MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Tawaran Perjanjian


__ADS_3

"Ya, Tuan? Ada yang bisa dibantu?" tanya resepsionis segera.


"Em, maaf. Tadi aku seperti melihat kakakku. Kalau boleh tahu siapa nama pria yang baru saja datang ke sini?" Yoga menanyakan kepada resepsionis itu.


"Oh, sebentar Tuan." Resepsionis itu pun segera mengeceknya. "Em, maaf. Bisakah saya melihat tanda pengenal Tuan terlebih dulu?" Resepsionis itu ingin tahu siapa yang menanyakan tamunya.


Yoga pun mengeluarkan tanda pengenalnya. Resepsionis itu juga segera melihatnya. "Em, baik. Terima kasih." Dia kemudian mengembalikan tanda pengenal Yoga. "Nama pria yang barusan adalah Zeon Johnson. Apakah benar kakak Tuan?" tanya resepsionis itu.


Zeon Johnson? Jadi kakak memakai nama tuan Johnson di belakang namanya?


Yoga pun terkejut saat mengetahui nama Zeon sekarang. Yang mana telah memakai nama Johnson, pemilik LFS yang sebenarnya. "Em, ya. Dia memang kakakku. Berapa lama dia akan menginap di sini?" tanya Yoga kembali.


Resepsionis itu mengecek lagi. "Untuk dua malam, Tuan. Apakah ada hal yang harus kami lakukan?" tanya resepsionis itu.


Yoga berpikir keras. Ia ingin mengetahui apa yang Zeon lakukan bersama Tiara di kamar hotel. Tapi ia juga tahu jika tidak bisa meminta izin melihat CCTV kamar itu.


"Aku ingin menemuinya saja. Nomor berapa ruangannya?" Yoga pun menanyakannya.

__ADS_1


Pada akhirnya ia berniat untuk menghampiri Zeon langsung di kamarnya. Yoga ingin tahu apa yang sang kakak lakukan. Dan apakah benar Tiara adalah alasan Zeon tidak pulang ke apartemen dan meninggalkan Tania begitu saja?


Di kamar 066...


Tiara dan Zeon memang sedang berada di kamar hotel bintang tiga. Tampak keduanya duduk di kursi dengan meja kecil yang memisahkan. Tiara sedang membaca perjanjian yang Zeon berikan. Yang mana Zeon tidak mengalihkan pandangannya saat menatap Tiara. Tiara pun akhirnya tahu apa isi perjanjian itu. Ia tampak menimbang ulang akan tawaran Zeon.


"Kau akan lebih bahagia jika mau menerima kesepakatan yang kuberikan. Tiap bulan bisa mendapatkan gaji tanpa perlu bekerja keras," tutur Zeon kepada Tiara.


Tiara mengerti apa maksud Zeon kepadanya. Yang mana Zeon berniat menjadikan Tiara kucing peliharaannya. Tapi entah mengapa Tiara seperti merasa keberatan.


"Lima juta untuk satu bulan? Sepertinya terlalu kecil, Tuan." Tiara tampak tidak tertarik.


Tiara meletakkan perjanjian itu ke atas meja. "Jika Tuan membayarku lima juta dalam satu bulan sedang menginginkannya tiap hari, rasa-rasanya aku akan merugi," kata Tiara lagi.


Zeon menganggukkan kepala. "Lalu?"


"Aku menginginkan satu juta dalam satu kali pertemuan." Tiara bernegosiasi dengan Zeon.

__ADS_1


Gadis ini, ternyata pintar juga.


Zeon pun tersenyum simpul. "Kau yakin bisa memuaskanku dalam setiap kali pertemuan?" tanya Zeon kepada Tiara.


Tiara tertawa, ia begitu berani berkata. "Tentu saja. Aku yakin bisa." Dengan penuh percaya diri ia mengatakannya.


Zeon memandang Tiara dengan senyuman penuh makna. Ia tak menyangka jika Tiara akan jor-joran mengatakan hal ini kepadanya.


"Baiklah. Satu juta dalam satu kali pertemuan. Tapi jika dalam satu bulan hanya menginginkannya sekali, maka jangan salahkan aku jika kau menderita kerugian."


Zeon meminta Tiara menimbang ulang. Saat itu juga Tiara mulai ragu. Tapi ia yakin bisa memuaskan Zeon di atas ranjang. Dengan kecantikannya, dengan tubuh muda yang dimilikinya. Tiara bak daun muda yang sangat gurih untuk dijadikan lalapan.


.........


...Tiara...


__ADS_1


...Zeon...



__ADS_2