
tanpa memperdulikan kondisi nya yang kini tengah berbadan dua, resa melajukan mobil milik nya dengan kecepatan tinggi hingga membuat dia tidak butuh waktu lama untuk sampai di rumah sakit tempat di mana bara di rawat.
setelah memarkirkan mobil milik nya resa pun segera melangkah kan kaki nya menuju tempat resepsionis di rumah sakit itu.
" ada yang bisa saya bantu mbak..??" tanya wanita yang tengah bertugas di situ.
" di mana kamar pasien yang bernama bara pratama dananjaya.." jawab resa dengan menyebutkan nama bara.
mendengar ucapan dari resa, wanita yang di tugaskan menjadi resepsioni itu pun langsung membuka lembaran daftar pasien.
" ruangan pasien yang bernama bara pratama dananjaya berada di kamar mawar di lantai dua mbak, baru saja pindah dari ugd.." ujar wanita itu dengan menyebutkan kamar yang kini di tempati bara.
" makasiiihhh sus.." ucap resa berterimah kasih lalu melangkahkan kaki nya menuju kamar di mana bara di rawat.
setelah beberapa saat resa melangkahkan kaki nya dengan cepat namun tetap hati hati karna perut nya yang sudah semakin membesar di setiap minggunya, akhirnya resa pun sampai di depan kamar rawat bara.
dan ketika resa akan masuk ke dalam kamar rawat bara tiba tiba seorang dokter laki laki dengan suster di samping nya keluar dari kamar rawat bara dan resa pun tidak ingin membuang kesempatan untuk bertanya pada dokter laki laki itu tentang keadaan bara saat ini.
" dok.. gimana dengan kondisi pasien dok..??" tanya resa pada dokter laki laki itu.
" apa mbak keluarga dari pasien.." dokter laki laki itu berbalik bertanya pada resa.
" iyah dok.. saya keluarga dari pasien " jawab resa untuk pertanyaan dokter itu.
" baik kalau begitu, mari ikut saya ke ruangan saya.." ajak dokter itu pada resa.
resa yang mendengar ajakan dokter itu pun langsung mengikuti langkah dokter laki laki itu menuju ruangannya.
" kondisi pasien saat ini masih belum stabil, tapi tidak perlu di khawatirkan karna kondisi pasien akan segera stabil dengan berjalan nya perawatan yang akan kami lakukan sebaik mungkin, dan pasien mengalami luka luar yang parah namun syukur nya tidak ada organ dalam yang terluka, jadi kita tinggal menunggu pasien siuman..." jelas dokter itu seelah kedua nya masuk dan duduk berhadapan yang terhalangi oleh meja.
mendengar penuturan dari dokter yang menjelaskan kondisi bara yang tidak terlalu mengkhawatirkan membuat resa sedikit bernafas lega.
selesai mendengarkan keterangan dokter, resa pun segera keluar dari ruangan itu dan segere menuju kamar rawat bara.
sesampainya resa di kamar bara, resa mendudukkan dirinya di kursi sebelah ranjang bara.
__ADS_1
ini kedua kalinya resa melihat bara terluka parah seperti ini, dan itu membuat resa menitikan air matanya karna merasa tidak tega kala melihat bara terbaring lemah di atas brankar rumah sakit.
di tengah kesedihannya resa tiba tiba teringat jika dea masih belum tau apa yang terjadi pada bara dan saat itu resa pun langsung menelvon dea.
" halo de, masih ada di kampus kamu..??" tanya resa kala panggilan telvon itu terhubung pada dea.
" iya res.. ini masih di kampus emang ada apa..??" jawab dea dari sebrang sana.
" kamu bisa gak sekarang menuju rumah sakit M.." ucap resa dan membuat dea yang mendengar ucapan resa terkejut.
" rumah sakit res.. lo sakit.." jawab dea khawatir.
" enggak gue baik baik ajah kok, tapi sekarang lo kesini yah langsung ke lantai dua kamar mawar..." ucap resa tanpa menjawab pasti pertanyaan dari dea, karna resa tidak mau dea khawatir di jalan jika dia tau papih nya sedang di rawat.
" oke oke res, gue otw kesana.." jawab dea dan langsung memutuskan panggilan telvon itu dan segera menuju rumah sakit yang tadi di sebutkan oleh resa.
********
" gimana kalian udah berhasil kan bikin bara kecelakaan " ucap citra yang kini tengah melakukan panggilan pada orang suruhan nya untuk mencelakai bara.
" baguuuus, saya sudah tranfer bayaran kalian.." ucap citra lalu segera memutuskan panggilan telvon itu.
citra yang mendapatkan kabar jika rencananya untuk membuat bara celaka berhasil membuat dia tersenyum puas.
*******
setelah menempuh perjalanan beberapa puluh menit, akhir nya dea pun sampai di rumah sakit yang resa maksud.
tidak menunggu waktu lama dan rasa penasarannya yang sudah semakin membesar membuat dea langsung menuju lantai dua dan menuju kamar rawat yang di maksud resa.
" papiiiiih.." ucap dea kala membuka pintu kamar rawat itu dan melihat resa duduk di samping brankar tempat bara berbaring lemah saat ini.
" Dea kamu udah dateng.." ucap resa kala melihat dea yang langsung masuk ke kamar rawat bara.
" res.. papihh kenapa.." tanya dea yang sangat mengkhawatirkan keadaan papih nya.
__ADS_1
" mas bara kecelakaan de, dan aku tadi tiba tiba di hubungi oleh pihak rumah sakit jika mas bara kecelakaan.." jelas resa pada dea.
" tapi kamu tenang ajah yah de, dokter tadi menjelaskan jika mas bara terluka parah nya di bagian luar saja dea, karna syukur nya tidak ada luka di bagian dalam de.. " jelas resa lagi untuk mengurangi rasa khawatir dea pada bara.
dan saat kedua nya tengah membahas kecelakaan yang di alami bara, sesaat mata bara mulai terbuka sedikit demit sedikit hingga terbuka sempurna.
" sayang.." panggil bara pada kedua wanita di hadapannya dengan suara lemah nya.
" papiiihhh "
" mas bara.."
ucap dea dan resa bebarengan dan melihat laki laki yang mereka sayangi sudah siuman, dea pun langsung keluar untuk memanggil dokter agar memeriksa keadaan bara.
" gimana dok dengan keadaan nya.." tanya resa pada dokter laki laki itu, setelah dokter laki laki itu selesai memeriksa bara.
" syukur keadaan pasien sudah semakin membaik dan stabil, pasien hanya masih lemas karna baru saja sadar..." jelas dokter itu menjawab pertanyaan dari resa.
dea dan resa yang mendengar penjelasan dari dokter itu pun merasa sangat lega, setelah merasa tugas nya memeriksa bara usai dokter itu pun langsung pamit untuk keluar dan melanjutkan pekerjaannya.
" mas mau minum..??" tawar resa pada bara dan di angguki oleh bara, dan resa pun langsung mengambilkan segelas air putih yang tersedia di situ dan resa bantu bara untuk meminum nya.
" kalian kok nangis.." ucap bara ketika dia menyadari kedua wanita di hadapannya mata nya sama sama sembab.
" namanya juga khawatir sama papih.." ucap dea menimpali ucapan bara yang sedikit membuat kesal.
" oohh yah mas, kamu kok bisa sih sampai kecelakaan seperti ini.." tanya resa yang ingin mengetahui sebab bara kecelakaan.
mendengar pertanyaan dari kekasih nya, bara pun mulai teringat akan kejadian sebelum ia kecelakaan dan sebab ia mengalami kecelakaan.
" kayak nya ada yang memutus rem mobil milik mas sayang.." jawab bara karna memang saat itu rem nya tidak berfungsi.
mendengar penuturan dari bara membuat dea dan resa terkejut.
happy readiiingg readerrs..semoga selalu suka di setiap episode nya jangan sungkan sungkan buat beri author kritik dan saran, karna itu sangat berarti buat author agar author bisa membuat karya yang lebih baik lagi, terimah kasih untuk dukungan kalian, author sayang kalian love you all..😍😍
__ADS_1