MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Prasangka


__ADS_3

Dia tidak membalas pesanku?


Yoga tampak duduk diam di depan meja kerjanya. Ia mengenakan setelan seragam kantor yang membuatnya terlihat tampan dan berwibawa. Zeon menempatkan dirinya di bagian pengawasan karyawan yang sedang bekerja. Tak ayal semua karyawan pun hormat padanya. Zeon tak segan memberi adiknya pekerjaan yang mapan.


Kini Yoga menunggu balasan pesan yang ia tanyakan kepada Naira. Yoga bertanya Naira pulang jam berapa hari ini. Ia berniat menjemput Naira di kampusnya. Tapi nyatanya sang gadis malah ketiduran dan tidak sempat membalas pesannya. Alhasil Yoga dibuat menunggu kembali. Ia pun mulai gemas dengan Naira. Gadis yang menarik perhatiannya. Yoga sudah bisa melupakan Tania, kekasih kakaknya.


"Nanti kutelepon lagi saja."


Lantas Yoga kembali meneruskan pekerjaannya. Ia menepiskan pikiran tentang Naira. Tanpa sadar jika sang kakak memerhatikannya dari depan ruangan. Zeon menyadari jika sang adik telah jatuh cinta. Ia pun tersenyum sendiri di sana.


Dia sudah dewasa.


Zeon kemudian melanjutkan aktivitasnya. Kembali masuk ke ruangan untuk melihat perkembangan pasar saham. Zeon ingin membuat perusahaannya lebih maju dan berkembang. Ia mempunyai target yang harus dicapai. Dan ia akan semaksimal mungkin untuk mencapainya.

__ADS_1


Malam harinya...


Bintang-bintang bertaburan di angkasa. Begitu indah bak kerlipan permata. Di sana, di depan sebuah kampus favorit ibu kota tampak Naira yang dijemput seorang pria. Yang mana pria itu sangat antusias menunggunya. Hingga akhirnya Naira datang lalu segera masuk ke dalam mobilnya.


"Maaf, ya. Jangan marah," ucap Naira ke pria itu yang tak lain adalah Yoga.


"Sudah biasa," sahut Yoga lalu mulai menghidupkan mesin mobilnya.


Ada perasaan tak enak saat tidak membalas pesan dengan cepat. Ada penyesalan saat membuat Yoga harus menunggu lama. Kembali Naira melakukannya yang membuat ia tidak enak hati sendiri kepada Yoga. Ia pun tak mengerti mengapa harus seperasaan ini kepada Yoga. Padahal mereka tidak mempunyai hubungan apa-apa.


Yoga mulai melajukan mobilnya. "Besok akhir pekan. Aku ingin mengajakmu berlibur ke pantai." Yoga mulai menuturkan keinginannya.


"Em ...," Naira sedikit tak enak berterus terang. "Besok aku ada acara. Pagi-pagi harus menghias bunga di sebuah acara." Naira memberi tahu Yoga.

__ADS_1


Saat itu juga hati Yoga seperti patah. "Di mana?" tanya Yoga segera.


"Di ibu kota timur. Perumahan eksklusif bidara," jawab Naira.


"Perumahan eksklusif?" Yoga pun memikirkannya sambil terus mengemudikan mobilnya.


Naira kemudian mengambil kartu nama yang diberikan Zeon tadi siang. "Ini. Ke alamat ini. Aku mendapat pesanan rias ruangan untuk bunga-bunga yang terjual. Dan meriasnya di tempat ini." Naira menuturkan.


Yoga melihat alamat yang dimaksud. Tapi saat melihatnya, saat itu juga ia menyadari apa yang terjadi. Yoga tersadar jika kakaknya telah bertemu Naira siang ini.


Jadi dia diam-diam ingin mencari tahu siapa Naira?


Yoga terus melajukan mobilnya untuk mengantar Naira pulang. Ia pun memikirkan tindakan kakaknya yang diam-diam sudah bertemu Naira. Yoga khawatir jika kakaknya juga menyukai Naira. Yang mana membuat hatinya tidak rela. Selepas mengantar Naira pulang pun ia berniat untuk segera menemui kakaknya. Ia akan membicarakan hal ini kepada Zeon. Yoga tak ingin kakaknya menginginkan Naira. Ia tidak terima.

__ADS_1


__ADS_2