MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Ngedate?


__ADS_3

Malam ini menjadi malam pertama bagi Naira dan Yoga duduk bersama setelah terjadi kesalahpahaman. Tampak keduanya menatap rembulan dari taman kota yang ramai. Naira pun membelikan Yoga secangkir kopi hangat. Sontak Yoga terkejut menerimanya.


"Kau menraktirku?" Yoga menerima kopi itu.


Naira tersenyum. "Sekali-kali tak apa, bukan?" tanya Naira lalu mulai menikmati kopi yang dibelinya.


Yoga tersenyum. Keduanya duduk bersama di atas rerumputan taman kota. Tampak pemuda-pemudi mulai berdatangan ke sana untuk menyambut akhir pekan yang indah. Begitu juga dengan Naira dan Yoga.


"Besok kau libur?" Yoga kembali bertanya pada Naira.


"He-em. Tapi besoknya lagi full time," jawab Naira segera.


Yoga terdiam sejenak. Ia berpikir. "Aku belum bisa mendapatkan libur. Akan ada gerai baru yang dibuka di luar kota. Kemungkinan akan sibuk dua sampai tiga hari ke depan." Yoga menceritakan.

__ADS_1


"Jadi kau akan menginap di luar?" tanya Naira ingin tahu.


Yoga menoleh ke Naira yang duduk di sisinya. Ia kemudian mengangguk. "Mungkin kalau sudah mendapatkan libur, kita bisa berlibur bersama," kata Yoga lagi. Ia memiliki niatan untuk berlibur bersama Naira. Saat itu juga Naira merasa tersipu sendiri.


Perasaanku aneh sekali. Aku ingin selalu berada di dekatnya. Apakah ini yang dinamakan cinta?


Yoga adalah pria pertama yang dekat dengan Naira. Sedang Naira adalah wanita ke dua setelah Tania yang disukai oleh Yoga. Yoga menyukai Tania. Tapi ia juga tahu jika hal itu tidak mungkin dilakukannya. Sehingga ia mencoba mengalihkan perasaannya ke wanita lain agar hatinya tidak memikirkan Tania. Dan akhirnya pilihannya itu jatuh ke Naira.


Naira sendiri mulai tertarik kepada Yoga. Kesalahpahaman yang terjadi membuatnya memikirkan Yoga hampir sepanjang hari. Rasa tidak enak di dalam hatinya membuat Naira mulai merasakan getaran yang berbeda. Naira pun mulai merasa nyaman saat bersama Yoga. Ia ingin selalu bersama adik dari Zeon itu. Tapi Yoga mempunyai kesibukan yang tidak bisa ditinggalkannya.


Satu jam kemudian...


Sepasang muda-mudi itu sedang berjalan bersama di sepanjang jalan yang ada di taman kota. Keduanya tampak malu-malu berdekatan di depan publik. Tapi dinginnya malam ini membuat naluri Yoga bergerak sendiri. Ia pun pelan-pelan meraih tangan Naira yang berjalan di sampingnya. Sontak Naira terkejut dengan sikap Yoga.

__ADS_1


Dia?!!


Entah mengapa perasaan ingin selalu bersama itu semakin besar di hati Naira. Sedang Yoga sendiri memalingkan pandangannya karena khawatir Naira tidak menyukai tindakannya. Hati Yoga pun harap-harap cemas terhadap penolakan yang akan diberikan. Tapi nyatanya Naira malah melakukan sebaliknya. Naira memberanikan diri untuk merebahkan kepalanya di bahu Yoga. Saat itu juga Yoga menoleh cepat ke arah Naira. Ia melihat sang gadis sedang bermanja dengannya.


Naira ....


Yoga pun berhenti melangkahkan kaki di tengah lampu taman kota yang terang. Sedang kedua tangan itu masih berpegangan dengan erat layaknya tidak mau lepas.


"Naira ...." Yoga menyebut nama Naira.


"Ya?"


Naira pun segera mengangkat kepalanya. Ia melihat Yoga. Keduanya berdiri berhadapan di tengah taman kota yang indah.

__ADS_1


"Maukah ...," Yoga pun tampak mulai bicara.


Naira menantikannya. Ia harap-harap cemas terhadap apa yang akan Yoga katakan padanya.


__ADS_2