MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Tak Menghiraukan


__ADS_3

Dia cemburu rupanya. Baiklah. Aku ingin tahu sampai di mana dia cemburu.


Pada akhirnya Zeon mendiamkan Tania. Ia tidak lagi menegur Tania. Zeon membalikkan badan lalu menuju sofa TV untuk merebahkan punggungnya. Saat itu juga Tania kesal bukan main. Ternyata Zeon tidak lagi memedulikannya. Tania lekas masuk ke kamar lalu membanting pintunya. Saat itu juga Zeon geram kepada Tania.


Apa aku terlalu baik padanya? Semakin hari dia semakin menjadi-jadi saja.


Lantas Zeon pun mengambil bungkus rokoknya lalu menghidupkan satu puntung rokok. Ia ingin menenangkan pikiran dari pertengkaran yang terjadi. Zeon tidak menginginkan Tania marah kepadanya. Ia hanya ingin Tania menurutinya saja. Tapi malam ini kekasihnya itu sudah berani melawannya. Tania melampiaskan kekesalannya.


Di lain tempat...


Seorang pemuda yang sedang beranjak dewasa tampak meminum minuman beralkohol rendah. Ialah Yoga yang kini sedang mampir ke kafe bersama Eno, temannya. Mereka pun bercakap-cakap di hari yang semakin larut ini. Eno pun membantu mencarikan Yoga tempat tinggal yang baru. Ia bersimpati atas apa yang terjadi pada temannya.

__ADS_1


"Aku rasa kau tidak seharusnya seperti ini, Ga." Eno meneguk minumannya.


"Jadi kau menyalahkanku?" tanya Yoga.


"Tidak, bukan begitu. Kalau kau ingin pindah tempat tinggal, aku tak masalah. Tapi jika kau sampai tidak bekerja karena gadis itu, aku rasa itu adalah sebuah kesalahan yang besar. Kita sebagai pria tidak boleh mencampuradukkan perasaan." Eno memberikan saran.


Yoga menghabiskan minumannya. "Aku rasa juga tidak akan memedulikannya. Biarlah dia berbuat sesuka hatinya. Toh, dia juga yang akan menanggungnya." Yoga mulai tak peduli pada kakaknya.


"Perusahaan olah makanan itu milik tuan Johnson. Dia memberikan ke kakak karena merasa berutang nyawa," jelas Yoga.


"Berutang nyawa?" tanya Eno lagi.

__ADS_1


"Ya." Yoga mengangguk. "Tuan Johnson hampir saja mati jika tidak ditolong kakak saat ada seseorang yang ingin membunuhnya. Kakak pun terluka parah karena terkena tembakan yang ditujukan untuk tuan Johnson. Pada akhirnya dia memberikan perusahaan itu kepada kakak dengan sistem pembagian hasil. Jadi kakak yang menjalankan sedang keuntungan dibagi dua sesuai kesepakatan." Yoga menuturkan.


Eno mengangguk-angguk. Ia kini mengerti mengapa Zeon bisa kaya mendadak dalam waktu beberapa tahun saja. Ternyata ada pembayaran utang budi atas nyawa yang terselamatkan.


"Sebenarnya kau sudah enak sekarang. Mendapat gaji tetap dan juga inventaris mobil seperti ini. Aku sarankan besok masuk kerja untuk melihat keadaan. Aku yakin kakakmu juga tidak akan mengusirmu dari perusahaan. Dia pasti tahu kapan menempatkan diri sebagai kakak, bos atau pimpinan. Jadi selagi bisa meraup pundi-pundi uang, kerjakan. Jangan malah berhenti hanya karena seorang gadis yang belum tentu mempunyai perasaan." Eno memberikan saran.


Yoga mengangguk. "Tapi malam ini aku berniat tidak pulang ke apartemen." Yoga mengatakan.


Eno mengerti. "Tak apa. Kadang manusia juga butuh sendiri." Eno mendukung keputusan Yoga.


"Terima kasih, No. Kau satu-satunya teman yang bisa kupercaya." Yoga pun mengajak Eno berjabatan tangan dengan erat.

__ADS_1


Eno adalah teman SMA Yoga. Tapi kini ia sedang menempuh pendidikannya sembari bekerja dengan membuka toko komputer. Keduanya sama-sama ahli IT yang satu frekuensi. Tak ayal Yoga merasa nyaman jika bertukar pikiran dengan Eno. Begitu juga dengan Eno yang merasa nyaman saat berteman dengan Yoga.


__ADS_2