Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 47


__ADS_3

" ya ampun sayang kamu berdarah.." ujar bara dengan terkejut, dan di tengah keterkejutannya bara pun segera sadar dan segera memakaikan baju untuk resa lalu menggotong tubuh sintal itu menuju mobil milik nya.


"tiiiiinnn...tiinnnnn..." suara klakson mobil bara membuat pak bagus seketika terbangun dari tidur nya dan segera membukakan pintu gerbang untuk bara keluar dan melajukan mobil nya tanpa berterimah kasih terlebih dahulu pada pak bagus.


" tuan ada apa yaah.. kok kayak buru buru gitu.." ucap pak bagus dengan memandang mobil bara yang melaju dengan cepat.


********


" mass.. sakiitttt..." keluh resa dengan meremas benda yang dapat ia jangkau, dengan wajah yang mulai pucat dan darah yang terus mengalir.


" kamu tahan dulu yah sayang, sebentar lagi kita sampai.." ucap bara dengan terus fokus dengan jalan di depan nya.


setelah sekitar 15 menit, sampai lah mobil milik bara di rumah sakit dan tanpa berpikir panjang bara langsung mengangkat tubuh resa yang mulai melemas itu dan segera ia bawa masuk ke dalam rumah sakit.


" susterr tolongg suus.." ucap bara dengan panik kala merasa resa yang semakin melemah.


beberapa suster yang mendengar teriakan dari bara pun segera mengahmpiri bara dengan tidak lupa mendorong brankar menuju dimana bara tengah menggendong resa dengan baju yang sudah berlumuran darah.


setelah bara membaringkan tubuh resa di atas brankar segera ketiga suster itu mendorong nya ke ruangan ugd dengan di ikuti oleh bara.


" ya tuhan.. ini semua salah ku.." ucap bara dengan mengusap wajah nya frustasi karna ia merasa bersalah, ketika ia duduk di kursi yang di siap kan di depan ruangan ugd tersebut, karna bara yang tidak di perbolehkan masuk ke ruangan itu.


setelah bara menunggu waktu yang cukup lama karna ia menunggu pemeriksaan resa dengan perasaan yang gelisah, akhir nya pintu ruangan ugd itu pun terbuka dengan menampilkan dokter yang menangani resa.


" bagaimana dok dengan keadaan istri dan calon anak saya..??" tanya bara yang langsung berdiri dari duduk nya, dengan bara yang sengaja mengatakan jika resa istri nya, karna bara tidak menginginkan dokter itu bingung jika bara menyebutkan kata calon istri.


" sebaik nya bapak ikut saya ke ruangan saya.." ucap dokter itu mengajak bara untuk ke rungan nya, tanpa menjawab pertanyaan bara terlebih dahulu.


bara yang mendengar ucapan dokter itu pun langsung saja mengikuti langkah dokter itu hingga masuk ke dalam ruangan dokter itu.

__ADS_1


" Kondisi bu resa sekarang sangat lemah dan kita harus mengambil tindakan operasi untuk menyelamatkan keduanya.." jelas dokter laki laki itu.


" oop - operasi dok, operasi untuk apa..??" tanya bara menjawab ucapan dokter laki laki itu, yang masih belum mengerti melakukan operasi untuk apa sedangkan usia kandungan resa masih jalan menuju 6 bulan yang artinya masih terlalu sangat dini jika untuk di lahirkan.


" operasi untuk segera melahirkan calon anak bapak, karna tidak mungkin kita masih mempertahankan janin nya masih dalam kandungan karna selain bu resa mengalami pendarahan hebat ternyata ketuban bu resa sudah pecah pak.. dan saya butuh persetujuan bapak dan tanda tangan bapak untuk segera melakukan tindakan operasi pada bu resa.." jelas dokter itu dengan berat hati menyampaikan kondisi pasien nya kepada bara.


dan "DEGG" bara yang mendengarkan penjelasan dari dokter itu langsung menggusar rambut nya dengan kasar, merasa sangat frustasi dengan kenyataan yang baru ia dapat.


" tapii dok calon anak kita itu masih berumur belum genap 6 bulan dok.." jawab bara pada penjelasan dokter itu.


" yah pak kami tahu itu, tapi dengan berat hati calon anak bapak harus segera di lahir kan dan operasi akan di lakukan 24 jam mulai dari sekarang karna kita pihak medis sudah menyuntikkan obat kortikosteroid untuk pematangan paru paru calon anak bapak yang harus di lahirkan usia diawah 36 minggu.." ucap dokter laki laki itu dengan menjelaskan secara detail kondisi resa dan calon anak nya serta tindakan yang akan segera di lakukan.


mendengar penjelasan dokter yang detail itu membuat bara semakin frustasi di buat nya.


" ya tuhaan.. kenapa harus seberat ini.." keluh bara frustasi ketika calon istri dan calon anak nya itu berada di antara hidup dan mati.


" baik dok saya akan usahakan untuk mencari pendonor darah untuk resa dan saya menyetujui operasi yang akan di lakukan pada resa, dan saya minta lakukan yang terbaik untuk istri dan calon anak saya yah dok.." ucap bara menyetujui nya dengan memohon pada dokter itu untuk meminta yang terbaik untuk calon istri dan anak nya itu.


" baik pak bara kami pihak medis akan melakukan perawatan dan tindakan yang maksimal untuk menyelamatkan istri dan calon anak bapak.." jawab dokter itu dengan tersenyum.


setelah keluar dari ruangan dokter itu, dan ketika bara melihat jam dinding di rumah sakit itu yang menunjukkan pukul 04.15 wib yang menandakan hari sudah menjelang pagi, bara pun menitipkan resa pada suster untuk menjaga nya sedangkan bara langsung keluar dari gedung rumah sakit itu dan memasuki mobil nya lalu melajukan mobil milik nya menuju rumah resa.


setelah menempuh perjalanan yang lumayan, akhir nya mobil yang di tumpangi bara pun sampai di depan gerbang rumah milik resa.


pak tono yang mendengar ada mobil yang mengklakson pun langsung bergegas membukakan gerbang untuk bara.


" makasiih yah pak.." ucap bara pada pak tono dan di balas anggukan sopan oleh pak tono.


setelah memarkirkan mobil miliknya, bara pun bergegas masuk ke dalam rumah resa yang memang sudah tidak terkunci karna bi mina yang sudah terbangun untuk melakukan tugas nya.

__ADS_1


" Tok..tokk..tok.." suara ketukan pintu bara yang mengetuk pintu kamar milik tio dan venya.


" Maaahh.. paahhh.." panggil bara pada calon mertuanya itu dengan trus mengetuk pintu kamar tio dan venya.


sedangkan di dalam kamar, tio dan venya yang tengah terlelap pun terganggu akan suara ketukan dan panggilan dari bara.


" piiih bangun itu kayak nya bara yang ngetuk pintu kamar kita.." ucap venya dengan membangunkan tio.


" ini masih pagi mah.." jawab tio dengan malas nya.


melihat suaminya yang enggan bangun dan ketukan di luar kamar tidak mau berhenti, venya pun dengan malas nya bangun dan melangkahkan kaki nya menuju pintu.


dan benar saja saat venya membuka pintu terlihat lah bara dengan muka kusut nya dengan baju tidur yang di penuhi darah yang sudah mengering membuat perasaan khawatir tiba tiba muncul di benak venya.


" bara ada apa..?? dan kenapa baju kamu kok merah merah gitu.." tanya venya kala sudah membukakan pintu untuk bara.


" maah resa masuk rumah sakit, dia pendarahan.." ucap bara yang langsung to the point, dan itu membuat venya terkejut.


" apa bar.. resa pendarahan kok bisa.." venya yang langsung histeris akan ucapan bara.


tio yang yang setengah sadar dari tidur nya pun, mendengar ucapan bara dan keterkejutan istrinya, dan itu membuat tio langsung membuka matanya dengan lebar dan rasa kantuknya tiba tiba menghilang.


" ya udah kita langsung ke rumah sakit saja.." tanggap tio di tengah ke khawatiran venya dan bara.


" mamah dan papah kesana duluan ajah yah.. karna bara mau nyusul dea.." ucap bara yang memang juga ingim menyusul anaknya dea.


" ya udah kamu hati hati di jalan yah bar.." jawab venya pada ucapan bara.


setelah pamit pada calon mertuanya itu, bara pun segera keluar dari rumah resa dan melajukan mobil nya menuju rumah miliknya, sedangkan venya dan tio pun langsung siap siap dan bergegas menuju rumah sakit tempat resa di rawat.

__ADS_1


__ADS_2