MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Tujuan Yang Sama


__ADS_3

Melamar jadi model? Ini suatu kebetulan yang aneh sekali. Mengapa aku bisa bertemu dengannya ya?


Yoga bertanya-tanya dengan pertemuannya hari ini. Di mana ia tanpa sengaja hampir menabrak seorang gadis saat ingin memasuki kawasan rumah sewanya. Dan kini ia mengobrol bersama gadis itu, yang mana mempunyai arah tujuan yang sama. Yoga berniat ke LFS hari ini juga.


LFS adalah singkatan dari Luxury Food Street, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang olah makanan yang membuka banyak cabang di berbagai tempat. Zeon sendiri adalah pemimpin perusahaan dengan Yoga sebagai pengawas kinerja karyawan. Dan kini ada seorang gadis yang ingin menjadi model makanan yang akan dipasarkan. Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, gadis itu tidak perlu bersusah payah untuk menemui penanggung jawab perusahaan. Karena ia bertemu langsung dengan Yoga yang merupakan adik dari Zeon sendiri.


"Em, siapa namamu?" tanya Yoga kembali.


"Tiara. Namaku Tiara Andini." Gadis itu menyebutkan namanya.


"Oh ...." Yoga pun mengangguk-angguk.


"Tuan, apa Anda baik-baik saja?" Gadis itu pun merasa aneh saat ia menuturkan tujuannya kepada Yoga.


"Em, tidak." Saat itu juga Yoga menghidupkan mesin mobilnya. "Aku akan mengantarkanmu ke gedung itu." Ia tersenyum lalu mulai melajukan mobilnya.


Yoga kemudian pergi dari apotek tersebut lalu melaju ke gedung LFS, tempat di mana ia juga bekerja. Tapi ia belum menunjukkan siapa dirinya kepada gadis itu. Yoga masih menutupinya. Ia biarkan sang gadis tidak mengenali dirinya. Ia berharap pertemuan ini hanya sebatas pertemuan biasa. Yoga tidak berharap lebih kepadanya.

__ADS_1


Namun, apakah benar tidak akan terjadi apa-apa pada keduanya? Sedang Yoga dan Tiara akan menjadi teman satu perusahaan? Lalu bagaimana sikap Zeon saat melihat Tiara yang cantiknya seperti boneka?


.........


...Tiara...



.........


Selepas mengantarkan Tiara ke gedung LFS, Yoga kembali ke rumah kontrakannya. Ia membersihkan sendiri hunian barunya hingga sore tiba. Dan kini pemuda tampan itu baru saja selesai mandi setelah berkotor ria.


Ia kemudian mengambil kaus oblong dan juga celana pendeknya. Tapi di tengah-tengah itu dering ponsel menyadarkannya. Lantas Yoga pun segera mengenakan pakaian lalu mengangkat telepon tersebut. Yang mana nomor tak dikenal lah yang meneleponnya.


"Halo?" katanya seraya duduk di pinggir kasur.


"Yoga, tolong jangan matikan sambungan teleponnya." Seseorang pun berkata demikian kepada Yoga.

__ADS_1


Saat itu juga Yoga berusaha mengenali suara yang meneleponnya. "Naira?" Ia pun menyebut satu nama.


"Yoga, kita harus bicara. Bisakah jemput aku pulang kuliah sore ini?" tanya seseorang yang mengaku bernama Naira.


Yoga terdiam. Ia melihat jam di dinding kamarnya. Ia pun ingin memenuhi permintaan seseorang tersebut. Tapi, saat itu juga kenangan kurang menyenangkan teringat kembali di benaknya.


"Em, aku sibuk." Yoga pun berkata seperti itu.


Terdengar suara sendu dari seberang sana. "Kau masih marah padaku? Tidak bisakah kujelaskan apa yang terjadi kemarin?" pinta seseorang itu lagi.


Yoga mengembuskan napasnya. "Aku sudah harus bekerja. Mungkin lain kali kita bisa bertemu kembali. Sampai nanti ya, Naira." Yoga pun mematikan sambungan teleponnya.


Yoga ....


Saat itu juga seseorang itu merasa sedih dengan tanggapan Yoga. Ia berkecil hati sekaligus merasa bersalah dengan apa yang pernah terjadi. Ia menyesalinya.


Dia sekarang sudah membenciku. Tak lagi ingin bertemu denganku.

__ADS_1


__ADS_2