MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Curiga


__ADS_3

Naira tersenyum kepada Yoga. Ia merasa senang karena Yoga telah perhatian kepadanya. Yoga pun ingin mengusap kepala Naira. Tangannya itu sudah terangkat ke atas. Tapi ia tidak jadi melakukannya.


"Kalau begitu aku pamit." Yoga pun berpamitan kepada Naira.


Naira mengangguk. Ia melepas kepergian Yoga. Yoga pun segera masuk ke dalam mobilnya. Dia melambaikan tangan ke Naira lalu melaju pergi. Naira pun membalas lambaian tangan Yoga. Saat itu juga Naira tidak bisa lagi menahan senyumnya.


Tuhan, terima kasih. Akhirnya aku dan Yoga bisa seperti dulu lagi.


Ia pun masuk kembali ke rumah dengan senang hati. Sang bibi pun menyadari perubahan roman wajah keponakan suaminya. Bibi Naira merasa jika Naira sedang jatuh cinta. Ia pun tidak melarangnya.


Di perjalanan...


Yoga segera melaju pergi dari kediaman bibi Naira ke rumah kontrakannya. Tapi saat memasuki jalan raya, Yoga seperti melihat mobil yang ia kenal melaju di hadapannya. Yang mana lampu merah menjadi saksi Yoga melihat siapa gerangan yang berada di dalam mobil itu. Dan ternyata seorang gadis yang ia kenal tengah berada di sana. Ialah Tiara yang berada di mobil Zeon saat ini.


Tiara dan kak Zeon bersama? Mereka mau ke mana?

__ADS_1


Yoga melihat jam di tangannya. Dan saat ini sudah pukul delapan malam. Ia merasa curiga karena seharusnya jam pemotretan sudah usai. Lantas ia pun mencoba mengikuti ke mana mobil Zeon pergi. Yoga merasa harus tahu ke mana keduanya menuju. Dan pada akhirnya ia melihat mobil Zeon memasuki halaman parkir sebuah hotel bintang tiga yang ada di ibu kota. Saat itu juga Yoga jadi bertanya-tanya.


Kakak ke hotel bersama Tiara? Apakah ada pemotretan di sana? Semalam ini?


Yoga pun semakin curiga. Ia kemudian menelepon Tania untuk memastikan jika yang dilihatnya bukanlah Zeon dan Tiara. Tak lama telepon Yoga pun diangkat oleh Tania.


"Halo?" Tania menjawabnya.


"Kau di mana, Tania?" Yoga segera menanyakan sambil melihat lebih jelas siapa yang keluar dari mobil itu. Yoga melihatnya dari jarak jauh.


"Kakak tidak pulang?" tanya Yoga lagi.


Tania mengembuskan napasnya. "Tidak. Aku sudah mencoba meneleponnya, tapi tidak diangkat," terang Tania kepada Yoga.


Yoga mengerti. "Baiklah. Aku akan mencoba menghubungi kakak sekarang." Yoga pun segera mengakhiri sambungan teleponnya dan Tania.

__ADS_1


Yoga kemudian lekas-lekas menelepon Zeon. Ia sambil memerhatikan seseorang yang mirip kakaknya masuk ke dalam hotel. Tak lama telepon Yoga pun diangkat oleh Zeon.


"Ada apa?" Zeon ternyata mengangkat telepon dari Yoga.


Yoga segera beralasan. "Aku ingin membicarakan gerai yang kucek tadi, Kak." Yoga menjawabnya.


"Aku masih sibuk malam ini. Besok saja." Tak lama sambungan telepon Yoga pun dimatikan oleh Zeon.


Yoga semakin curiga jika yang bersama Tiara masuk ke dalam hotel itu adalah benar kakaknya. Ia kemudian diam-diam mengikutinya. Yoga ikut memarkirkan mobilnya di halaman parkir hotel. Ia juga menuju resepsionis hotel. Yoga ingin membuktikan sendiri siapa yang dilihatnya.


Jika benar itu kakak, berarti alasan dia tidak pulang ke apartemen adalah Tiara. Tapi apa yang mereka lakukan di sini? Apakah mereka check in?


Yoga bertanya-tanya sendiri. Ia kemudian memerhatikan sepasang insan yang memasuki lift hotel bersama. Yoga pun segera ke resepsionis untuk menanyakannya.


"Permisi." Yoga menyapa resepsionis hotel.

__ADS_1


__ADS_2