MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Curiga


__ADS_3

Apa dia sedang mengancamku? Atau memintaku menyerah?


Lantas Tania tidak bisa berkata apa-apa. Ia terdiam di dalam kamar dan membiarkan Zeon masuk ke kamar mandi untuk berangkat kerja segera. Sedang dirinya menyesali amarahnya yang baru saja dilampiaskan. Tania takut kehilangan Zeon. Ia begitu mencintai Zeon dengan sepenuh hatinya. Ia tidak ingin Zeon mendua.


Beberapa jam kemudian...


Saat ini pukul sepuluh pagi waktu ibu kota dan sekitarnya. Yoga pun masih berkeliling ruangan kantor untuk mengecek kinerja karyawan. Hingga akhirnya ia melihat seorang gadis keluar dari lift. Saat itu juga Yoga terkejut dengan siapa yang dilihatnya. Ternyata Tiara lah yang datang ke kantornya.


Dia datang lagi? Apakah kemarin tidak sempat menemui kak Zeon?

__ADS_1


Tiba-tiba saja rasa penasaran itu ada padanya. Ia lantas memerhatikan Tiara yang sedang berbicara dengan salah satu karyawan di dekat lift. Sampai akhirnya karyawan tersebut mengantarkan Tiara masuk ke ruangan Zeon. Yang mana Zeon juga baru sampai ke kantornya. Yoga pun ingin tahu ada perihal apa Tiara datang kembali ke kantor kakaknya. Ia segera menuju ke ruang kakaknya yang berada di ujung sana.


"Jadi namamu Tiara Andiri?" tampak Zeon yang melihat CV milik Tiara.


Pintu ruangan Zeon ternyata tidak terkunci sempurna. Yoga pun bisa mendengar pembicaraan itu dari balik celah kecil yang ada di pintu. Ia lantas berpura-pura mencari dokumen yang ada di samping pintu ruangan Zeon, sambil mendengarkan apa yang Zeon katakan kepada Tiara.


"Sebenarnya kami bukanlah perusahaan yang bergerak di bidang modeling. Perusahaan ini bergerak di bidang olah makanan yang sudah mempunyai banyak cabang. Tapi kami membutuhkan model untuk memasarkan produk kami. Dan sepertinya Nona terlihat memenuhi persyaratan itu. Tapi apakah Nona siap untuk memenuhi semua keinginan perusahaan?" tanya Zeon dengan tegas.


"Saya siap, Pak. Memangnya apa saja syaratnya?" tanya Tiara yang polos.

__ADS_1


Zeon menutup CV milik Tiara. Ia kemudian menggabungkan kedua tangannya di atas meja sambil melihat Tiara yang duduk di depannya.


"Menjadi seorang model apalagi model tetap sangat berisiko sekali. Selain harus ramah tamah kepada setiap relasi perusahaan, seorang model juga harus siap untuk berani tampil terbuka di hadapan publik. Terlebih di depan kamera. Pakaian apapun yang diberikan harus dipakai." Zeon menjelaskan.


Tampak Tiara yang memikirkannya.


"Jika kau berminat, akan ada uang muka sebesar lima juta untuk kontrak awalmu di perusahaan. Setelah iklan dirilis, kau akan mendapatkan tambahan lima juta lagi. Dan jika iklan yang dibintangi diminati banyak orang, lima juta akan kau dapatkan kembali. Bagaimana, Nona?" Zeon menjelaskan secara rinci honor yang akan didapatkan Tiara.


Sebagai seorang gadis yang masih berstatus siswi di salah satu sekolah menengah atas, tentu saja uang yang disebutkan Zeon sangatlah banyak. Terlebih pekerjaan yang akan dilakukan tidaklah berat. Tapi rupanya hal itu membuat Yoga sedikit khawatir. Ia jadi berpikiran lain saat mendengar pembicaraan ini. Ia pun ingin menemui Tiara kembali.

__ADS_1


__ADS_2