MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Tidak Rela


__ADS_3

Dua puluh menit kemudian...


Tania gelisah. Wanita cantik yang merupakan seorang model itu tidak bisa beristirahat di dalam kamarnya. Lantas ia pun keluar dari kamar dan berniat menemui Yoga. Tapi sesampainya di depan kamar Yoga, ia pun dikejutkan dengan pemandangan yang ada di hadapannya. Ternyata Yoga sedang sibuk mengemasi pakaiannya.


Dia ingin pergi?


Yoga sedang sibuk mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Tania pun memerhatikannya dari luar kamar. Ia ingin masuk tapi tidak berani tanpa seizin dari Yoga sendiri. Sehingga ia hanya bisa memerhatikannya dari luar. Saat itu juga Tania tak mengerti mengapa Yoga ingin pergi dari apartemen ini.


Yoga, apakah kalian bertengkar?


Ada perasaan bertanya-tanya di dalam hatinya. Ada perasaan sedih yang tiba-tiba menyelimuti hati Tania. Ia melihat sendiri Yoga memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper. Ia pun ingin menanyakan segera tentang sebab musababnya. Tapi langkah kakinya terhenti karena tidak berani memasuki kamar Yoga.


Baiklah. Kehidupanku akan segera dimulai.

__ADS_1


Pada akhirnya Yoga pun selesai mengemasi semua pakaiannya. Ia berjalan ke luar kamar. Tapi saat itu juga ia melihat Tania sedang berdiri di depan pintunya. Yoga pun kaget melihat Tania ada di sana.


"Yoga." Sementara Tania sendiri segera mendekati Yoga yang sedang membawa kopernya. "Kau ingin pergi dari apartemen ini?" tanya Tania segera dengan raut wajah yang sedih.


Yoga mengangguk. "Aku ingin mandiri. Lagipula tak enak satu atap dengan sepasang kekasih." Yoga berusaha tersenyum. Ia mencoba mencairkan suasana karena melihat Tania yang bersedih.


Tania menggelengkan kepalanya. "Jika kau pergi, siapa yang akan melindungiku nanti?" tanya Tania lagi.


Yoga tersenyum simpul di depan Tania. "Kak Zeon ada di sini. Aku melihat jadwal kerjanya senggang beberapa hari ke depan. Dua mingguan dia akan berada di dalam kota." Yoga menuturkan.


Yoga membesarkan hati Tania. "Kau sudah besar, Tania. Lagipula aku tidak bisa terus-terusan menebeng dengan kakak. Baik-baiklah di sini. Di sini juga aman." Yoga membalikkan badan, berniat untuk pergi. Tapi, saat itu juga Tania memeluknya.


"Yoga, kumohon jangan pergi."

__ADS_1


Dan begitulah yang Tania ucapkan saat memeluk Yoga dari belakang. Saat itu juga jantung Yoga berdetak kencang. Pendengarannya mendengar jelas Tania yang menginginkannya tetap berada di sini. Pelukan hangat dari Tania pun seolah merasuk ke jiwanya. Kedua tangan Tania yang melingkar di perutnya seakan menjadi saksi perasaan yang kembali tumbuh di hatinya.


Tania ....


Yoga pun menyadari jika di dalam hatinya masih terukir nama Tania. Tapi ia juga segera menepiskannya karena tahu jika Tania adalah kekasih kakaknya.


Yoga melepaskan pelukan Tania. Ia bersikap biasa agar tidak terbawa suasana. Ia pun berbalik ke arah Tania.


"Tania, tolong jangan peluk aku. Nanti kakak bisa salah paham. Apartemen ini banyak kamera CCTV-nya. Aku tidak ingin pertengkaran terjadi pada kalian."


Pada akhirnya Yoga pun bergegas pergi dengan berucap tegas ke Tania. Saat itu juga Tania merasa sendiri. Ia tidak lagi mempunyai teman di sana.


"Yoga!"

__ADS_1


Ia kemudian berusaha menahan kepergian Yoga. Tapi Yoga seolah tidak mendengar panggilannya. Dan pada akhirnya pintu apartemen itu tertutup dari luar. Tania pun berada sendiri di dalam. Ia merasa tidak mempunyai teman.


__ADS_2