MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Datang


__ADS_3

"Aku setuju."


Pada akhirnya perjanjian itu disepakati. Zeon pun merasa tidak keberatan untuk memenuhi apa yang Tiara inginkan. Dan setelah ditandatangani, Zeon mulai melepas jaketnya. Tiara pun berlagak seperti baby sugar yang menggoda.


"Pelan-pelan, Tuan."


Zeon pun segera menyerang Tiara. Ia menidurkan Tiara di atas kasur dengan kasar. Zeon juga melepas sweter Tiara dengan paksa. Alhasil sweter itu robek karena ulahnya. Zeon pun mulai menciumi tubuh Tiara yang harum menggoda. Yang mana membuat libidonya naik sampai ke ubun-ubun kepala. Tapi, bersamaan dengan itu bel kamarnya berbunyi. Zeon pun segera menghentikan aksi.


"Siapa itu?"


Tiara yang sudah pasrah di atas kasur pun harus ditinggalkan oleh Zeon. Zeon harus membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang. Zeon kembali memakai jaketnya dengan kaus oblong yang tampak kumel. Namun, saat membuka pintu, saat itu juga Zeon terbelalak dibuatnya. Ternyata Yoga lah yang datang.

__ADS_1


"Kakak, maaf mengganggu." Itulah yang Yoga katakan pertama kali kepada kakaknya.


Beberapa menit kemudian...


AC kamar seolah menjadi saksi Zeon dan Yoga yang sedang berbincang di kamar nomor enam puluh enam. Tampak Tiara yang segera keluar dari kamar dan duduk di teras sendirian. Yoga tidak berkenan pergi sebelum mendapat penjelasan. Dan pada akhirnya Zeon pun harus menjelaskan.


"Aku tidak pulang ke apartemen karena merasa bosan. Tania sudah berani menuntut banyak padaku. Dia tidak mengerti posisiku yang banyak sekali urusan." Zeon menghisap puntung rokoknya.


Zeon tersenyum menyeringai. "Kau mau dengannya? Jika mau, ambillah. Aku juga sudah bosan dengannya." Zeon mengatakan.


Saat itu juga hati Yoga menjadi panas kala mendengar perkataan Zeon. Kakaknya itu benar-benar telah dibutakan dengan kesenangan duniawi hingga tidak berperasaan lagi. Yoga pun segera beranjak berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Kau akan menyesal dengan apa yang kau ucapkan malam ini. Selanjutnya aku tidak akan mencampuri urusan kalian lagi. Dan aku harap tidak diminta untuk menjaga teman tidurmu kembali. Cukup Tania saja." Yoga beranjak pergi.


Zeon tersenyum simpul. "Tunggu!" Zeon pun menahan kepergian Yoga. "Jangan bilang kau menyukai Tiara." Ia berkata seperti itu. Saat itu juga Yoga segera pergi meninggalkan kakaknya.


Yoga kecewa. Ia kecewa dengan sikap kakaknya yang tidak memikirkan bagaimana perasaan Tania. Padahal selama ini Tania telah setia kepada Zeon. Dan Yoga menjadi saksi perjalanan cinta mereka. Tapi malam ini Zeon secara terang-terangan mengatakan sudah bosan dengan Tania. Ia pun tidak bisa berada di sana lebih lama. Yoga khawatir tidak dapat menahan emosinya.


Tiara sendiri yang mendengar percakapan itu dari luar akhirnya menyadari jika Yoga dan Zeon adalah kakak beradik. Pemuda yang hampir menabraknya waktu itu ternyata adik dari seorang bos perusahaan tempatnya bekerja. Tiara pun mendengar sendiri jika Zeon sudah mempunyai seorang kekasih. Ia jadi berpikir kembali untuk meneruskan perjanjian ini. Tapi...


"Masih ingin terus duduk di situ?"


Zeon datang dan meminta Tiara untuk segera masuk ke kamar. Tiara pun lekas masuk dan menutup pintu terasnya. Saat itu juga Zeon meminta Tiara untuk melakukannya. Ia berdiri di hadapan Tiara sambil menantikannya. Dan pada akhirnya Tiara pun mau melakukannya.

__ADS_1


__ADS_2