MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU

MENCINTAI KEKASIH KAKAKKU
Tidak Peduli


__ADS_3

Zeon membuka amplop cokelat tersebut. Dan saat melihat apa isinya, saat itu juga Zeon tidak bisa berkata apa-apa. Ternyata foto-fotonya bersama Tiara semalam bocor dan diketahui oleh Tania.


Apakah Yoga yang melakukannya?


Mau tak mau Zeon pun mencurigai Yoga. Ia merasa kesal kepada adiknya karena telah berani bertindak tanpa seizinnya.


"Apakah foto itu benar?" Tania pun menanyakannya.


Zeon seperti kepergok oleh Tania. "Kita bicarakan nanti. Aku masih banyak urusan pagi ini. Nanti siang kukabari." Dan akhirnya ia hanya bisa berkata seperti itu kepada Tania.


Tania merasa tidak dihiraukan Zeon. Ia beranjak dari duduknya. "Sepertinya kau telah banyak berubah, Zeon. Mungkin aku sudah tidak dianggap lagi." Tania merasa sedih. Hatinya kecewa kepada Zeon.


Zeon menarik napasnya. "Pulanglah, nanti kuhubungi. Jangan buat keributan di kantor ini." Zeon meminta kepada Tania.

__ADS_1


Tania pun mengangguk dengan amat terpaksa. Dari raut wajahnya menyiratkan ketidakterimaan terhadap sikap Zeon. "Baik."


Ia pun lekas pergi dari hadapan pria yang telah dua tahun ini bersamanya. Tania pergi dengan hati yang luka. Sedang Zeon tampak sedang membaca pesan masuk di ponselnya.


Dia ingin menggodaku di pagi ini?


Dan ternyata Tiara mengirimkan foto seksi saat sedang mandi. Tiara mengenakan lingeri dengan membelakangi kamera. Saat itu juga Zeon mulai terganggu konsentrasinya. Ia ingin lekas-lekas menemui Tiara. Tiara begitu menggoda pandangan matanya.


Minuman beralkohol menjadi jalan terakhir bagi Tania yang merasa hidupnya sudah berantakan. Zeon sudah tidak lagi memedulikannya dan Yoga yang telah pergi dari sisinya. Tania merasa tidak mempunyai teman untuk berbagi suka dan duka. Lalu pada akhirnya kelab malam menjadi pilihan terakhirnya.


Tania frustrasi. Ia merasa tidak ada lagi yang memedulikannya. Kehidupan yang berlimpah harta ternyata tidak membuatnya bahagia. Tania membutuhkan cinta di hatinya. Tapi nyatanya cinta itu tidak ada. Dan kini hanya kehampaan yang ada di hatinya.


Kecantikannya itu ternyata tidak dapat membuat Zeon terus mencintainya. Dan kini ia duduk sendiri di depan meja bar sambil meminum birnya. Tania tidak lagi mempunyai jalan keluar selain menyakiti dirinya sendiri. Alhasil pemandangan ia mabuk pun menjadi pusat perhatian orang di kelab malam. Yang mana salah satu dari mereka ada yang mendekatinya.

__ADS_1


"Hai, Nona. Sepertinya aku mengenalmu." Seorang pria berjaket hitam pun mendekati Tania.


Tania menoleh. Ia melihat siapa pria yang datang lalu duduk di sampingnya. Tapi ia tidak menghiraukannya. Tania terus mabuk-mabukan di meja birnya. Sedang pria itu tampak memerhatikannya.


Sementara itu...


Lain Tania lain juga dengan Zeon. Zeon tampak sedang sibuk menikmati malam bersama Tiara. Ia tiada henti-hentinya terus memompa Tiara. Memiringkannya, membalikkannya, hingga akhirnya desah indah itu terdengar berulang kali di telinga Zeon. Tiara pun tampak menikmati permainan malam ini. Zeon begitu perkasa di atas ranjang. Hingga Tiara harus kalah berulang kali darinya.


"Tuan, aku ... aku, ah!"


Zeon pun berhasil memenangkan permainan malam ini. Tampak Tiara yang lemas tak berdaya di atas kasurnya. Zeon tidak memberi jeda sama sekali untuk Tiara bernapas. Ia terus saja memuaskan hasrat yang telah memuncak. Kemolekan tubuh Tiara begitu menggodanya. Zeon pun mulai mengangkat Tiara ke tubuhnya. Ia menggendong Tiara bak anak kecil yang manja.


Di waktu bersamaan, di taman kota...

__ADS_1


__ADS_2