Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 15


__ADS_3

" Maksud kamu apa dev..??" tanya dea kala mendengar ucapan devi pada resa.


" ntar aku jelasin yah de, nanti kita ketemuan di sini lagi besok pagi, aku mau nyamperin resa dulu.." jawa devi dan terburu buru mengejar resa yang akan naik ke dalam taxi yang sudah resa hentikan.


dan devi pun segera masuk kedalam taxi yang sudah ada resa di dalam nya.


bara pun hanya mampu melihat kepergian mobil yang di tumpangi resa dengan diam.


" Piiiiihh.. papih dengar kan apa yang tadi di ucap kan teman resa itu..?? " tanya dea pada sang papih dan bara pun hanya mampu mengangguk.


" berarti di dalam perut resa ada adek nya dea donk piiiihh..." ujar resa lagi, dan hanya mendapat jawaban anggukan lagi dari bara.


" papih kok malah ngangguk ajah sih piiih, usaha donk piihh biar resa bisa maafin papih dan kita bisa merawat adek dea bersama sama " ujar dea lagi yang sedikit geram akan sikap papi nya.


melihat dea yang sangat heboh bara pun segera menjelaskan apa yang ia akan lakukan agar dea bisa sedikit tenang ketika sudah mendengarkan penjelasan dari nya.


" Deaa..lihat papi..!!" ucap bara pada dea dengan tangannya yang memegang kedua bahu putrinya agar dea bisa fokus mendengarkan apa yang akan ia jelas kan.


" iyah piiiih.." jawab de dan menatap mata bara dengan lekat.


" dea tenang dulu yah.. papih pasti akan membawa resa dan bayi nya untuk bersama kita, tapi tidak dengan cara yang terburu buru sayang, karna resa pun juga butuh waktu untuk menerima semua nya.." jelas bara memberi pengertian pada dea.


mendengar penjelasan dari bara dan membuat diri nya mengerti dea pun membalas anggukan pada ucapan bara.


setelah merasa anaknya sudah mulai tenang, bara pun mengajak dea untuk menuju mobil nya dan balik ke hotel tempat ia dan dea menginap.


******


" res..." panggil devi kala melihat resa yang hanya terbengong.


" yah dev.." jawab resa.


" itu om bara yang lo maksud yah..??" tanya devi, dan mendapat jawaban anggukan singkat saja.

__ADS_1


" Ress..orang nya udah ada di depan mata lo..kenapa kamu malah menghindar sih res, kenapa gak ..." ujar devi namun belum selesai devi berucap resa langsung memotong ucapan devi.


"aku masih belum siap dev, aku masih belum bisa hiks..hiks.." jawab resa dan langsung terisak membuat devi langsung memeluk resa.


" maafin aku res..." ucap devi merasa bersalah, kala memaksakan resa untuk segera kembali pada bara, karna devi yang sebenar nya juga tak tega melihat resa yang di masa masa kehamilan nya tanpa di dampingi seorang suami.


*******


Setelah bara menenangkan dirinya dan juga dea yang sudah mulai menegrti bara bergegas kembali ke hotel yang ia tempati bersama dea.


sesampai nya di hotel, bara segera menyuruh dea untuk segera masuk ke dalam kamar milik nya begitu pun dengan bara yang langsung masuk ke dalam kamar nya.


" sebegitu benci nya kamu ke aku res, sampai sampai di dalam rahim mu sudah tumbuh janin, kamu pun gak pernah meminta pertanggung jawaban apapun padaku.." ujar bara yang frustasi akan sikap resa.


bara pun mulai berpikir bagaimana cara nya untuk dia bisa berbicara empat mata dengan resa, walau bagaimanapun ia juga ingin menemani masa masa kehamilan resa.


dan kesempatan yang bisa ia gunakan agar resa mau berbicara dengan dia, adalah menemui teman resa besok pagi dan bara akan meminta batuan pada devi.


di lain ruangan yang tak lain kamar resa, yah setelah resa kembali ke rumah dia langsung berlari menuju kamar miliknya menyembunyikan tubuh nya di balik selimut dan seketika ia pun langsung menangis terisak, bagaimana resa tidak menangis kala ia dalam satu bulan ini berusaha mati matian agar bisa melupakan bara dan di saat ia mulai pelan pelan sudah melupakan bayangan bara tiba tiba saja laki laki itu datang di hadapannya, yang semula hatinya mulai tertata kini berantakan kembali, kala mengingat laki laki yang ia cintai melakukan hal yang sangat membuat diri nya kecewa dan tak di pungkiri di balik tangisan resa juga ada perasaan rindu pada bara namun semuanya tertutupi oleh ke kecewaannya yang begitu besar pada bara, melihat sahabat nya yang menangis dan devi pun tidak tau apa penyebab dari tangisan sahabatnya itu dan yang dapat ia lakukan saat ini hanya menenangkan resa.


" Udah donk ress.. jangan nangis terus kasian tuh yang ada di dalam rahim kamu.." ujar devi agar sahabat nya itu tenang.


mendengar ucapan devi yang mengarah pada janin nya resa pun mulai menghentikan tangisannya.


melihat sahabat nya sudah tenang devi pun mengajak resa untuk makan.


" makan yuk tadi kan cuman makan dikit di restoran.." ajak devi pada resa


" emang bibi masak..??" jawab resa yang memang terbiasa masak sendiri.


" iya bibi masak kok res..karna semenjak kamu hamil kan suka cari makanan tengah malem mungkin bibi tau kalau kamu sering kelaperan tengah malem jadi dia kalau jam segini masak.." ujar devi membalas ucapan resa, yah memang pelayan di rumah itu sengaja memasak, karna melihat perubahan resa yang tiba tiba sering laper di tengah malem.


" Ooooh gitu... ya udah ayok makan mandi nya ntar ajah setelah makan..!!" jawab resa lalu berlalu meninggalkan devi menuju ruang makan.

__ADS_1


" iiisshhh kebiasaan sih resa, pas lagi hamil gini rada nyebelin kadang langsung nangis, tiba tiba seneng trus nangis lagi,laah ini mau ngajak makan tapi pergi duluan " gerutu devi pada sikap resa yang memang sensitif semenjak kehamilannya.


******


Keesokan pagi jam 07.10 wib, dan sudah terlihat penampilan devi yang sudah rapi.


" mau kemana dev, pagi pagi udah rapi ajah..!!" tanya resa pada devi yang seperti nya akan keluar rumah.


" Mau ketemuan sama temen sini, aku tinggal dulu yah res, gak lama kok.." jawab devi yang memang dia akan menepati janji nya pada dea tanpa sepengetahuan resa.


" ntar kalo pingin apa apa langsung wa aku ajah yah res.." ucap devi lagi.


" oke dev..hati hati yah.." jawab resa pada devi.


setelah percakapan nya dengan resa usai, devi pun segera berangkat menggunakan mobil resa menuju tempat yang akan ia tuju.


melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar devi lekas sampai di tempat tujuan nya, dan berkat dari kecepatan ia mengendarai mobil tak butuh waktu lama devi pun akhir nya sampai di restoran yang kemaren ia kunjungi bersama resa.


setelah memarkirkan mobil nya devi memasuki restoran itu, mengarahkan pandangan nya kesana kemari hingga pandangan nya terhenti pada gadis cantik yaitu dea yang ternyata di temani oleh bara, setelah menemukan seseorang yang ia ingin temui devi pun segera menuju tempat duduk resa dan bara.


" halo dea, halo om, maaf yah udah nunggu lama.." ucap devi kepada bara dan dea dengan tak lupa ia mengulurkan tangannya yang di terima oleh bara dan dea secara bergantian.


" iyah gapapa kok dev, lagian aku sama papih baru nyampe juga.." jawab resa pada ucapa devi.


" apakah kamu sudah berteman lama dengan resa.." tanya bara to the point pada devi.


" tidak juga om, karna saya kenal dengan resa ketika resa baru pertama kali ngampus yang kebetulan sekelas dengan saya.." jelas devi pada bara.


" apakah benar resa sedang mengandung, seperti apa yang kamu ucapkan kemarin.." tanya bara lagi meminta penjelasan pada devi dengan sifat dinginnya yang mulai mendominasi.


mendengar pertanyaan dari bara, devi hanya mengangguk tanda mengiyakan apa yang di ucapkan oleh bara.


Haiiiiiii.....readerrrrs semoga selalu suka pada setiap episode nya, jangan lupa tinggalkan komen kalian dan kritik dan sarannya agar author bisa menulis novel dengan lebih baik lagiii...terimah kasihhh love you all..😍

__ADS_1


__ADS_2