
...Yoga...
...Naira...
.........
"Maukah kau menjadi--"
Dering ponsel tiba-tiba berbunyi di tengah suasana yang mulai terasa syahdu ini. Yoga pun tidak jadi mengatakan apa yang ada di hatinya. Ia lekas mengambil ponsel dari saku celana dan melihat siapa yang meneleponnya. Dan ternyata, Tania.
"Halo?" Yoga pun segera mengangkatnya. "Apa?!" Yoga terbelalak seketika. "Baik. Tunggu aku," kata Yoga dengan raut wajah penuh kepanikan.
"Yoga, ada apa?" Naira pun segera menanyakan selepas sambungan telepon itu dimatikan.
Yoga memegang kedua lengan Naira. "Naira, aku harus pergi sekarang. Keadaan darurat. Kau bisa pulang sendiri, kan? Nanti aku akan menemuimu setelah semuanya selesai."
__ADS_1
Yoga meminta Naira untuk pulang sendiri. Saat itu juga Naira merasa sedih sekali. Ia penasaran dengan apa yang terjadi.
"Memangnya ada apa?" tanya Naira segera dengan raut wajah yang sedih.
"Nanti kuceritakan. Saat ini aku harus segera pergi. Sampai nanti, Naira." Yoga pun segera meninggalkan Naira.
Yoga ....
Naira pun terdiam di tempatnya. Ia tak mengerti mengapa Yoga sampai meninggalkannya seperti ini. Padahal semuanya tadi baik-baik saja.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa dia tiba-tiba seperti ini? Haruskah aku mengikutinya sekarang?" Naira pun dilanda penasaran akan Yoga.
Dua puluh menit kemudian...
Naira naik taksi untuk mengikuti ke mana Yoga pergi. Hingga akhirnya ia melihat mobil yang dikendarai Yoga berhenti tepat di depan sebuah hotel. Naira pun terkejut seketika. Hatinya harap-harap cemas menantikan hal apa yang akan dilihatnya.
"Kenapa dia ke hotel? Apakah ... apakah?"
Pikiran buruk pun mulai terlintas di benak Naira. Saat Yoga keluar dari mobilnya pun Naira segera meminta kepada supir taksi untuk menunggunya. Naira ingin tahu akan ke mana Yoga pergi.
__ADS_1
Aku harus mengikutinya.
Sementara itu Yoga sendiri segera ke resepsionis hotel dan menanyakan di mana gerangan seseorang yang meneleponnya. Sang resepsionis pun memberitahukannya. Yoga segera menuju ke nomor kamar tujuannya.
Aku harus cepat. Tania sendirian di sana.
Ialah Tania yang menelepon Yoga malam ini dan meminta Yoga untuk segera datang. Yoga pun berjalan cepat ke kamar tujuan. Ia lekas membuka pintunya begitu sampai. Dan saat itu juga ia melihat Tania tengah menangis di atas kasurnya. Yoga pun melihat pakaian yang berserakan di atas lantai.
"Tania???" Yoga bertanya-tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Yoga ... tolong aku ...."
Tania pun menangis tersedu-sedu di atas kasurnya. Ia segera berlari untuk memeluk Yoga. Tania merasa hidupnya tak lagi berarah.
"Apa yang terjadi padamu, Tania?"
Yoga pun menanyakannya. Sedang Tania masih menangis di pelukan Yoga. Saat itu juga Naira melihatnya. Ia melihat Yoga berpelukan dengan seorang wanita di kamar hotel dengan pakaian yang berserakan di lantai. Sontak Naira terbelalak melihatnya. Ia tak menyangka jika akan melihat semua ini di hadapan matanya. Detak jantungnya seakan berhenti seketika. Naira kecewa.
Yoga ....
__ADS_1
Satu jam kemudian...