Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 17


__ADS_3

tak berselang lama setelah pesanan resa dan devi datang, dari arah pintu masuklah seorang pria dengan wajah tampan berahang tegas dan siapa pun yang melihat nya akan terpesona, dan pria itu sekarang melangkah kan kaki nya menuju meja yang di tempati resa dan dea, dari arah yang tidak terlalu jauh devi melihat kedatangan bara.


" Res aku mau ke toilet dulu yah.." pamit devi beralasan, memberi kesempata pada bara agar bisa menyelesaikan masalah nya dengan resa.


" iyah, tapi jangan lama lama yah dev.." jawab resa dan di angguki oleh devi, setelah mendapat izin devi segera melanggangkan langkah nya ke kamar mandi.


langkah demi langkah bara untuk mendekati dimana resa duduk, sampai akhir nya langkah bara terhenti tepat berada di belakang resa.


melihat wanita yang ia cintai masih belum menyadari akan kehadiran nya, bara pun langsung duduk di kursi yang terdekat dengan resa.


dan kedatangan bara yang tiba tiba membuat resa terkejut.


" om bara " ucap pelan resa dan langsung berdiri untuk pergi dari hadapan bara, namun tindakan resa kalah cepat dengan bara yang langsung mencekal tangan resa dan menahan resa agar tidak pergi dari tempat itu.


" om..tolong lepasin tangan resa.." ujar resa dengan berusaha melepaskan cekalan tangannya dari bara.


" aku tidak akan melepaskan tangan kamu sampai kamu benar benar mau bicara dengan ku res.." jawab bara.


" emang om mau bicara apa lagi sih om, tidak ada lagi yang perlu kita bicarain om.." jawab resa lagi dengan tangannya yang masih berusaha melepaskan dari cekalan bara.


" aku mohon res.." ujar bara lagi..


" kata resa gak mau, gak mau om, tolong lepasin resa tangan resa sakit om.." jawab resa yang masih kekeh dengan ucapan nya.


mendengar ucapan resa yang kekeh tidak mau berbicara dengan nya, dan semua orang di restoran itu mulai memperhatikan kedua nya, membuat bara tidak punya cara lain selain langsung menggendong resa dan membawa nya ke dalam mobil milik bara.


" Aaaahhh ooommm.. turunin resa.." teriak resa kala bara tanpa aba aba langsung menggendong nya dan keluar dari restoran itu menuju mobil milik bara.


dan bara terus menggendong resa tanpa menghiraukan resa yang terus berteriak meminta nya untuk menurunkan resa dari gendongan nya.


" Om lepasiiiinn resaaa.." teriak resa yang terus berontak dari gendongan bara.


setelah bara sampai di mobil yang ia parkirkan, segera bara memencet tombol remot agar membuka mobil yang terkunci. dan sedikit merendahkan badan nya dan membuka pintu mobil dengan tangan nya yang masih berusaha menahan berontakan resa, setelah berhasil membuka pintu mobil milik nya, bara langsung mendudukan resa di kursi samping kursi kemudi, setelah memastikan resa aman segera bara mengutari mobil dan langsung membuka pintu mobilnya lalu bergegas duduk di kursi kemudi dengan tak lupa langsung mengunci mobil nya agar resa tak bisa kabur.

__ADS_1


" Oomm resa bilang lepasinn resa.." ucap resa dengan tangan nya berusaha membuka pintu mobil yang sudah terkunci itu.


" res,,,om mohon kendalikan diri kamu, berikan om waktu untuk berbicara dengan kamu res.." ujar bara agar resa bisa mengendalikan dirinya.


tapi resa tetap tak menghiraukan apa yang bara ucapkan, dan itu membuat bara tak punya pilahan lain selain memencet remot untuk membuka mobil nya karna bara tidak ingin memaksa resa untuk bisa bicara dengan dirinya, mengetahui bara telah membuka kuncinya, resa segera keluar dari mobil bara dengan bara yang tidak bisa mencegah nya.


" aaaaaaahhhh aku harus gimana lagi supaya kamu bisa mendengarkan aku res.." teriak bara frustasi akan sikap resa, yang tak sedikit pun memberi bara celah untuk menjelaskannya.


setelah keluar dari mobil bara, resa berlari sampai berada di depan restoran dan tanpa di suruh air mata nya pun jatuh di pipi mulus nya.


" Resa.." ujar devi kala melihat resa yang terisak di depan restoran.


" kamu kenapa res.." ujar devi lagi dan tanpa aba aba, resa langsung berhambur ke dalam pelukan devi tanpa menjawab pertanyaan devi.


melihat sahabat nya yang masih belum mau menceritakan apa yang terjadi padanya, devi langsung menuntun resa masuk ke dalam mobil.


setelah keduanya masuk ke dalam mobil devi langsung melajukan mobil nya membelah jalan menuju rumah resa.


" apa mungkin yang membuat resa menangis itu bara " ucap devi dalam batinnya di tengah ia menyetir mobil.


setelah mengusap air matanya dan memberhentikannya dengan mencoba tenang setelah itu resa langsung mengusap usap perut nya berharap agar bayi nya tenang fikirnya.


" maafin mommy yah sayang " ucap resa dengan masih mengelus elus perut nya.


devi yang melihat itu langsung tersenyum melihat resa yang langsung tenang jika di ingatkan soal bayi yang di kandung nya.


" eemmm..gitu donk res, jangan nangis lagi yah ntar kan kasian dedek nya ikutan nangis kalo mommy nya nangis" ujar devi, dan resa menjawab nya dengan anggukan sambil tersenyum.


**********


bara melajukan mobill nya dengan kencang membuat perjalanan menuju rumah nya menjadi singkat.


" Papiiiih " ujar dea kala melihat papi nya memasuki rumah.

__ADS_1


dan dea langsung menghampiri bara untuk menanyakan tentang resa.


" piih gimana resa, apa papih udah ketemu dengan resa " tanya dea pada bara yang di jawab anggukan oleh bara.


melihat ekspresi bara yang seperti nya tengah kecewa membuat keingin tahuan dea bertambah besar.


" truuus piiihh, resa gimana mau maafin papih kan " tanya dea lagi.


" resa seperti nya masih belum bisa memaafkan papi de.." jawab bara dan itu cukup membuat dea kecewa.


" mungkin karna resa masih belum bisa memaafkan papi.." ujar bara lagi dengan wajah nya terlihat sedih.


" ya udah piiih, lain kali di coba lagi.." jawab dea dengan tersenyum agar bara bisa sedikit mengurangi rasa sedih nya.


**********


sesampainya di rumah resa, devi segera menggandeng resa masuk ke dalam rumah, lalu mendudukkan nya di kursi ruang tamu.


" bentar yah aku buatin jahe hangat yah.." ujar devi yang akan membuatkan resa jahe hangat, yang mungkin dengan minum jahe hangat membuat perasaan resa sedikit tenang.


devi pun berlalu menuju dapur untuk membuatkan jahe hangat untuk resa setelah jadi devi pun segera memberikan pada resa yang langsung di minum dan benar saja itu membuat perasaan dan fikiran resa sedikit rileks dan tenang.


" gimana udah enakan " ucap devi ketika resa sudah meminum jahe hangat buatannya.


" udah mendingan dev, makasiiih yah udah di bikinin .." jawab resa yang tak lupa mengucap kan terimah kasih pada devi.


merasa resa sudah mulai tenang dan rileks devi pun mulai bertanya tentang kejadian yang di alami resa.


" emm res, aku mau nanya kamu tadi kenapa..?!" tanya devi yang masih penasaran akan hal yang di alami resa.


dan resa pun menceritakan semua yang ia alami ketika bertemu dengan bara pagi ini devi yang menyimak pun sedikit merasa tidak enak hati pada resa karna devi juga yang merencanakan hal itu namun rencana yang ia buat seperti nya malah membuat resa sedikit tidak tenang karna mungkin resa yang masih kecewa atau pun masih sedikit merasa trauma akan kejadian itu.


mendengar cerita dari resa, devi pun merasa jika resa tak mengetahui hal jika dia dan bara yang merencanakan hal itu mungkin karna bara yang tak memberitahu resa, dan devi pun hanya diam tanpa memberitahu apapun jika ia terlibat dalam hal ini, karna yang di takutkan devi ketika resa mengetahui devi terlibat resa akan kecewa pada nya dan rencana untuk resa dan bara berbaikan pun akan semakin rumit dan susah untuk di selesaikan.

__ADS_1


HAIIIII READERRS..JANGAN LUPA SELALU DUKUNG NOVEL AUTHOR..DAN TERIMAH KASIH ATAS DUKUNGANNYA..SEMOGA SELALU SUKA DI SETIAP EPISODE NYA..LOVE YOU ALL...😍😍


__ADS_2