MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Pertengkaran


__ADS_3

Seseorang itu memang benar adalah Naira. Naira memberanikan diri menelepon Yoga untuk mengurai kesalahpahamannya. Tapi ternyata Yoga tidak menanggapinya. Ia malah mematikan sambungan teleponnya. Yang mana membuat Naira berkecil hati karena sikap Yoga.


Lantas mahasiswi fakultas kedokteran itu merenung seorang diri di taman kampusnya. Ia menatap langit sore yang mulai terlukis semburat merah. Ia menghirup udara dalam-dalam agar tidak lagi merasa resah. Ia mencoba berlapang dada dengan sikap Yoga.


...... ...


...Naira...



...... ...


Esok harinya...


Pagi-pagi sekali Yoga datang ke kantor untuk menyelesaikan urusan pekerjaannya. Hari kemarin ia izin tidak masuk karena sedang tidak enak badan. Dan pagi ini ia berangkat pagi-pagi dari rumah kontrakan. Pukul setengah tujuh pun ia sudah sampai di tujuan.


Di ibu kota banyak sekali gedung bertingkat. Yang mana owner dari gedung tersebut berbeda dengan bos dari masing-masing perusahan. Di setiap satu gedung terdapat lima sampai belasan lantai bahkan puluhan. Yang mana di setiap lantainya disewakan.

__ADS_1


Kini Yoga berjalan masuk ke gedung perusahaan sambil membawa kunci mobilnya. Ia terlihat berwibawa dengan setelan jas berwarna hitam. Ia tidak kalah tampan dari Zeon, kakaknya. Ia pun segera menaiki lift untuk menuju lantai tujuan. Lantai lima dari gedung ini. Tampak keadaan kantor yang masih sepi.


.........


...Yoga...



.........


Lain Yoga, lain pula dengan Tania. Wanita berparas cantik yang merupakan seorang model itu tampak sedang marah kepada Zeon. Zeon yang masih mengenakan piyama tidurnya pun harus terkena lemparan bantal dari Tania. Wanita itu terlihat amat kesal.


Zeon menggelengkan kepalanya. "Apa maksudmu? Aku telah memenuhi semua yang kau pinta. Hal apa lagi yang masih kau permasalahan dariku?"


Pada akhirnya keributan itu terjadi setelah kejadian di pesta itu. Di mana Tania merasa kesal karena Zeon tidak memedulikannya demi Naira. Api cemburu menggerogoti hatinya. Terlebih Zeon diam saja, seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Tania pun dibuat kesal olehnya.


"Wanita tidak hanya butuh harta, Zeon. Kau harus tahu itu! Sampai sekarang kau belum memberi penjelasan padaku tentang siapa wanita itu. Kau pikir aku bisa tenang menjalani hidup ini dengan penuh banyak pertanyaan?!" Tania tampak berapi-api.

__ADS_1


Zeon mengusap wajahnya. Ia menarik napas dalam-dalam. "Jadi karena hal itu kau marah padaku?" Zeon menanyakannya.


"Ya. Apalagi?" Tania tidak Terima.


Zeon menghela napasnya panjang-panjang. "Baiklah. Aku akan berkata jujur padamu. Aku memang tertarik pada wanita itu. Tapi hanya sekedar tertarik. Tidak beniat untuk menjadikannya sepertimu." Zeon menjelaskan.


Saat itu juga hati Tania terasa sakit mendengarnya. Ternyata Zeon tertarik pada Naira. Walaupun Zeon bilang tidak berniat untuk menjadikan Naira sepertinya.


"Zeon, kau--"


"Sudahlah. Aku tidak ingin memperpanjang hal ini. Jika kau masih ingin terus bersamaku, maka menurutlah padaku. Jika tidak, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku masih banyak urusan yang harus diselesaikan. Aku tidak bisa hanya memikirkanmu." Zeon pun beranjak pergi meninggalkan Tania.


Zeon ....


Saat itu juga Tania mengerti apa maksud Zeon. Zeon tidak akan melarang Tania untuk pergi atau menahan untuk tetap bersama. Urusan Zeon terlalu banyak untuk segera diselesaikan. Tania pun harus memikirkan ulang akan kelanjutan hubungannya.


.........

__ADS_1


...Tania...



__ADS_2