
...Tania...
...Zeon...
.........
"Hm, ya. Begitulah."
Zeon pun tampak malu-malu menjawab sambil memegang gelas minumannya. Tak lama ia juga melihat Naira di tengah acara pesta. Zeon memerhatikan Naira yang baru bisa dilihatnya setelah acara utama.
Ternyata dia benar-benar mematuhi perintahku.
__ADS_1
Naira datang ke acara pesta atas izin dari Zeon. Yang mana ia bertugas menjaga kondisi bunga-bunga hidupnya agar terus enak dipandang mata. Dan kini Zeon baru bisa melihatnya setelah dua jam berada di acara pesta. Zeon pun berpamitan sebentar untuk menemui Naira.
"Em, Tuan. Sebentar aku ke sana dulu." Zeon berpamitan kepada pengusaha tersebut. Ia juga berpamitan kepada Tania. "Tania, tolong temani Tuan Dave mengobrol sebentar. Aku ke sana dulu." Zeon pun meminta Tania yang menggantikannya.
Tania mengangguk. Ia kemudian tersenyum kepada Dave lalu berdiri bersama sambil melihat acara pesta. Pria berusia lima puluh tahun itu tentu saja senang kala Tania menemaninya. Ia pun sesekali melirik ke Tania yang berdiri di sampingnya. Melihat kemolekan tubuh wanita milik Zeon. Sedang Tania bersikap elegan di acara pesta.
Tania adalah seorang model yang dibesarkan oleh Zeon. Jam terbangnya cukup tinggi sehingga hanya sesekali berada di rumah. Begitu juga dengan Zeon yang jarang pulang ke rumah. Sehingga Zeon meminta adiknya untuk menemani Tania. Tapi sepertinya hal itu tidak bisa Zeon lakukan lagi setelah apa yang terjadi siang ini. Yoga tidak pulang ke rumah sampai malam ini.
Kini jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam lewat. Acara pesta juga berlangsung meriah dan lancar. Anniversary pernikahan konglomerat ibu kota itu menjadi topik hangat di kalangan pebisnis kelas atas. Begitu juga dengan Zeon yang ikut meramaikannya. Tapi malam ini ia malah kepincut Naira.
"Naira!" Zeon pun memanggil Naira.
Naira menoleh ke arah Zeon dengan wajah yang lelah. "Tuan?" Naira pun menyahutinya.
Zeon melihat sendiri bagaimana wajah Naira yang lelah. "Sepertinya kau kelelahan. Aku antarkan pulang, ya?" Zeon menawarkan diri kepada Naira.
__ADS_1
"Em ...." Naira pun tampak ragu menjawabnya.
"Tak apa. Lagipula aku yang bertanggung jawab atas dirimu hari ini. Mari." Zeon pun mempersilakan Naira berjalan duluan.
Naira memang sudah lelah. Setelah selesai menata bunga, Naira harus berjaga di acara pesta atas permintaan Zeon. Dan tentu saja ia kelelahan karena sejak pagi bekerja. Zeon seperti tidak mengizinkan Naira untuk pergi dari tempat itu. Sejak pagi Naira selalu diminta untuk terus bekerja. Naira pun mulai merasa aneh dengan sikap Zeon padanya.
Naira belum sempat menanyakan apa-apa tentang hubungan Zeon dan Yoga karena masih terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Dan kini ia berjalan bersama Zeon keluar acara pesta. Tampak Zeon yang membukakan pintu mobilnya untuk Naira. Yang mana diam-diam Tania melihatnya.
"Siapa wanita itu?"
Tentu saja Tania gusar karena ditinggal sendiri di acara pesta bersama seorang pria tua. Tania pun bergegas mencari Zeon di area pesta. Tapi tak lama pandangan matanya tertuju pada sosok pria dan wanita yang berjalan bersama menuju parkiran. Tania pun memerhatikan lebih jelas siapa kedua orang tersebut. Dan saat memerhatikannya, saat itu juga Tania menyadari jika Zeon bersama wanita lain. Ia pun segera mengikuti keduanya.
Zeon membukakan pintu mobilnya untuk Naira. "Silakan." Naira pun segera masuk ke dalam mobil Zeon.
Dia meninggalkanku sendiri hanya untuk wanita itu? Ini tidak bisa dibiarkan!
__ADS_1
Tania pun kesal melihat pemandangan di depannya. Ia segera menghampiri keduanya sebelum pergi dari acara pesta.