
Yoga tersenyum kecil melihat Naira. Ia merasa lucu dengan kejadian yang menimpanya. Bisa-bisanya ia tertarik pada pandangan pertama. Dan bisa-bisanya terbakar api cemburu meski belum ada status resmi di antara mereka. Yoga merasa heran dengan dirinya. Apakah ini memang benar cinta?
"Aku harus bekerja. Aku tidak bisa berlama-lama mengobrol denganmu. Nanti saja kita lanjutkan pembicaraan ini," tutur Yoga kembali.
"Apa nanti sore aku harus ke sini lagi?" tanya Naira. Ia masih ingin berbicara bersama Yoga.
"Tidak. Tidak perlu. Biar aku saja yang menjemputmu pulang kuliah nanti. Kau ada jam hari ini?" tanya Yoga balik.
"He-em." Naira mengangguk.
Yoga tersenyum. "Kalau begitu aku ke kantor sekarang. Sampai nanti, Naira." Ia pun berpamitan pada Naira.
Ada hati yang tak rela saat Yoga pergi meninggalkannya. Tapi Naira mesti menerimanya karena Yoga harus segera bekerja. Dan ya, pemuda tampan itu berjalan menjauh darinya. Saat itu juga Naira memegang dadanya. Ia merasa jantungnya berdetak keras saat bersama Yoga.
Yoga, aku tidak tahu perasaan apa ini. Tapi aku merasa kehilanganmu beberapa hari ini. Semoga kau benar-benar menjemputku nanti.
Pukul tiga sore...
Seorang gadis cantik datang ke LFS lalu menunggu di depan lift kantor. Ialah Tiara yang datang ke kantor Yoga sore ini. Ia tampak cantik dengan blus terusan disertai rompi berbahan wol tebal. Yoga pun tanpa sengaja melihatnya yang sedang menunggu. Tiara juga melihat Yoga yang baru keluar dari ruangan rapat.
__ADS_1
"Tuan."
"Kau dari tadi di sini?" tanya Yoga ke Tiara.
"Em, tidak. Baru beberapa menit yang lalu." Tiara menuturkan.
Yoga mengangguk.
"Em, Tuan. Hari ini aku ada pemotretan. Tapi tidak ada teman yang bisa menemaniku. Mungkin Tuan bisa membantu." Tiara terus terang kepada Yoga.
Yoga mengingat kembali jadwalnya hari ini. "Maaf, Tiara. Aku tidak bisa. Aku ada janji sore ini. Mungkin lain kali saja ya." Yoga pun tersenyum kepada Tiara.
"Kalau begitu aku permisi. Aku harus segera berangkat sekarang." Pada akhirnya Yoga pun pergi meninggalkan Tiara.
Tiara terdiam dan menatap kepergian Yoga dari hadapannya. Kenapa dia tidak seperti dulu? Tiara pun bertanya-tanya dalam hatinya.
Tiara merasa ada perubahan yang terjadi pada diri Yoga. Yoga tidak sehangat yang dulu. Ia pun merasa berkecil hati karena tidak mempunyai teman lagi. Padahal Tiara ingin sekali mempunyai teman baik seperti Yoga. Ia pun akhirnya menunggu sendiri.
"Nona Tiara?" Tiba-tiba ada seorang karyawan wanita keluar dari ruang rapat lalu mendekatinya.
__ADS_1
"Ya?" Tiara pun segera menyahutinya.
"Nona diminta untuk menunggu di ruangan tuan Zeon," katanya.
Karyawan itu pun mengantarkan Tiara masuk ke dalam ruangan Zeon. Hari ini Tiara akan melakukan sesi pemotretan perdananya. Dan Zeon juga akan berada di sana. Lantas apakah semuanya akan baik-baik saja?
Dua jam kemudian...
Yoga mampir ke sebuah kafe untuk menemui seseorang. Ia sudah membuat janji temu sebelumnya. Sehabis mengecek gerai milik perusahaan, Yoga segera ke sana. Dan kini ia sudah bertemu dengan orang yang ditujunya. Ialah Tania yang meminta bertemu Yoga sore ini. Yoga pun segera duduk di kursinya.
"Maaf terlambat. Aku harus mengecek gerai perusahaan lebih dulu." Yoga menyapa Tania yang sudah menunggunya.
"Tak apa." Tania pun memaksakan senyumnya kepada Yoga.
.........
...Tania...
__ADS_1