MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Tukar Pikiran


__ADS_3

...Naira...



...... ...


"Berapa tangkai?" tanya Naira segera.


"Sepantasnya saja."


Yoga pun memintanya. Saat itu juga Naira segera membuatkannya menjadi buket bunga yang indah.


Satu jam kemudian...


Yoga datang ke kantor kakaknya lalu memberikan pesanan sang kakak berupa buket bunga untuk Tania. Zeon pun segera menerimanya dan meminta Yoga untuk menginap di tempat lain malam ini. Zeon ingin menghabiskan waktu bersama Tania. Yoga pun mengerti keinginan kakaknya.


Kini Yoga sedang duduk di taman seorang diri. Ia pun meneguk soft drink yang dibelinya tadi. Tapi entah mengapa bayang-bayang Naira teringat kembali di benaknya. Senyumnya, kerlipan matanya, seakan membius Yoga yang sedang sendiri. Yoga pun menyesali kenapa tidak meminta nomor ponsel Naira tadi.

__ADS_1


Dia cantik sekali. Imut dan juga meluluhkan hati. Apakah ini yang dinamakan pubertas menjelang dewasa? Ah, mungkin ini hanya perasaanku saja.


Yoga tak mengerti apa yang sedang terjadi padanya. Ia pun mencoba menghirup udara siang ini dengan suka cita. Hatinya itu entah mengapa berbunga-bunga kala teringat dengan Naira. Tapi saat itu juga ia teringat dengan Tania.


"Astaga. Aku tidak boleh memikirkannya. Dia kekasih kakakku sendiri."


Lantas dilema itu kembali melandanya. Wajah Tania kembali terbayang dan menyingkirkan Naira. Yoga tak mengerti mengapa ia mempunyai perasaan seperti ini. Ia harus mencari orang yang tepat untuk berdiskusi. Yoga pun memutuskan untuk pergi. Ia ingin menemui teman dekatnya lekas ini.


Malam harinya...


"Entahlah. Mungkin karena dia juga tidak sungkan padaku. Jadi aku merasa diperhatikan." Yoga menjawabnya.


Mobil Eno melintasi sebuah perguruan tinggi di dekat jalan. Saat itu juga pandangan Yoga tertuju kepada seorang gadis yang sedang menunggu jemputan. Yoga pun meminta Eno untuk berhenti melajukan mobilnya.


"No, berhenti!"


Sontak Eno pun menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Eno terheran-heran dengan sikap Yoga yang tiba-tiba meminta berhenti. Sedang Yoga sendiri tanpa memerhatikan seorang gadis yang sedang dijemput oleh seorang tentara.

__ADS_1


Itu siapa ya? Apakah suaminya? Tidak. Tidak mungkin. Dia masih sangat muda. Dia juga masih berstatus mahasiswi. Tapi siapa pria yang menjemputnya?


Yoga pun bertanya-tanya sendiri.


Gadis yang lihat Yoga adalah Naira. Naira dijemput oleh seorang pria berpakaian tentara di depan kampusnya. Yoga pun bertanya-tanya tentang sosok pria tersebut. Ia jadi menduga-duga jika itu adalah kekasih Naira. Eno sendiri tampak memerhatikan kawannya dan sesekali melihat ke belakang. Ia ingin tahu apa yang dilihat oleh Yoga.


"Kau melihat apa?" tanya Eno.


Tak berapa lama motor yang membawa Naira melintas di depannya. Yoga pun meminta Eno untuk segera mengikutinya.


"No, ikuti motor itu. Cepat!"


Yoga meminta. Eno pun tidak bisa menolaknya. Ia akhirnya mengikuti ke mana laju motor itu pergi. Yoga penasaran dengan pria yang menjemput Naira. Hatinya meminta untuk mencari tahu segera.


Pergantian hari...


Yoga bolak-balik miring ke kanan dan ke kiri saat menginap di rumah Eno. Ia tak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Ia melihat Naira masuk bersama pria berbaju tentara itu ke sebuah rumah. Yang mana membuat pikirannya ke mana-mana.

__ADS_1


__ADS_2