MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Cari Tahu


__ADS_3

"Halo?"


"Kau di mana? Aku sudah selesai kuliah. Jadi tidak bertemu denganku?" kata seorang gadis dari seberang sana.


Yoga tersenyum. "Aku sudah setengah jam di depan kampusmu. Aku menunggumu," kata Yoga dengan hati yang berbunga-bunga.


"Baiklah. Aku jalan ke depan sekarang. Kau tunggu di depan gerbang ya agar aku mudah menemukanmu," pesan seseorang itu.


Yoga mengangguk. "Baiklah." Ia pun turun dari mobilnya.


Yoga kemudian berjalan sedikit ke depan gerbang kampus Naira. Sedang mobil yang dikendarainya, ia parkirkan sedikit menjauh dari kampus Naira. Yoga tak berani masuk ke kampus Naira karena orang luar. Tak lama yang ditunggu pun menampakkan dirinya. Terlihat Naira yang berjalan menuju gerbang kampusnya. Ia tampak membawa helm di tangannya.


Naira ....


Yoga pun melihatnya. Ia segera melambaikan tangannya ke Naira. Naira pun bergegas mendekatinya.


"Maaf lama menunggu balasan pesanku. Kita ke taman sekarang?" tanya Naira segera ke Yoga.


Yoga mengangguk. Naira pun memakai helmnya. Namun, saat itu juga Yoga menahannya.

__ADS_1


"Eh???" Naira pun tak mengerti mengapa.


"Sini, biar aku saja yang bawa helmnya." Yoga pun mengambil helm itu dari tangan Naira.


"Tapi nanti distop polisi kalau tidak memakai helm." Naira pun terheran sendiri.


Yoga kemudian berjalan duluan di depan Naira. Ia pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Ternyata Naira begitu polos di matanya. Yoga pun segera membukakan pintu mobilnya.


"Ayo!" Yoga meminta Naira segera masuk.


Saat itu juga pipi Naira merona malu. Ternyata Yoga menjemputnya dengan mobil, sehingga tidak perlu memakai helm lagi di jalan. Naira pun tampak berjalan malu-malu mendekati Yoga. Sedang Yoga sendiri tak kuasa menahan kekehan dari mulutnya. Ia tertawa kecil di depan Naira.


Lantas keduanya masuk ke dalam mobil. Yoga pun segera melajukan mobilnya menuju taman ibu kota. Mereka akan berbincang-bincang di sana sebelum Naira kembali ke rumah. Namun, apakah akan ada kepastian dari hubungan mereka?


Setengah jam kemudian...


Naira dan Yoga makan bakso kaki lima di taman ibu kota. Keduanya pun menyantap bakso dengan lahap. Mereka juga saling melirik satu sama lain saat memakan bakso. Tampak senyum semringah terlihat dari wajah keduanya. Yoga dan Naira begitu bahagia.


"Selesai. Aku yang menang." Naira mengangkat kedua tangannya ke atas.

__ADS_1


"Kau suka bakso?" tanya Yoga sambil mengunyah bakso terakhirnya.


"He-em." Naira mengangguk. "Aku suka bakso. Apalagi yang ada uratnya. Ditambah bumbu kaldu yang kental. Hmm, nyam-nyam." Naira memutar-mutar tangan di perutnya.


Yoga tertawa. Ia pun tersedak baksonya sendiri. Ia tak sadar jika sedang mengunyah baksonya. Hingga akhirnya Naira memberikan minumannya kepada Yoga. Saat itu juga Yoga segera meneguknya.


"Kau tampak berbeda saat di pesta dan di kampus, Naira." Yoga mulai membuka pembicaraannya.


"Oh, pesta semalam?" Naira menduganya.


"Hm, ya. Kau kenal Indri?" tanya Yoga kepada Naira.


"Oh, Indri. Dia kakak tingkatku dulu," jawab Naira.


"Apa?!" Yoga pun terkejut mendengarnya.


"Kami satu organisasi di kampus. Dan dia kakak tingkatku. Dia temanmu?" Naira balik bertanya.


Yoga mengangguk. Saat itu juga Yoga menyadari jika usianya lebih dewasa dibanding Naira. Naira pun tampak menunggu Yoga bicara.

__ADS_1


"Indri teman SMA-ku. Apa itu berarti usiamu lebih muda dariku?" tanya Yoga.


__ADS_2