Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 25


__ADS_3

setelah bara dan resa menyelesaikan sarapan nya, bara pun melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda.


" kamu gak usah memikirkan soal papa mu res, om yang bakal bicara langsung pada papa kamu nanti.." ujar bara menjawab ucapan resa yang sempat tertunda.


" tapi om, resa cuman takut papa melakukan hal seperti ini lagi pada om, karna resa tau seperti apa papa jika marah.." jawab resa dengan hendak berdiri.


bara yang melihat kekhawatiran dari resa pun hanya tersenyum, dan ketika melihat wanita nya hendak berdiri bara langsung mencekal tangan resa dan langsung menarik resa hingga jatuh ke pangkuan bara, hingga membuat resa gugup di perlakukan seperti ini.


" Omm.." ujar resa dengan berusaha melepaskan pelukan nya dari bara namun bara bukan melepaskan pelukannya tapi malah mempererat pelukannya pada resa, sungguh resa saat ini rasanya ingin menghilang karna merasa sangat malu dan canggung pada bara, resa yang baru pertama kali di perlakukan seperti itu membuat jantung nya berdegub dengan kencang.


" om baraaa.." ujar resa lagi ketika bara tak menghiraukannya.


" emmm.." jawab bara dengan singkat.


" lepasiiiiiinnn resa.." ucap resa yang meminta bara untuk mengakhiri pelukannya.


" kalo gak mau gimana.." jawab bara yang enggan melepaskan pelukan nya pada resa.


" nanti kalo ada yang masuk gimana om.." ujar resa agar bara melepaskan pelukan nya.


" biarin aja.. dan kalau resa trus manggil dengan sebutan om, gak bakal aku lepasin, aku ini papih dari anak yang kamu kandung loh res, bukan om kamu.." jawab bara yang meminta resa untuk mengubah panggilannya pada bara.


mendengar penuturan dari bara resa langsung menghentikan pergerakan nya, dan menatap wajah bara dan itu membuat jarak di antara mereka sangat dekat seperti tanpa jarak.


bara yang tak pernah sedekat itu dengan resa membuat jantung nya tiba tiba berdegub dengan kencang, ketika pandangan keduanya saling mengunci entah sejak kapan pandangan bara beralih pada bibir **** milik resa dan itu membuat bara tidak bisa menahan dirinya untuk tidak merasakan manis nya bibir milik resa dan resa pun hanya bisa terdiam kala bara mel*mat bibir nya dengan lembut.


merasa pasokan oksigen ke dalam paru paru keduanya mulai berkurang bara pun langsung melepaskan tautan nya, dan langsung mengusap lembut ujung bibir resa yang sedikit basah karna ulah nya.

__ADS_1


" iiiissshhhh rese banget sih om.." kesal resa kala bara yang mencium nya tanpa aba aba dan itu membuat bara terkekeh kala melihat wajah resa yang cemberut.


" jangan cemberut gitu..bikin pengen nyium lagi.." ujar bara dengan mencomot bibir resa yang di manyunkan.


" iissh...apaan sih om bara.." ucap resa kala bara terus menjahili nya.


" ress...udah di bilangin jangan panggil om lagi, panggil yang lainnya ajah res.." ucap bara ketika resa selalu memanggilnya dengan sebutan om.


" trus kalo resa gak manggil om, manggil nya apa donk..masa manggil mas baraaa..gitu " ujar resa pada bara dengan terkekeh.


" boleh juga...di panggil kayak gitu.." jawab bara pada perkataan resa.


di tengah ke asyikan obrolan dan candaan antara resa dan bara, tiba tiba pintu ruangan bara di buka dengan keras hingga membuat bara dan resa terkejut dan lebih terkejut nya lagi kala resa dan bara melihat siapa orang yang membuka pintu itu, membuat resa yang terduduk di pangkuan bara langsung berdiri.


" papahh..." ucap resa di tengah keterkejutan nya.


" ikut papah pulang.." ucap bara pada resa.


" gak mau paah..." jawab resa dengan penolakannya dengan mencoba menahan tarikan yang di lakukan oleh tio.


" pak tio saya mohon jangan kasar sama resa.."ujar bara agar tio menghentikan perbuatan nya, tapi tio sama sekali tak menghiraukan ucapan bara.


melihat resa yang tidak mau mendengar kan kata kata nya tio pun tak punya pilihan lain selain langsung menggendong resa karna tio masih waras untuk tidak melakukan kekerasan pada resa.


" paaaah turunin resaa.." ujar resa dengan mencoba berontak di gendongan tio.


setelah resa berada dalam gendongannya segera tio membawa resa pergi dari ruang rawat bara, dan bara saat ini tidak dapat mengejar langkah tio karna jarum infus yang masih menancap di tangan kirinya.

__ADS_1


setelah tio sampai di parkiran segera tio membuka pintu mobil depan dan mendudukkan resa di samping kursi kemudi setelah itu segera tio mengutari mobil dan juga masuk ke dalam mobil itu dan tio segera melajukan mobil nya menuju rumah nya.


dan di sepanjang perjalanan menuju rumah nya resa hanya diam dengan air mata nya yang terus mengalir di pipi mulusnya.


sesampainya di rumah, resa langsung keluar dari dalam mobil dan sedikit berlari menuju kamar nya tanpa menghiraukan keberadaan venya, setelah sampai di kamar nya resa pun langsung mengunci kamar lalu menjatuhkan tubuh nya di atas kasur dan resa pun langsung terisak di guling yang resa peluk dengan erat.


di lantai bawah venya yang bingung akan sikap resa, venya pun langsung menanyakan apa yang terjadi pada anak nya ketika melihat tio yang masuk ke dalam rumah.


" paah..resa kenapa..??dan papa ketemu sama resa dimana.." ujar venya pada tio dengan pertanyaan yang beruntun.


" seperti dugaan papah, dia bersama dengan bara, setelah papah menyuruh orang untuk mencari keberadaan resa ternyata dia berada di rumah sakit M tempat dimana bara di rawat..." jelas tio pada venya.


" tapi papah gak ngelakuin kekerasan lagi kan pah.." tanya venya lagi karna khawatir jika tio bertemu dengan bara, tio melakukan hal kekerasan lagi.


" nggak mah, papah kesitu hanya ingin membawa resa untuk pulang.." jawab tio yang memang tidak melakukan apa apa pada bara.


mendengar jawaban dari suaminya venya pun merasa lega ketika tio tidak melakukan kekerasan lagi pada bara. dan venya pun memaklumi jika suami nya begitu marah pada bara, karna tio adalah tipe ayah yang sangat menyayangi putrinya mungkin wajar saja jika tio sangat sulit untuk memaafkan bara karna kesalahannya yang meskipun sekarang resa bisa menerimanya tapi tidak secepat itu bagi tio untuk memaafkan bara.


setelah obrolan singkat itu venya pun mengajak tio untuk makan siang karna jam sudah menunjukkan waktu untuk makan siang.


*********


" Tiiiiingg.." suara ponsel dea berbunyi, dan dea langsung membuka pesan yang ternyata dari papih nya.


setelah membuka pesan dari bara, dea terkejut dengan pesan yang di kirim oleh papi nya itu, membuat dea yang hendak makan siang dengan devi ia urungkan dan bergegas mengajak devi untuk ke rumah sakit tempat papi nya di rawat.


Haaiiiii readeeeeerrrss, happy readiiiing semoga selalu suka di setiap episode nya dan jangan lupa kritik dan saran nya agar author dapat menulis dan berkarya lebih baik lagiii...love you all.. 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2