
Yoga ingin melihatnya. Dan saat melihatnya, saat itu juga Yoga terpana. Ternyata memang benar jika Naira ikut hadir di sana.
Dia ...?!
Yoga melihat Naira datang ke acara pesta ulang tahun Indri dengan gaun yang begitu cantik. Yoga terpesona. Ia terpana bak melihat seorang dewi turun dari khayangan. Naira pun tampak bercakap-cakap dengan temannya di sana. Ia begitu cantik jelita.
Apakah ini pertanda untuk kami? Mengapa akhir-akhir ini aku selalu bertemu dengannya?
Tak tahu mengapa Yoga bertemu kembali dengan Naira. Namun, kali ini dengan versi yang berbeda, tidak seperti biasanya. Keduanya mengenakan pakaian formal untuk menghadiri acara pesta. Dan ya, Yoga terpana melihat kecantikan Naira yang berdiri di ujung sana. Yoga pun memerhatikan Naira sambil tersenyum bahagia.
Aku harus mengajaknya berdansa.
Lantas Yoga pun berniat untuk mengikuti acara dansa. Ia segera mendaftar ke Lusi untuk mengikuti acaranya. Dan tentu saja ia juga mencantumkan nama Naira tanpa sepengetahuan Naira sendiri. Lalu apakah Naira akan marah padanya?
__ADS_1
Acara dansa...
Sosok gadis bergaun cokelat tengah berdiri di atas panggung. Ialah Indri yang merupakan teman SMA dari Yoga dan Eno. Tampak dirinya yang mengumumkan pasangan dansa malam ini. Ia juga meminta kepada pasangan dansa untuk memisahkan diri dari kelompoknya. Tampak Yoga yang menunggu namanya dipanggil bersama Naira. Namun, saat namanya dipanggil, ternyata pasangan dansa Yoga tidak dapat hadir di sana.
"Naira? Apakah Naira masih ada di sini?" tanya Indri kepada hadirin pesta ulang tahunnya.
Indri sudah memanggil nama Naira berulang kali. Namun, tidak ada jawaban. Ternyata Naira sudah tidak berada lagi di sana. Yoga pun memutar arah untuk mencari Naira. Tapi ia juga tidak menemukannya.
"Ke mana dia?" Lantas Yoga pun ingin mencarinya.
"Bentar, keluar dulu!" Yoga pun menjawabnya seraya berlalu pergi.
Yoga berjalan cepat keluar ruangan untuk mencari Naira. Ia akhirnya sampai di halaman depan rumah Indri. Matanya pun mencari-cari ke sekeliling arah. Tapi ternyata Yoga tidak juga menemukannya. Yoga kehilangan Naira.
__ADS_1
"Mungkin telepon saja."
Lantas Yoga pun menelepon Naira untuk menanyakannya. Namun, telepon Yoga juga tidak diangkat oleh Naira. Yoga jadi bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada Naira. Mengapa Naira pergi begitu saja dari acara pesta? Yoga menginginkan jawabannya dari Naira.
Esok harinya...
Hari ini cuaca kurang bersahabat. Yoga pun terbangun dari tidur dan melihat hujan turun lebat dari balik kaca jendela kamarnya. Ia kemudian mengambil ponsel untuk mengeceknya. Tapi ternyata tidak ada balasan pesan juga dari Naira. Pesan yang dikirim masih centang dua alias belum terbaca.
Mungkin aku pinjam mobil kakak saja.
Lantas Yoga pun beranjak keluar kamarnya. Ia ingin menemui kakaknya di kamar sebelah. Namun, saat ingin mengetuk pintu, saat itu juga niatannya hilang seketika. Ia mendengar hal yang tidak-tidak dari kamar kakaknya.
"Zeon, sudah. Ah! Kita telah bermain berulang kali semalam." Terdengar suara Tania dari dalam sana.
__ADS_1
"Aku belum puas. Aku masih ingin, Tania. Uuh ...." Suara kakaknya juga ikut terdengar dari dalam kamar.
Yoga menelan ludahnya. Ia merasa telah salah waktu datang ke kamar kakaknya. Ia pun melihat jam di dinding ruangan yang sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Yoga tidak jadi meminjam mobil kakaknya. Ia mengurungkan niat lalu bergegas mandi. Ia ingin menemui Naira hari ini.