
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit bara pun akhir nya sampai di kediaman milik nya.
melihat mobil tuan nya datang pak bagus pun segera membukakan gerbang untuk bara masuk.
" bi.. dea masih tidur..??" ucap bara melemparkan pertanyaan pada bi sumi yang tengah beberes di ruang tamu, setelah ia masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan bi sumi.
" iya tuan kan ini masih terlalu pagi untuk non dea bangun.." jawab bi sumi pada pertanyaan bara, bara yang mendengar ucapan bi sumi pun langsung bergegas menuju kamar milik dea, dengan bi sumi yang terheran pada baju bara yang penuh noda darah yang mulai mengering itu.
" Klek.." suara pintu kamar dea yang di buka oleh bara.
melihat anak nya yang masih nyaman bergulung dengan selimut nya itu, bara segera menhampiri dea dan membangunkan nya.
" sayangg ayo bangun.." bara membangunkan dea dengan menepuk pelan lengan dea.
" Emmmhhh.. ada apa siih piiih, pagi pagi udah bangunin dea.." lenguh dea dengan menjawab panggilan bara.
" udah ayo bangun dulu sayang, ayo.." ucap bara lagi dengan membantu sang anak untuk segera bangun dari tidur nya.
merasa papih nya memaksa untuk dia bangun, dea pun segera bangkit dari tidur nya dan langsuna mengambil posisi duduk bersila dan saat ia mulai membuka matanya ia di kejutkan dengan pakaian papih nya dan rasa kantuk yang tadi menghinggapi matanya pun seketika sirna.
" piiih ini kok di baju papih ada darah nya.." ucap dea terkejut dengan penampilan papih nya itu.
" iya sayang makanya papih suruh kamu buat bangun dan kita segera ke rumah sakit, dan noda darah ini milik resa dia pendarahan sayang.." jawab bara menjelaskan pada dea.
mendengar penjelasan sang papih, dea langsung terkejut dan tanpa ada aba aba dea langsung turun dari kasur nya.
__ADS_1
" ya udah piihh, kalau gitu dea mau mandi dan ganti baju dan papih juga cepet mandi dan ganti baju piih, kita segera ke rumah sakit.." ucap dea pada bara dengan ke khawatiran yang mulai memenuhi benak nya.
mendengar ucapan dari anak nya itu bara pun bergegas menuju kamar milik nya dan segera mandi dan berganti pakaian nya.
setelah beberapa saat akhir nya dea dan bara pun sudah siap dengan tampilan yang lebih segar dan langsung saja kedua nya pun turun dari lantai dua itu.
" bi.. nanti saya minta tolong untuk bibi cuci sprei saya yang di kamar bawah yah bi soalnya tadi kena darah resa.." ucap bara kepada bi sumi yang sedang berada di ruang tamu, untuk menyuruh nya mencuci sprei milik bara yang berada di kamar bawah karna tadi malam bara dan resa tidur di kamar milik bara yang berada di bawah.
" Ooh yah tuan nanti saya cuci.." jawab bi sumi dengan menundukkan kepala nya.
" makasihhh yah bi, ya udah kalau gitu saya dan dea pamit untuk ke rumah sakit yah bi.." ucap bara berpamitan pada bi sumi.
" hati hati tuan, non.." jawab bi sumi.
*******
Di lain tempat di ruangan apartemen yang cukup mewah citra tengah tersenyum dengan memikirkan rencana yang akan ia susun setelah mendapat kabar dari suruhan nya yang memberitahukan jika resa mengalami pendarahan pada kehamilannya.
tidak ingin membuang waktu lebih banyak karna ini kesempatan untuk citra agar bisa mendapatkan bara, citra pun bergegas membersihkan dirinya dan segera bersiap menuju rumah sakit.
Rumah Sakit.
bara dan dea yang baru sampai di rumah sakit itu pun langsung menyusuri loby rumah sakit untuk menuju di mana resa di tangani.
" mah.. pah.. gimana apa ada perkembangan tentang keadaan resa.." tanya bara pada calon mertuanya itu.
__ADS_1
" perkembangan resa sudah sedikit membaik bar, tapi..." jawab venya yang tidak meneruskan ucapan nya.
" tapi kenapa maahh.." tanya bara yang rasa khawatir nya mulai menghinggapi perasaan nya.
" iya tante tapii kenapa.." ucap dea yang ikut menimpali ucapan papih nya karna sama dengan bara dea pun merasa sangat khawatir pada calon ibu sambung nya itu.
" dokter tadi bilang bar, jika selama kita menunggu pematangan paru paru janin resa, kita harus mencari pendonor darah untuk resa, dan papah yang mempunyai golongan darah yang sama seperti resa tidak di perbolehkan oleh dokter karna tekanan darah papah sangat tinggi.." ucap orang tua resa yang kini tio lah yang menjelaskan pada calon menantunya itu.
" jika memang papah tidak di perbolehkan lebih baik jangan pah, karna kita juga harus memperhatikan kesehatan dari papah dan juga resa, setelah ini bara akan usahakan untuk mencari pendonor darah buat resa.." jawab bara dengan keyakinannya akan bisa mendapatkan pendonor darah untuk resa, meskipun di hati kecil dan fikirannya sangat frustasi di mana ia akan mendapatkan pendonor untuk resa.
di tengah ke khawatiran seluruh keluarga resa dengan ke frustasian bara, ada seorang lelaki yang di utus oleh citra untuk memata matai bara dan orang lainnya yang berada di situ dan ketika orang itu mendapatkan kabar bagus akan ke bingungan bara dan keluarga resa untuk mencari pendonor darah, laki laki itu pun segera menelfon citra dan segera memberitahukan tentang apa yang menjadi problem bara saat ini.
" halo nona.." ucap laki laki itu ketika panggilan telvon nya terhubung pada citra.
" apa ada kabar baik, sampai kamu menelvon ku.." tanya citra langsung setelah mendengar suara dari suruhannya.
" iya nona.. ada kabar bagus yang akan saya sampaikan, yaitu kabar bagus nya jika sekarang tuan bara dan keluarga dari wanita nya tengah kebingungan mencari pendonor darah untuk wanita nya tuan bara, dan sepertinya mereka tengah mencari pendonor darah yang mempunyai golongan darah AB-..." jelas laki laki itu di sambungan telvon nya.
citra yang mendapat angin segar karna mendapat informasi dari suruhan nya itu pun langsung tersenyum iblis karna selain citra yang bahagia karna bara kebingungan untuk mencari pendonor darah AB- citra pun di tambah bahagia kalai gol darah langkah yang di miliki resa itu sama dengan golongan darah nya dan itu akan citra gunakan untuk mendapat kan bara.
" baik terimah kasih untuk info yang bagus dam kerjamu yang bagus, setelah ini saya akan mentransfer upah mu sesuai dengan pekerjaan mu yang bagus itu.." jawab citra pada laki laki suruhan nya itu, dan setelah mengucapkan itu tanpa menunggu jawaban dari suruhan nya citra langsung saja memutuskan sambungan telvon nya.
dan setelah memutuskan sambungan telvon nya citra pun langsung melajukan mobil milik nya menuju rumah sakit dengan hati yang berbunga bunga.
satu bab lagi untuk kalian readerrs doakan semoga author selalu bisa up tiga bab trus dalam seharii.. terimah kasih untuk dukungan kaliann love you all.. dan semoga selalu suka di setiap episode nya..😍😍
__ADS_1