Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 35


__ADS_3

bara pun segera membuka map yang berisikan tentang dito, dan setelah membukanya bara pun segera membaca nya.


setelah butuh waktu beberapa menit untuk bara membacanya dan akhir nya selesai bara pun menutup kembali map itu dan menaruh nya di atas meja.


" jadi dia adalah ceo di perusahaan ferdinan corp, dan juga teman masa kecil wanita gue dan dia juga mencintai resa.." ujar bara yang menyebutkan beberapa pernyataan yang baru saja ia baca.


" yah seperti itu lah bar, makanya setelah gue mengetahui semua itu, gak heran jika dito mau di jodohkan dengan resa yang tengah hamil.." jawab dewo.


" oke kalau seperti itu wo, besok gue akan nyamperin dia ke kantor milik nya.." ucap bara dengan niat nya.


" yah.. kalau itu terserah lo bar, yang terpenting sekarang tugas gue udah selesai dan jangan lupa naikin gaji gue bulan ini, karna gue kan nyelesain tugas ini dengan cepat.." jawab dito yang tak lupa meminta imbalannya pada bara, meskipun mereka bersahabat dekat kadang dewo pun meminta imbalan dari apa yang ia lakukan dan bara tidak mempermasalahkan soal itu.


" yah besok gue transfer.." jawab bara.


" makasih bar, ya udah kalau gitu gue pamit dulu yah..." pamit dewo kala merasa tugas nya selesai.


" yah wo hati hati.." jawab bara dan dewo pun segera keluar dari kamar bara dan segera menuju mobil nya untuk pulang.


selepas kepergian dewo, bara pun tak bergerak sama sekali di tempat nya semula dengan kembali membaca isi map itu.


" besok gue harus menghanpiri dia.." ujar bara.


*******


Keesokan paginya, resa terbangun dari tidur nya dengan keadaan yang sangat segar.


" hoaamm..." uap resa dengan meregangkan tubuh nya.


setelah nyawanya terkumpul segera resa melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


selesai dengan mandi nya dan memakai pakaian nya, resa pun segera keluar kamar dan turun menuju ruang makan.


" pagi mah pah.." sapa resa pada kedua orang tuanya dengan senyuman kebahagiaan.


" abis ngapain kok kayak nya bahagia banget.." ujar tio kala melihat anak nya dengan wajah yang bahagia.


" gak abis ngapa ngapain, yah lagi seneng ajah.." jawab resa pada tio.

__ADS_1


dan venya pun hanya diam karna dia sudah mengerti alasan anak nya pagi pagi sudah merasa bahagia.


" udah udah..ayo sarapan.." ucap venya dan segera ketiga nya pun sarapan bersama.


********


Jam sudah menunjukkan pukul 07.10 wib, setelah dea berpamitan pada bara untuk berangkat kuliah, kini giliran bara yang berangkat menuju kantor nya.


sesampai nya di kantor milik nya bara pun segera memencet lift, dan setelah lift itu terbuka bara pun segera masuk hingga lift itu terhenti di lantai atas tepat di ruangannya.


" halo wo, kamu ke ruangan saya.." ucap bara setelah duduk di kursi kebesarannya, dan langsung menelfon dewo.


" siap pak.." jawab dewo dengan bahasa formal nya ketika berada di kantor.


setelah memutuskan telvon nya dengan dewo bara menyandarkan dirinya di kursi yang bisa bergoyang itu.


" tok..tok..tok.." suara pintu ruangan bara yang di ketuk.


" Masuk wo.." ujar bara yang memang sudah mengetahui jika yang mengetuk pintu adalah dewo.


" ada apa pak.." tanya dewo dengan bahasa formal nya.


" udah gak usah pakek bahasa formal, gue nyuruh lo kesini buat gantiin gue meeting hari ini, karna gue mau nyelesain masalah gue dulu.." ucap bara to the point pada dewo.


dewo yang mendemgar ucapan bara itu hanya memutar bola mata nya malas.


" kebiasaan lo bar.." jawab dewo yang sudah terbiasa mendengar ucapan bara yang harus menggantikan bara untuk masalah pekerjaan.


" yah gue harap lo jangan terus terusan kayak gini, karna perusahaan juga butuh langsung pimpinan dari lo.." ucap dewo lagi.


" yah wo gue ngerti makasih udah ngingetin gue tentang itu, tapi setelah nanti gue berhasil ngedapetin resa gue janji bakal fokus lagi ke perusahaan wo, tapi kalo sekarang gue cuman minta bantuan dari lo wo buat handle perusahaan karna hanya lo yang bisa gue percaya, kalo gue gak nyelesain masalah ini secepat nya gue takut saat anak gue lahir papih nya masih belum bisa mengikat ibu nya dalam ikatan tali pernikahan.." jawab bara panjang lebar serta menjelaskan pada dewo.


" gue mengerti masalah lo bar, dan sekarang pergilah kamu selesaikan masalah mu satu satu.." jawab dewo pada penjelasan bara.


" ya udah kalau gitu gue pamit keluar dulu yah.." pamit bara dan di angguki oleh dewo.


bara pun segera keluar dan segera memasuki lift dan menekan tombol lift di angka paling terendah, karna tujuannya ingin turun dari gedung itu.

__ADS_1


setelah keluar dari lift, bara segera melangkah kan kaki nya untuk keluar dari perusahaan dirinya dan selama langkah nya menuju parkiran, banyak sapaan dan tatapan kagum dari pegawai yang bekerja di perusahaannya.


setelah sampai di parkiran mobil nya, bara segera memasuki mobil nya dan menyalakan mesin mobil itu lalu melajukan kendaraannya menuju perusahaan milik dito.


hanya butuh waktu kurang dari 40 menit, mobil bara pun sampai di perusahaan milik dito ferdinan yaitu ferdinan corp.


memasuki perusahaan yang cukup luas itu, melangkahkan langkah lebar kakinya bara menuju resepsionis di perusahaan itu dan selama langkah nya menuju tempat resepsionis banyak pasang mata yang memperhatikan sosok tampan nan gagah itu yang seperti nya baru pertama kali laki laki itu menginjakkan kakinya di perusahaan ferdinan corp.


" Ada yang bisa saya bantu pak.." ucap wanita cantik yang bertugas di bagian resepsionis itu.


" saya mau bertemu dengan bapak dito ferdinan.." jawab bara dengan santai.


" apa bapak sudah ada janji dengan pak dito.." tanya wanita itu.


" saya tidak ada janji, saya ingin bertemu dengan pak dito sekarang juga.." ucap bara dengan menaikkan nada bicara nya.


melihat perubahan emosi dari bara yang cukup mengerikan, wanita itu segera menelfon dito.


" Halo pak dito, maaf jika mengganggu waktu bapak, saya mau menyampaikan ada seseorang yang meminta bertemu dengan bapak.." ujar wanita itu di sambungan telfon dan setelah mendapat jawaban dari dito segera panggilan telfon itu terputus.


" maaf pak, bapak langsung di suruh untuk ke ruangan pak di dito di lantai 15.." ucap wanita itu setelah mendapat izin dari dito memperbolehkan bara masuk.


mendengar ucapan dari wanita itu bara langsung saja melenggangkan langkah nya menuju lift dan menekan tombol ber angka 15.


" Tiiiiingg.." suara lift terbuka dan sampai lah bara di depan ruangan dito.


" tok...tok...tok.." suara ketukan ruangan dito.


" Masuukk.." ujar dito dari dalam ruangan.


dan bara segera masuk ke ruangan itu.


" apa kabar pak dito.." ucap bara pada dito, dan itu membuat dito bingung siapa kah orang yang saat ini berada di depannya.


" apakah kita saling mengenal.." jawab dito..


Janga lupa selalu dukung karyaku, dan terimah kasih untuk dukungan kalian..semoga selalu suka di setiap episode nya LOVE YOU ALL😍😍

__ADS_1


__ADS_2