
" apa saya tidak salah dengar dengan ucapan mu itu..." ujar tio menanggapi keputusan dito.
" tidak om.. saya sudah memikirkan keputusan ini dengan matang.." jawab dito.
tio yang mendengar jawaban dari dito sebenar nya sedikit geram akan keputusan dito yang langsung membatalkan tunangan begitua saja yang akan di laksanakan dalam waktu dekat.
" apa saya boleh mengetahui alasan mu ingin membatalkan pertunangan ini.." tanya tio yang masih mencoba untuk mempertahankan tunangan dito dan resa.
" saya mempunyai alasan tersendiri yang tidak akan saya jelaskan pada orang lain termasuk kepada om tio, dan saya mohon untuk om tio menghargai apa yang sudah menjadi keputusan saya.." jawab dito yang tidak memberitahukan alasannya, karna dito pun takut jika memberitahukan alasannya membatalkan pertunangannya dengan resa, tio malah semakin benci kepada bara.
mendengar jawaban dari dito, tio pun berusaha untuk tidak tersulut emosi dan mencoba untuk memahami keputusan dito, karna tio pun sadar wajar saja jika dito membatalkan pertunangan yang belum terlaksana itu, karna dari pihak resa pun bisa menjadi alasan yang kuat untuk dito membatalkan pertunangan itu.
" baiklah jika begitu, om menerima semua apa yang kamu putuskan.." jawab tio yang sudah pasrah akan keputusan dari dito.
" terimah kasih om tio..kalau begitu saya pamit untuk pulang..." ucap dito dan orang yang berada di ruangan itupun langsung berdiri.
" tante...saya pamit dulu.." ucap dito berpamitan pada venya dan tak lupa mencium punggung tangan venya.
" yah nak dito.." jawab venya dengan anggukan.
" ress..gue balik dulu yah.." pamit dito yang kali ini pada resa..
" iya dit.." jawab resa..
setelah berpamitan pada semua nya dito pun langsung keluar dari rumah resa dan segera meninggalkan rumah besar itu.
" Mah..pahh... resa ke atas dulu.." pamit resa.
" iyah sayang.. kamu istirahat yah.." jawab venya.
setelah itu segera resa melangkahkan kakinya menuju lantai dua, sesampainya di lantai dua resa pun langsung meraih benda pipi berbentuk kotak itu dan langsung menghubungi seseorang.
setelah sambungan telfon itu terhubung.
" halo dit.." ucap resa pada orang yang ia hubungi yaitu dito orang yang baru saja keluar dari rumah nya.
" iyah resa..ada apa..??" jawab dito sambil mengemudikan mobil nya.
" gue mau menanyakan sesuatu sama lo dit.." ucap resa.
__ADS_1
" gue lagi nyetir res, ntar ajah yaahh kalau gue sampe rumah ntar gue telfon lagi.." jawab dito yang sudah menebak apa yang akan resa tanyakan pada nya.
" oohh iyah dit, maaf yah jadi ganggu kamu nyetir.." jawab resa yang merasa tidak enak pada dito.
" iyah gapapa.." jawab dito dan sesaat kemudian panggilan itu pun terputus.
setelah panggilan dari dito terputus, resa pun berniat untuk menghubungi bara sambil menunggu telfon dari dito.
" apa gue telfon mas bara ajah yah..." ucap resa pada dirinya sendiri, setelah beberapa saat berfikir akhir nya resa memutuskan untuk menelfon bara.
" halo sayang.." ucap seorang pria dari sebrang, setelah panggilan yang resa lakukan terhubung pada bara.
" halo mas.. lagi ngapain.." jawab resa dan memulai percakapan.
" gak lagi ngapa ngapain..kamu belum tidur sayang.." ujar bara menjawab ucapan resa.
" belom mas, soalnya resa mau ngasih tau kabar bahagia.." ucap resa, dan membuat bara yang mendengarkan ucapan resa langsung menaikkan alis nya spontan.
" kabar bahagia.." jawab bara mengulang ucapan resa.
" iyah mas..tadi dito itu ke rumah mas, lah ternyata kedatangan dia kesini itu untuk membatalkan pertunangan aku dan dia" ucap resa menjelaskan pada bara, dengan perasaan yang bahagia.
bara yang mendengar penjelasan dari resa pun langsung tersenyum.
" halo mas, mas gak ketiduran kan " ucap resa kala bara hanya terdiam setelah mendengar penjelasan dari nya.
mendengar ucapan dari resa, membuat bara langsung tersadar dari lamunan nya.
" eeh nggak sayang.." jawab bara.
" laah kenapa kok diam ajah, mas ngantuk yah.." ujar resa.
" nggak sayang, tadi cuman sedikit ngelamun karna penjelasan kamu tentang dito yang membatalkan pertunangan kamu dan dia.." jawab bara yang sebenar nya sudah tau alasan dito membatalkan tunangannya dengan resa karna bara lah yang menjadi alasan.
" ooooh..tapi yah juga sih mas.. dito pun gak memberitahukan juga sama kita semua, kenapa dia membatalkan pertunangan nya dengan aku, jadi aku juga heran mas.." ucap resa yang penasaran akan alasan dito.
" ya udah gak usah kamu fikirin yang penting sekarang mas akan lebih muda untuk meluluhkan hati papah mu.." jawab bara.
" oohh yah sayang besok kan jadwal kamu periksa kandungan, mas temenin yah.." ucap bara.
__ADS_1
" boleh mas, besok resa ke rumah mas yah..sekalian mau ketemu dea.." jawab resa.
" iyah mas tunggu, maaf masih belum bisa jemput kamu sayang.." ujar bara.
dan keduanya pun terus saling berbincang hingga jam menunjukkan hari sudah tengah malam.
" mas resa ngantuk.." ucap resa kala rasa kantuk yang sudah menghinggapi mat nya.
" ya udah sayang..kalau gitu mas matiin yah..dan selamat istirahat.." jawab bara dan panggilan itupun segera terputus.
setelah panggilan dari bara terputus resa pun langsung menaruh ponsel milik nya di atas nakan tanpa mengecek panggilan tidak terjawab dari dito.
**********
Jam menunjukkan pukul 06.00 wib, dan sepagi itu sudah terlihat penampilan resa yang rapi dan wangi aroma khas parfum yang biasa ia kenakan.
" mau kemana pagi - pagi. " ucap venya setelah keluar dari dapur dan melihat anak nya yang seperti nya akan keluar rumah.
" resa mau periksa kandungan maah.." jawab resa dan membuat venya memicingkan mata nya.
" masih pagi gini mau periksa kandungan emang udah buka.." tanya venya yang heran dengan ucapan sang anak.
" belum sih mah..resa pergi pagi pagi gini mau ke rumah mas bara dulu, karna resa mau di anterin sama mas bara.." jawab resa jujur pada venya, yang memang ia niatkan berangkat pagi pagi karna ia ingin memasak sekalian di sana.
" ooohh ya udah hati hati " jawab venya yang mengizinkan anak nya.
setelah percakapan dengan venya dan berpamitan pada sang mamah resa pun segera melajukan mobil nya ke rumah kekasih nya itu.
sesampainya di rumah bara, resa pun langsung masuk ke dalam rumah itu dan pelayan yang melihat kedatangan resa pun menyapa nya dengan sopan dengan bi sumi yang menyambut nya dengan hangat.
" mas baraaa.. " ucap resa setelah masuk ke dalam kamar bara, dan melihat ayah dari anak nya itu masih tertidur.
" maasss..bangunn.." ujar resa lagi, dan suara yang tak asing yang terdengar di telinga bara, membuat bara langsung membuka matanya.
" sayangg..udah dateng.." ucap bara ketika melihat kedatangan resa.
" udah mas. " jawab resa dan membaringkan tubuh nya di samping bara.
posisi yang begitu dekat memudahkan bara untuk mengelus perut resa, dan di saat ke asikan bara mengelus perut resa tiba tiba ada sebuah tendangan kecil dari dalam perut resa, dan itu membuat resa dan bara seketika terkejut.
__ADS_1
" dia nendang sayang.." ucap bara kala merasakan tendangan yang masih belum terlalu kuat itu..
happy readingg readeerrs...makasiiih yang selalu setia menunggu di setiap episode nya dan maaf yah jika author telat lagi up nya..love you all..😍😍😍