MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Meminta Penjelasan


__ADS_3

Sementara itu...


Dara cantik yang merupakan seorang model itu sedang menyapa penggemarnya lewat live instagram. Ia tampak tersenyum ke kamera dan membaca-baca komentar untuknya. Ialah Tania yang sedang mengisi waktu luangnya dengan menyapa penggemar. Ia mencoba menghilangkan kesepian yang melanda.


"Em, sebentar."


Tak lama ia pun berhenti membacakan komentar karena ada sebuah pesan masuk yang ia terima di ponsel lainnya. Tania pun segera membaca pesan tersebut. Tapi saat membacanya, saat itu juga raut wajah Tania berubah.


"Em, aku akhiri live-nya dulu ya. Sampai nanti."


Tania pun berusaha tersenyum ke arah kamera. Ia lekas mematikan live instagram untuk membaca pesan itu lebih lanjut. Tampak Tania yang memerhatikan foto-foto yang diterimanya.


"Siapa yang mengirim pesan ini?" Tania pun segera menelepon nomor yang mengirimkannya foto-foto tersebut.


"Kenapa tidak dijawab, ya?"

__ADS_1


Tapi ternyata panggilan Tania tidak dijawab oleh si pengirim pesan. Tania pun jadi penasaran dengan siapa gerangan yang mengirimkan pesan tersebut.


"Zaman sekarang semua bisa diedit seperti aslinya. Aku tidak boleh percaya hal ini begitu saja. Aku harus memastikannya terlebih dahulu."


Lantas Tania mencoba untuk tidak memikirkannya. Ia khawatir itu hanya akal-akalan orang yang tidak menyukai hubungannya dan Zeon. Walaupun nyatanya foto yang dikirimkan adalah benar, tapi Tania tidak ingin percaya begitu saja. Ia ingin membuktikannya.


Esok harinya...


Pagi yang cerah telah datang secerah wajah Zeon hari ini. Dimana semalam ia baru saja memadu kasih dengan daun muda yang lebih gurih. Ia pun tampak semangat bekerja hari ini. Ia juga tidak lupa mengirimkan pesan kepada Tiara agar datang ke lokasi pemotretan hari ini. Zeon sedang dimabuk gejolak asmaranya. Hingga ia tidak ingat lagi dengan Tania.


"Zeon." Wanita berblezer cokelat itu menyapa Zeon.


"Tania?!"


Saat itu juga Zeon kaget karena Tania nekat datang ke kantornya. Pada akhirnya Zeon tidak lagi bisa menghindari pertemuannya. Tania pun tersenyum kepada Zeon dengan senyum penuh kerinduan yang terpendam.

__ADS_1


"Apa kau sudah lupa padaku? Hampir seminggu ini kau tidak pulang ke apartemen untuk menemuiku." Tania berkata seperti itu kepada Zeon.


"Em, duduklah."


Zeon pun segera mempersilakan Tania duduk. Ia juga lekas mengambil ponsel untuk menghapus semua pesan dan foto-foto seksi milik Tiara yang ada di sana. Tanpa Tania tahu sebelumnya.


"Kedatanganku ke sini untuk menanyakan kenapa kau tidak pulang. Apakah kau marah padaku?" tanya Tania baik-baik.


"Kau belum bertemu Yoga?" Zeon balik bertanya.


"Sudah. Tapi dia tidak menceritakan apapun. Dia bilang kau hanya sedang sibuk dengan launching gerai baru. Apakah sampai sesibuk itu?" tanya Tania lagi.


Zeon memasang wajah acuh tak acuh di hadapan Tania. "Aku memang sibuk. Sedang tidak ada waktu untuk memanjakan wanita," kata Zeon kepada Tania.


Tania pun tampak mengerti alasan Zeon. Ia lalu mengeluarkan sebuah amplop ke atas meja. "Lalu ini apa?" tanya Tania ke Zeon. Saat itu juga Zeon mulai curiga.

__ADS_1


__ADS_2