
Ketika semua orang merasa khawatir akan keadaan resa, sama hal nya pada bara yang terus mondar mandir di depan ruangan operasi yang sedang berlangsung.
" Klek " suara pintu ruangan operasi itu terbuka dan membuat bara berhenti dari langkah yang tidak jelas nya dan semua keluarga langsung berdiri dari duduk nya.
" Dokter.. gimana kondisi istri dan anak saya.." cecar bara pada dokter yang baru keluar dari ruangan operasi itu.
" puji syukur pak bara.. operasi yang di lakukan pada bu resa berhasil.." jawab dokter itu yang membuat bara dan seluruh keluarga dapat bernafas dengan lega.
" ooohhh tuhan syukur lah.. tapi gimana dengan anak saya dok.." tanya bara lagi yang kini tertuju pada kondisi anak nya.
" kondisi anak pak bara juga bagus, meskipun dia lahir dengan berat badan kurang dari satu kilo, tapi dia hebat pak sejauh ini kondisi nya baik, nanti kita akan mengecek lebih lanjut lagi pada anak pak bara, dan bu resa akan segera di pindah ke ruang perawatan.." jelas dokter laki laki itu dengan tersenyum.
" terimah kasih dok.." ucap bara dengan tulus pada dokter itu, dan di angguki oleh dokter itu.
*****
Dan kini disini lah mereka berada di depan ruang rawat resa setelah dari orang tua resa dan orang tua bara yang memang baru sempat datang menjenguk resa, dan lain hal nya dengan bara yang kini masih tetap setia menggenggam tangan resa yang masih belum tersar di dalam ruangan rawat vip itu.
" sayang... apa kamu tidak mau melihat anak kita ayo cepat lah bangun aku dan dia sungguh sangat membutuhkan mu.." ucap bara menggenggam tangan resa dengan terus menciuminya dan air mata nya yang terus lolos dari mata tajam nya itu.
di tengah kesedihannya, tiba tiba tangan yang selalu bara genggam dengan erat itu bergerak dengan pelan membuat bara langsung mengangkat kepala nya dan melihat ke wajah pucat resa.
" sayang.." ucap bara dengan lembut dan mengelus rambut resa dengan pelan.
resa yang merasa ada yang memanggil nya pun berusaha untuk membuka mata nya yang masih berat dan sulit untuk membuka.
melihat resa yang mulai membuka mata bara pun tersenyum dan berniat memanggil dokter.
" sayang sebentar yah, mas akan panggilin dokter buat kamu.." ucap bara dan kemudian dengan pelan melepaskan genggaman tangan nya pada resa.
__ADS_1
" Klek " suara pintu yang di buka oleh bara membuat kedua keluarga yang berada di luar langsung menolehkan pandangan nya pada bara.
" Mah.. pah.. resa udah siuman bisa kah kalian memanggilkan dokter.." ucap bara pada semua orang yang berada si situ.
" benarkah bar.. menantuku sudah siuman, biar mama yang memanggil dokter.." ucap mama bara dengan antusias nya dan lalu menuju ke ruangan dokter yang bertugas memeriksa resa, dan bara yang kembali masuk ke dalam kamar perawatan resa.
setelah beberapa saat kepergian mama nya bara, akhir nya datanglah seorang dokter bersama mama bara.
" saya periksa dulu yah pak bara.." ucap dokter itu permisi pada bara, setelah masuk ke dalam ruangan bara.
" silahkan dok.." bara pun mempersilahkan dokter itu untuk memeriksa keadaan resa.
" puji syukur, dari sejauh ini kondisi bu resa sudah membaik dan semua nya pun stabil.." ucap dokter itu menjelaskan tentang keadaan resa seelah menempelkan stetoskop nya di dada resa.
" syukurlah kalau gitu dok.." ujar bara dengan perasaan lega nya.
" tidak dok.." jawab resa singkat dengan suara nya yang masih lemah.
" baiklah berarti keadaan bu resa sudah benar benar stabill.." ucap dokter itu dengan tersenyum.
" ohh yah sebentar lagi, bayi bu resa dan pak bara akan segera di pindah kesini yah pak, sesuai dengan permintaan pak bara.." ucap dokter, yang memang bara menginginkan anak nya agar di rawat sekamar dengan resa agar memudahkan resa menyusui bayi kecil nya itu.
" baik dok..terimah kasih yah dok.." jawab bara dengan tidak lupa mengucapkan rasa terimah kasih pada dokter yang menangani calon istri nya itu.
" yah pak bara sudah tugas saya melakukan yang terbaik untuk pasien saya, kalau begitu saya pamit untuk keluar pak permisi..!!" ucap dokter itu menjawab terimah kasih bara, dan segera pamit pada bara yang di angguki bara dan mempersilahkan dokter itu untuk keluar dan melanjutkan pekerjaan nya.
" Mas.." panggil resa dengan lemah.
" iya sayang apa kamu membutuhkan sesuatu.." jawab bara dengan langsung mendekatkan dirinya pada resa.
__ADS_1
" resa hauuss.." ujar resa yang merasa kerongkangan nya terasa kering.
bara yang mendengar permintaan dari istri nya itu pun dengan cekatan langsung menuangkan air putih ke dalam gelas yang memang sudah tersedia di atas nakas.
" ini sayang.." bara dengan cekatan membantu resa untuk sedikit mendudukkan dirinya agar memudahkan untuk minum, setelah usai bara kembali membaringkan tubuh resa.
" mas apa resa udah lahiran, apa bayi kita selamat mas.." tanya resa yang baru mengingat bila ia mengalami pendarahan dan setelah itu ia tidak mengingat apapun.
" iyah sayang, kamu udah lahiran dan syukur nya anak kita selamat.." jawab bara menjelas kan pada resa.
ketika obrolan di antara kedua nya berlangsung, tiba tiba saja pintu kamar rawat resa terbuka dan menampilkan dua suster dengan mendorong inkubator yang di dalam nya ada bayi mungil resa dan bara dengan suster yang satu lagi membawa wadah berisi air dan handuk kecil di tangan nya..
" selamat pagi bu resa dan pak bara.." ucap kedua suster itu serentak.
" selamat pagi.." jawab bara dan resa bersamaan.
" apa asi bu resa sudah keluar.." tanya suster yang tengah membawa wadah berisi air itu dan satu lagi membawa inkubator yang di dorong nya tepat berada di samping brankar resa.
" pas umur kandungan saya 4 bulan udah keluar sus, tapi kalo untuk saat ini saya tidak tahu.." jawab resa dengan pandangan nya yang trus tertuju pada inkubator yang ada bayi kecil nya di dalam.
" baik lah kalau seperti itu, saya meminta izin untuk memeriksa nya yah, karna asi bu resa sangat penting untuk pertumbuhan bayi prematur bu resa..." jawab suster itu.
" baik sus silahkan.. " jawab resa yang masih trus fokus pada pandangan nya sedangkan pandangan bara kini tengah memperhatikan apa yang suster itu lakukan.
" maaf yah bu.." ucap suster itu lalu membuka satu persatu kancing baju resa, yang memang di khususkan untuk pasien di rumah sakit itu.
dan kala suster itu sudah membuka di bagian dada resa yang menonjol secara sempurna, membuat bara yang trus memperhatikan itu langsung menelan ludah nya kala melihat p**u**ra resa yang begitu sangat menggoda karna ukuran nya yang semakin membesar mungkin karna asi yang masih belum di keluarkan.
HAPPY READING READERRS.. 1 BAB DULU YAH KARNA SEHARIAN INI AUTHOR SIBUK KESANA KESINI BELUM LAGI NGURUSIN BALITA, TAPI SEMOGA KALIAN SELALU SUKA DAN AUTHOR AKAN USAHAKAN UNTUK UP SETIAP HARI..LOVE LOVE LOVE UNTUK KALIAN,😍😍
__ADS_1