
🍀🍀🍀
...HAPPY READING ♥...
"Apa kamu menyukainya? "
"ini terlalu berlebihan emir"
"untuk wanita sepertimu ini belum ada apa - apanya"
"Apa kau sedang menggodaku kak emir? "
"haha kamu bisa aja"
"Tapi sungguh ini berlebihan kak dan apa kita hanya berdua saja makan di sini kak?" saat ini mereka sedang berada di rooftop hotel bintang lima yang sudah di booking oleh emir dari seminggu yang lalu dengan membayar harga yang mahal ia bisa mendapatkanya dari pada seseorang yang terlebih dulu membooking.
"Tentu saja, aku sudah menyiapkan ini semua dari jauh hari"
__ADS_1
"Oh iya? untuk ku? "
"Iya untukmu "
"Tapi... "
"Sudah sekarang kita duduk dan makan setelah itu ada yang ingin ku katakan padamu" ucap emir dengam tersenyum manis. yang langsung dengan cepat memotong ucapan imelda.
"Hmm baiklah kak"
"Kau merubah panggilanmu imel ?"
"Tentu saja boleh, senyamanmu asal jangan memanggilku tuan jika kita sedang berdua seperti ini"
"Ok aku mengerti"
"Ayok kita duduk dulu"
__ADS_1
Mereka pun duduk, tak lama seorang musisi dengan biola di tanganya datang memberikan alunan musik yang menambah kesan romantis. Lilin yang berada di tengah meja serta bunga mawar di sampingnya. imelda merasa terharu dengan semua ini, dari dahulu tak terpikirkan untuk dekat dengan lelaki apalagi makan malam yang romantis seperti ini. yang ia pikirkan dulu adalah belajar dan belajar agar berprestasi dan membuat kedua orang tuanya bangga. ia menengadahkan kepalanya menahan buliran air bening yang sudah mengenang di pelupuk matanya ia tak ingin menangis ia tak ingin merusak momen bahagia ini. ia pun tersenyum dan menatap Emir yang di tatap pun menatapnya balik dan mereka sama sama tersenyum.
Tak lama makanan pun tersaji dengan sempurna, makanan favorite ia dan Emir. setelahnya mereka pun menikmati hidangan dari resto hotel bintang lima itu dalam hening, hanya ada suara sendok yang bersahutan juga alunan musik yang masih berlangsung menemani acara makan malam mereka.
"Imelda" panggil emir. yang di panggil pun langsung melihat ke arahnya, menatap dalam kedua bola mata jernih itu.
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, aku tahu ini mungkin terlalu cepat atau mungkin menurutmu ini tidak mungkin hingga kau mungkin tak akan percaya, tapi sungguh yang aku katakan ini bukanlah kebohongan" Ucap Emir, Imelda masih setia mendengarkan tanla ingin mencelahnya sedikit pun.
"Aku menyukaimu, a...ak.. u jatuh cinta padamu. Maukah kau menjadi istriku imelda? " aku tidak tau mengapa. tapi saat pertama bertemu denganmu aku merasa sangat aneh, gugup ya semacamnya. aku pernah merasakanya tapi dulu pada alm. istriku dan sekarang padamu aku yakin dan sangat yakin jika aku benar jatuh cinta padamu. maaf jika menurutmu aku lancang dengan usiaku yang terpaut jauh darimu, tapi jika kau tidak menyukaiku itu tidak masalah dan kau juga masih bisa bekerja di rumahku. kau tenang saja karena aku orang yang profesional."
Hening
Hening
jujur imelda masih syok dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Emir, bukan karena pernyataan cinta ini tapi kenyataan jima ternyata emirnya juga menyukainya. meskipun ia sedikit merasa ragu tapi jujur ia sangat nyaman berada di dekat emir ia merasa mendapatkan kasih sayang pengganti dari kedua alm orang tuanya. Bolehkah inelda mengatakan 'Iya' sebagai jawabanya tapi bagaimana dengan usia mereka yang terpaut 15 tahun. imelda terus berfikir dan dengan keyakinan penuh ia pun menjawabnya.
Kira kira imelda bakal menerima Emir nggak ya readerss ??
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Thanks for reading gaes ♥ jangan lupa Like, kommmen dan subscribe ya gaes 😂