan maksud nya.
" Ada apa bi..??" tanya tio yang ternyata bi mina lah yang masuk.
" itu tuan ada tamu yang nyari tuan tio " ucap bi mina pada tio.
" oohh yah bi, sebentar lagi saya akan ke ruang tamu, dan bi jangan lupa buatin minum " jawab tio.
__ADS_1
" baik tuan, saya permisi dulu.." jawab bi mina untuk undur diri.
" papa ada janjian yah sama temen " tanya venya pada suami nya setelah menyimak percakapan suaminya dan bi mina.
" gak mah, perasaan papa gak ada janji sama siapa siapa " jawab bara yang memang jadwal hari ini ia kosongkan.
" yah udah pah, yuk kesana ntar takut nya tamu papah kelamaan nunggu kita " ajak venya untuk segera ke ruang tamu, tio pun menyetujui ajakan venya dan keduanya pun berlalu menuju ruang tamu.
*******
bara dan dewo pun langsung berdiri kala melihat tio dan venya datang menghampiri keduanya.
saat venya lebih dekat ke arah bara, venya pun langsung mengetahui siapa yang datang ke rumah nya.
ketika venya dan tio sudah berada di dekatnya bara dan dewo segera menyalami pasangan itu.
" silahkan duduk.." ujar venya mempersilahkan tamu nya untuk duduk.
" anda bukannya orang tua dea yah teman resa.." ujar venya lagi yang di tujukan pada bara.
" bener bu.." jawab bara.
" permisi tuan, ini minumannya " ujar bi mina sambil meletakkan empat gelas minuman di atas meja.
" terimah kasih bi.." ucap venya pada bi sumi, setelah itu segera bi sumi pamit untuk kembali ke dapur.
" maaf pak tio, sebelum itu perkenalkan saya bara pratama dananjaya ayah dari teman putri anda dan ini dewo prasodjo sekretaris saya.." ujar bara memperkenalkan diri pada tio.
" dan kenalkan saya tio bramantya, apakah tujuan anda untuk bertemu dengan saya.." jawab tio memperkenalkan diri dan memberi pertanyaan pada bara tentang kedatangan bara ke rumah nya.
" sebenar nya saya kesini untuk berbicara sesuatu dengan pak tio dan ini berhubungan tentang putri bapak.." ujar bara lagi dan ucapan bara mampu menarik perhatian tio.
" apa ada masalah dengan putri saya, dan apa hubungannya dengan anda.." jawab tio yang sedikit penasaran dengan apa yang di ucapkan bara.
dengan tarik nafas dan menghembuskan nya secara pelan pelan bara pun mulai menceritakan semua yang terjadi pada dirinya dan resa tanpa ada yang terlewati tio dan venya pun mendengarkan dengan seksama sehingga pada cerita yang sensitif venya sedikit kaget dan tio yang sudah di penuhi emosi kepada bara, dan itu membuat emosi tio meluap dan melayangkan bogeman keras ke wajah bara.
" BUGH, BUGH, BUGH.." bogeman keras dari tio yang di layangkan pada bara terus menerus sampai bara babak belur.
__ADS_1
" paaaahhh udah paaah..." teriak venya kala melihat sang suami memukuli bara yang seakan akan ingin membunuh nya saat ini juga, dan di situ bara hanya diam tanpa perlawanan karna memang dia yang bersedia menerima apapun resiko nya kala ia harus jujur pada tio.
" BRAAAKKK " suara meja yang di tabrak keras oleh dewo akibat dorongan dari tio karna dewo yang ingin memisahkan tio dari bara yang sudah berlumuran darah
" pak baguuus, pak tolong pak.." teriak venya memanggil pak bagus untuk meminta bantuan.
dan pak bagus yang mendengar teriakan dari majikannya pun langsung berlari menghampiri venya.
dan saat pak bagus sudah sampai di ruang tamu, pak bagus di kejutkan oleh salah satu tamu majikannya yang sudah babak belur dengan tio yang di peluk erat oleh venya agar berhenti memukuli bara.
" pak bagus jangan bengong ajah cepet tolongin..." ujar venya kala melihat pak bagus hanya melongo akibat terkejut.
mendengar teriakan dari venya, pak bagus langsung membopong bara dengan bantuan dewo dan langsung membawa bara ke rumah sakit.
melihat keadaan yang mulai tenang dan bara yang sudah di bawa untuk mendapatkan pertolongan, venya pun menuntun tio agar duduk di sofa yang tersedia di ruang tamu.
" paaahhh, kendaliin emosi papah.." ucap venya pada tio.
" gimana papah mau gak emosi mah, dia udah melakukan hal yang memalukan pada anak kita dan apa katanya tadi resa hamil anak nya maah.." jawab tio dengan emosi nya yang masih menguasai dirinya.
" tapi pah, gak seharus nya papah memukul dia sekeras itu bagaimanapun juga dia ayah dari anak yang resa kandung pah.." ucap venya pada tio yang tidak pernah bisa mengendalikan amarah nya.
dan tio pun hanya diam kala sang istri mulai menceramahi nya.
*********
Di rumah sakit, bara yang kini sedang di tangani oleh dokter membuat pak bagus dan dewo menunggu untuk mengetahui keadaan bara saat ini, waktu sudah berlalu cukup lama sampai ruangan tempat bara di tangani pintu nya terbuka dan menampilkan sosok pria paruh baya yang masih gagah dengan jas putih nya.
dewo yang melihat dokter yang menangani bara keluar segera menghampiri dokter itu dan langsung menanyakan kondisi bara.
" gimana kondisi teman saya dok.." tanya dewo kala sudah berdiri di hadapan dokter rivan.
" kondisi pasien sekarang masih dalam keadaan belum sadarkan diri pak, karna luka yang di alami pasien cukup parah, dan memerlukan perawatan lebih lanjut lagi.." ujar dokter rivan menjelaskan keadaan bara.
" baik dok, tolong lakukan yang terbaik buat teman saya dok, dan apakah saya boleh melihat teman saya di dalam.." jawab dewo setelah mendengar penjelasan dari dokter rivan.
" pasti saya akan melakukan yang terbaik, dan untuk saat ini pasien masih belum bisa di jenguk nanti kalau sudah di pindah di kamar perawatan bapak bisa menjenguk nya" jelas dokter rivan pada dewo dan setelah itu dokter rivan pun pamit untuk kembali melakukan tugas nya.
__ADS_1
Haiiiii reaadeeeerrrss happy readingg..semoga selalu suka di setiap episode nya dan jangan lupa selalu kasih dukungan untuk author...love you allππ