
setelah resa dan devi sama sama siap untuk berangkat dan juga pak bambang yang sudah siap mengantarkan kedua nya, resa dan devi pun segera berangkat dan sebelumnya pamit kepada bi surti dan menyewa penjaga pengganti pak bagus agar rumah tetap aman.
menghabiskan waktu kurang lebih 4,5 jam menuju kota S akhirnya resa dan devi pun sampa di kota S.
" kita langsung ke rumah sakit M yah pak.." ujar resa kepada pak bambang yang meminta langsung menuju rumah sakit.
dan pak bambang pun mengiyakan permintaan resa, melajukan mobil yang di tumpangi nya menuju rumah sakit M dimana bara di rawat.
setelah 30 menit sampailah resa di rumah sakit setelah pak bambang memarkirkan mobil, resa pun segera turun dari mobil dan langsung memasuki rumah sakit dan tak lupa menanyakan kamar bara kepada petugas rumah sakit.
sesampainya di luar ruangan kamar bara resa pun melihat dea yang tengah duduk sendiri di kursi yang berjejer rapi itu.
" Dea..." panggil resa yang langsung membuat dea menoleh ke arah resa.
dan sepersekian detik dea langsung berlari dan memeluk resa dengan erat.
" res..papiiih.." ucap dea dengan tangisannya di dalam pelukan resa.
resa yang melihat betapa sedih nya dea kala melihat bara seperti ini pun merasa sangat bersalah, karna resa merasa semua kejadian yang menimpa bara itu karna dirinya.
" maafin gue yah de.." ucap resa yang merasa bersalah.
mendengar permintaan maaf dari resa dea pun menggeleng.
" ini bukan salah lo kok res.." jawab dea dan menghapus air mata resa yang mulai jatuh.
devi yang hanya diam sejak tadi dan melihat interaksi dua sahabat yang saling menyayangi itu pun mulai angkat bicara.
" udah donk nangis nangis nya, dan kamu res gak mau masuk untuk nemuin om bara..??" ujar devi pada kedua gadis itu dan mengingatkan resa untuk segera menemui bara.
resa dan dea yang mendengar penuturan devi pun mulai menghentikan acara tangisan itu dan resa pun izin untuk menemui bara.
__ADS_1
" gue mau masuk dulu yah de.." ucap resa pada dea dan dea pun langsung menganggukkan kepalanya mempersilahkan resa untuk masuk ke ruang perawatan bara.
resa masuk sendiri tanpa dea dan devi untuk menemani karna dea dan devi mengerti kalau resa pun butuh waktu berdua dengan bara meskipun sekarang bara masih belum sadarkan diri.
resa membuka pintu lalu masuk dengan perlahan setelah masuk dan menutup pintu resa melangkah kan kaki nya untuk mendekti bara, dan terlihat lah wajah pucat bara dengan jarum infus yang menancap di punggung tangan bara, mengambil kursi resa pun duduk setelah itu resa memegang tangan bara dengan halus.
" Maafin resa om, karna resa om bisa jadi seperti ini, cepatlah bangun om karna bayi di dalam kandungan resa sangat membutuhkan kasih sayang dari om..hiks hiks hiks.." ujar resa pada bara dengan terisak, meskipun resa tidak yakin bara bisa mendengarkan kata kata nya.
tak di sadari resa air matanya yang terjatuh di tangan bara membuat bara tiba tiba siuman, perlahan lahan membuka matanya dan menyesuaikan cahaya yang berada di ruangan itu, perlahan namun pasti bara pun membuka matanya dengan sempurna setelah beberapa jam ia memejamkan mata nya setelah kejadian itu.
setelah kesadaran bara kembali dengan sempurna, bara pun menyunggingkan senyum nya kala ia membuka mata ia langsung melihat resa.
" Resa.." ucap bara memanggil nama resa dengan pelan.
resa yang mendengar suara pelan dari bara pun langsung mendongakkan kepala nya dan betapa terkejut nya kala melihat bara yang sudah siuman dan tersenyum padanya.
" om bara udah sadar..??" ucap resa dan bara pun menganggukkan kepalanya, melihat bara yang sudah sadar resa pun berniat berdiri untuk memanggil dokter namun, sebelum resa resa berdiri dengan sempurna bara langsung memegang tangan resa agar resa tidak pergi dari tempat itu.
" mau kemana..??" tanya bara dengan memegang tangan resa.
bara yang mendengar ucapan resa pun menggeleng menandakan resa agar tidak pergi memanggil dokter.
" gak usah panggil dokter, tapi om mau resa duduk lagi.." ujar bara dan resa pun menuruti kemauan bara dengan duduk kembali.
" Maafiin om.." ucap bara pada resa dengan menggenggam erat tangan resa.
" resa udah maafin om kok.." jawab resa dan itu kembali membuat bibir bara menyunggingkan senyuman nya.
" om...maafin papa resa.." ucap resa yang sangat merasa bersalah akan tindakan papa nya pada bara.
bara yang mendengar ucapan resa hanya menggeleng kan kepala nya dengan tersenyum pada resa.
__ADS_1
" om resa serius ah, jangan senyum senyum gituu.." ujar resa lagi kala bara yang selalu tersenyum pada resa.
yah entah kenapa melihat resa yang sudah bisa memaafkan dirinya bara merasa sangat senang.
" om cuman seneng ajah, kalau resa udah maafin om.." jawab bara dan sepersekian detik kemudian tiba tiba pandangan bara tertuju pada perut resa yang sudah mulai membuncit.
" apakah dia tidak nakal di dalam sini.." ucap bara dengan tangannya berusaha menyentuh perut resa, dan resa yang di perlakukan seperti itu untuk pertama kalinya membuat resa sedikit malu.
" nggak kok om, dia pinter gak nakal bahkan resa hanya muntah saat resa belum menyadari kehadiran nya..dan setelah itu resa tidak pernah lagi muntah muntah atau apapun seperti biasa nya orang hamil rasakan.." jawab resa menjelaskan pada bara tentang kehamilannya yang tidak banyak keluhan.
ketika dua orang itu saling berbicara hingga melupakan ada dua gadis yang menunggu resa, di luar ruangan dea yang merasa resa sangat lama berada di ruangan papih nya pun memutuskan untuk masuk dengan tak lupa mengajak devi, ketika dea dan devi masuk dea pun sedikit terkejut ternyata sang papih telah siuman.
" pantesan sih gak keluar keluar, ternyata papih udah sadar.." ujar dea setelah masuk ke dalam ruangan bara, dan seketika membuat dua orang itu langsung menengok ke arah dea.
" heheh maaf de.." ujar resa dengan terkekeh.
" yah gapapa sih res, tapi jangan sampek lupa gitu sama kita.." jawab dea.
" oh yah papih udah baik baik ajakan pih, udah enakan kah.." tanya dea mengalihkan pertanyaannya pada bara.
" kamu jangan khawatir sayang, papih udah baik baik ajah kok.." jawab bara pada anaknya agar tidak terlalu khawatir padanya.
" kalo gitu dea panggilin dokter dulu yah pih, biar meriksa keadaan papih meskipun udah baik baik ajah tapi tetep harus di priksa lagi pih.." ujar dea untuk bara agar mau di panggilkan dokter, dan bara pun mengangguki saran dari dea.
*********
Di lain tempat di keluarga BRAMANTYA.
tio dan venya sedang menyiapkan kepergiannya untuk menuju kota Y tempat anak nya tinggal.
setelah semua nya beres tio dan venya segera memasuki mobil dan meminta pak bagus untuk segera melajukan mobil nya untuk menuju kota Y.
__ADS_1
hari yang panas mulai berlalu dan bergantikan sore hari perjalanan yang di lakukan tio dan venya pun akhir nya terhenti dan sampailah di rumah milik resa yang berada di kota Y.
Haiiiiii readeeeeeers makasiih untuk kalian yang sudah mendukung author, jadi semakin semangat nulis nya, jangan lupa selalu dukung novel ini, kritik dan saran nya boleh donk di tinggal di kolom komentar agar author bisa menulis dan mengarang cerita lebih bagus lagi, semoga selalu suka di setiap episode nya ..Love you all😍