
Setelah ketiganya menyelesaikan sarapannya, dea pun berpamitan pada resa dan bara untuk segera berangkat menuju kampus nya.
" piiih...dea berangkat dulu yah.." ujar dea dengan mencium punggung tangan bara.
" iyah sayang hati hati.." jawab bara.
dan setelah berpamitan pada bara, dea pun beralih pada resa.
" res..gue berangkat dulu yah.." ucap dea dengan tak lupa untuk berpamitan pada sahabtan sekaligus calon ibu nya itu.
" iyah de.. hati hati yah jangan ngebut.." jawab resa yang menerima izin dari dea dan sekaligus ciuman di pipi nya dari dea.
selepas kepergian dea, resa dan bara pun segera bersiap untuk segera berangkat menuju rumah sakit untuk melakukan usg.
sesampainya di rumah sakit bara dan resa pun segera mendaftar dan mengambil nomor antrian.
" kira kira ada apa yah mas.. papah minta ketemu sama kamu.." ucap resa setelah duduk di kursi yang tersedia di rumah sakit itu untuk mengantri.
" yah mas juga gak tau sayang, nanti setelah kita kesana, kita pasti akan tau apa yang mau di omongin sama papah tio.." jawab bara dengan mengelus lembut pipi resa.
" yah semoga ajah ada kabar baik yah mas.." ucap resa dan di angguki oleh bara.
di tengah obrolan ringan kedua pasangan itu, tiba tiba ada suara seorang perempuan yang memanggil nama resa untuk segera masuk ke ruangan pemeriksaan itu, untuk melakukakn usg.
" Yang bernama ibu teresa anjani bramantya.. silahkan masuk.." ucap seorang perempuan yang tak lain asisten dari dokter spog yang akan memeriksa resa.
mendengar namanya di panggil resa dan bara pun segera memasuki ruangan itu.
" silahkan berbaring bu, dan bapak nya boleh duduk di sini dulu pak.." ucap asisten dari dokter spog itu mengarahkan dengan sopan.
resa yang mendengar penuturan dari asisten itu pun segera membaringkan tubuh nya di atas brankar.
" maaf yah bu.." ucap asisten itu lagi yang meminta izin dengan sopan saat akan menyingkap baju resa untuk memudahkan si dokter melakukan usg.
setelah asisten itu menuangkan gel bening yang terasa dingin itu, segera dokter spog itu menggerakkan alat nya di atas perut resa, dan bara pun hanya memperhatikan apa yang di lakukan oleh dokter dan asisten itu.
__ADS_1
" coba kalian lihat ke layar itu.." ucap si dokter dengan menunjuk ke arah layar yang menempel di dinding itu, yang seketika membuat bara dan resa langsung mengalihkan pandangannya ke layar yang sama persis seperti sebuah tv itu.
" waaah selamat yaahh anak kalian berjenis kelamin laki laki.." ucap dokter wanita itu dengan riang nya, membuat bara dan resa menyunggingkan senyum nya.
" dan yang paling penting anak kalian perkembangan nya baik, ketubannya bagus, detak jantung nya pun bagus dan seperti nya semua nya bagus. " ucap dokter itu lagi menjelaskan pada bara dan resa.
resa yang melihat anak nya dan mendengar kan penuturan dari dokter yang semua nya positif, membuat resa meneteskan air mata haru.
setelah melakukan usg, resa dan bara pun duduk di kursi depan dokter wanita itu.
" ini kehamilan pertama ya bu.." ucap dokter itu pada resa, dengan menulis resep vitamin.
" iya dokter.." jawab resa dan dokter itu pun manggut manggut mendengar jawaban dari resa.
" di usia bu resa yang masih 19 tahun, dan masih terlalu muda untuk hamil saya harap anda menjaga pola makan sehat, dan jangan terlalu kelelahan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi nya..dan ini resep vitamin yang harus di tebus yah.." ucap dokter itu menerangkan dengan menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan resep vitamin.
" baik dok..terimah kasih, kalau begitu saya pamit dulu dok.." jawab resa dengan menerima kertas itu dam segera bangkit untuk keluar dari ruangan itu setelah pamit pada dokter itu.
setelah keluar dari ruang usg bara dan resa pun segera menuju apotik untuk menebus vitamin untuk resa.
" maratabak ajah kali mas.." jawab resa setelah memikirkan makanan kesukaan tio.
" emang papah suka sama martabak..??" ujar bara sedikit heran.
" yah suka jangankan papah aku ajah suka, mas bara ajah makannya yang terlalu sehat.." jawab resa yang mengetahui jika bara sangat menghindari makanan yang mengandung banyak minyak, karna memang pola makan bara yang selalu sehat.
mendengar pernyataan dari resa membuat bara tersenyum tipis pada wanita itu.
" bisa ajah sih kalo jawab.." ucap bara menanggapi ucapan resa dengan mencubit pipi tembem resa, membuat resa tersenyum dan menampilkan sederet gigi putih nya dan itu membuat bara gemas akan kekasih kecil nya itu.
Setelah mendapatkan vitamin untuk resa, kedua pasangan yang berbeda generasi itupun segera keluar dari apotik itu lalu masuk ke dalam mobil dan segera bara melajukan mobil nya untuk mencari martabak yang resa maksud.
setelah mendapatkan martabak yang di maksud resa, bara dan resa pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah milik resa.
*****
__ADS_1
" mas kamu grogi yah.." ujar resa kala menyentuh tangan bara yang terasa dingin, kala mereka akan turun untuk masuk ke dalam rumah resa setelah sampai di halaman rumah milik resa.
" yah... kalau grogi itu pasti sayang, jangan sama papah kamu sekarang dulu sama mami nya dea kita yang udah langsung di restui ajah mas masih grogi, tapi yang penting sekarang kita gak usah bahas ke grogian mas, mending kita keluar dan langsung temuin papah kamu.." jawab bara menjelaskan dan segera keluar dari mobil dengan tidak lupa membukakan pintu mobil untuk resa keluar.
" non resa udah pulang.." ucap bi mina kala melihat resa yang akan memasuki rumah.
" iyah bi ini baru sampai, oh yah bi papah ada kan di dalam.." jawab resa dengan melemparkan pertanyaan pada bi sumi.
" tuan tio ada non di dalam di ruang keluar tepat nya, dan sepertinya tengah menunggu kedatangan non resa dan tuan bara.." ujar bi mina menjawab dan menjelaskan pada resa.
" oohh ya udah kalau gitu resa permisi dulu yah bi mau masuk.." ucap resa berpamitan pada bi mina ketika akan memasuki rumah.
mendengar ucapan resa bi mina pun menganggukkan kepala nya, dan segera melanjutkan pekerjaan nya setelah resa masuk ke dalam rumah.
sesampai nya di ruang keluarga, resa langsung menghampiri sang papah yang tengah duduk sambil baca koran dengan di temani sang mama dan meletakkan martabak yang ia beli dengan bara di ataw meja dan setelah itu langsung menyalami tangan kedua orang tuanya lalu di susul oleh bara yang juga menyalamai tangan kedua orang tua calon istrinya itu.
" baru pulang..?? gimana hasil usg nya.." tanya tio langsung pada resa setelah menerima uluran tangan dari resa dan bara.
" kata dokter semua nya bagus pah, dan kata dokter jenis kelaminnya laki laki.." ucap resa ketika sudah duduk di sofa, setelah resa dan bara menyalami tio dan venya.
" anak kamu laki laki, paaahh cucu pertama kita laki laki..." tanggap venya dengan heboh,setelah mendengar ucapan resa.
" iyah iyah miiih, yang penting sekarang cucu kita sehat sehat sampe nanti lahiran.." jawab tio pada istri nya yang kelewat heboh itu, membuat resa yang melihat tingkah sang mama langsung terkekeh.
" oohh yah, jadi kapan kamu akan bertunangan dengan resa.." ucap tio tiba tiba, yang pertanyaan nya ia lontarkan pada bara.
mendengar ucapan tio, membuat bara sedikit terkejut karna dugaan nya yang salah karna yang ia kira tio akan menghajar nya lagi ketika bertemu dengan nya, tak mau membuang waktu lebih lama ketika mendapat kan tanggapan positif dari tio, bara pun langsung menjawab pertanyaan dari tio dengan mantab.
" secepat nya pah dan kalau papah setuju minggu depan acara pertunangan saya dan resa di laksanakan dan seminggu kemudian kita langsung melaksanakan pernikahan.." jawab bara dengan mantap pada pertanyaan tio, dan membuat tio langsung menyunggingkan senyuman nya ketika mendengar jawaban sang calon menantu yang begitu mantap.
jika tio menyunggingkan senyuman ketika mendengar pernyataan dari bara, lain hal nya dengan resa yang begitu terkejut kala mendengar ucapan dari bara.
" baiklah.. jika kamu memang mau melaksanakan acara ini dengan secepat nya dan memang seharus nya seperti itu, dan saya pun menyetujui apa yang kamu ucapkan.." ucap tio pada bara, membuat bara bisa menghembuskan nafas nya dengan lega kala melihat tanggapan dari papah resa yang bisa merestui hubungannya dengan resa dan langsung menyetujui akan niat nya yang ingin cepat cepat untuk menikahi resa.
" terimah kasih pah.." jawab bara dan tio pun hanya mengangguk kan kepala nya.
__ADS_1
Haiii readerrs... terimah kasih atas doa kalian untuk author dan terimah kasih juga untuk kalian yang sudah setia menunggu update an dari mencintai daddy sahabat kuuu...jangan lupa untuk dukung karya author dan terimah kasiiih love you alll.....😍😍