MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Tertarik?


__ADS_3

...Naira...



...Zeon...



...... ...


"Ap-apa?!" Saat itu juga Naira terkejut mendengarnya.


"Permisi. Mengantarkan pesanan."


Pintu ruang makan mereka akhirnya diketuk oleh seorang pelayan. Tampak pelayan itu membawakan pesanan Zeon dan Naira. Berupa hidangan laut yang menggugah selera.


"Silakan Tuan, Nona." Pelayan pun mempersilakan keduanya menyantap makanan.


Zeon mengangguk. Ia kemudian memberikan tip kepada pelayan itu. Berupa tiga lembar uang pecahan terbesar. Naira pun melihatnya. Sontak ia kaget dengan kedermawanan Zeon.


"Aku seorang CEO sebuah perusahaan yang bergerak di bidang olahan makanan. Dan aku sudah membuka sepuluh cabang yang tersebar di tiap-tiap kota. Usiaku juga sudah dua puluh delapan tahun, tapi aku masih sendiri sampai sekarang." Zeon menceritakan dirinya. Entah mengapa ia berkata demikian kepada Naira.

__ADS_1


Naira meneguk jus alpukat yang dipesannya. Ia tidak berkata apa-apa.


"Aku sudah ingin menikah. Tapi pekerjaanku saat ini tidak bisa diajak kompromi. Setidaknya aku harus menunggu tiga sampai lima tahun lagi baru bisa menikah. Tapi aku juga tidak bisa membohongi hati yang kesepian karena tidak mempunyai kekasih. Maka bisakah Nona membantu mencarikannya?" Zeon mulai merayu Naira.


Naira menelan ludahnya. Ia tak mengerti mengapa Zeon berkata seperti itu padanya. Tak lama kemudian ponselnya pun berdering. Naira kemudian melihat siapa yang meneleponnya.


Yoga?


Dan ternyata Yoga lah yang menelepon Naira.


Ini kesempatan bagus.


Sedang Zeon sendiri merasa jika ini adalah kesempatan bagus untuk mengetahui bagaimana Naira yang sesungguhnya. Ia kemudian bertanya siapa yang menelepon Naira.


"Em, Tuan. Maaf, boleh aku angkat sebentar?" Naira meminta izin untuk mengangkat teleponnya.


Zeon mengangguk. Ia mengizinkannya. Naira pun kemudian menjauhkan dirinya dari Zeon. Zeon pun memerhatikan Naira.


Pasti itu Yoga.


Zeon yakin benar jika yang menelepon Naira adalah adiknya. Tak lama Naira pun mengangkat teleponnya..

__ADS_1


"Halo?" jawab Naira.


"Naira, aku sudah tiba di tempat yang semalam kita lihat. Kau di mana? Aku ingin mengajakmu makan siang bersama," kata Yoga dari seberang telepon.


Saat itu juga Naira menelan ludahnya. Ia khawatir Yoga akan marah. Naira pun menoleh ke belakang, melihat Zeon yang mulai menyantap hidangannya.


"Em, Yoga. Aku sedang makan siang di luar. Nanti kuhubungi lagi ya?" Naira berkata demikian kepada Yoga.


Saat itu juga hati Yoga serasa patah mendengarnya. "Makan siang di mana? Bersama siapa? Bolehkah aku bergabung dengan kalian?" tanya Yoga segera.


Naira kembali menelan ludahnya. "Ini makan siang hubungan bisnis. Maaf, ya. Nanti kuhubungi kembali. Sampai nanti." Naira pun segera mematikan sambungan teleponnya.


Naira ....


Saat itu juga hati Yoga terasa pecah. Ia tak menyangka jika Naira akan mengabaikan kedatangannya. Ya, Yoga datang untuk menemani Naira menghias acara pesta. Tapi ternyata Naira tidak menghiraukan kehadirannya yang sudah berada di sana. Yoga pun mulai berpikiran kacam-macam tentang Naira.


Aku harus tahu dengan siapa dia makan siang. Mengapa dia sampai mengabaikanku seperti ini? Apakah dia sudah mempunyai kekasih?


Pada akhirnya Yoga berniat menunggu Naira datang. Ia ingin tahu Naira diantar oleh siapa. Yoga menunggu Naira di halaman parkir pesta.


Satu jam kemudian...

__ADS_1


Naira dan Zeon sudah selesai makan siang bersama. Tepat pada pukul dua belas siang, mereka kembali ke lokasi acara. Zeon pun membukakan pintu mobilnya untuk Naira.


__ADS_2