Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Sebuah ide


__ADS_3

...HAPPY READING♥...


🍀🍀🍀


Brak


Baru juga imelda keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya menutupi sampai bagian dadanya saja, terdengar suara pintu yang di buka secara kasar membuat ia terkejut karena yang masuk ke dalam kamar nya adalah Raka. Raka yang melihat pemandangan itu tidak berkedip dan terus menatap Imelda. Imelda yang menyadari tatapan nya langsung tersadar dan meminta Raka untuk keluar dari kamarnya.


"Raka"


"Keluar kamu Raka"


"Raka" Pamggilnya dengan suara yang lebih kencang.


"Ya ?"


"Keluar dari kamar ku, tidak sopan"


"Siapa yang tau kalau kau keluar hanya memakai handuk saja"


"Ini kamar ku, Cepat keluar"


"Ya ya aku tunggu kau di ruang kerjaku"


Raka langsung menutup pintu itu, Imelda yang tau Raka sudah pergi pun langsung menuju pintu dan menguncinya. ia lupa jika sekarang ada Raka di rumah yang ia tempati sehingga ia tidak bisa jika tidak mengunci pintu takut kejadian seperti ini akan terulang lagi. lalu dengan cepat ia menuju walk in closet mengambil pakaian dan memakainya. Sedangkan Raka keluar dengan senyum merekah dan seketika ia mendapatkan ide untuk memiliki Imelda. ia pun berlalu menuju ruang kerjanya sekalian mengecek email yang akan di kirimkan oleh Asisten sekaligus sahabatnya Samuel.


****************

__ADS_1


Setelah menunggu hampir 30 menit terdengar pintu di ketuk di iringi suara lembut yang selalu membuatnya ingin tersenyum terus. Raka langsung mempersilakan masuk dan saat tamu itu masuk ia langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi datar.


"Kau ingin bicara apa? jangan membuang waktuku" Ucap Raka saat tamu itu sudah masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Lain kali bisa kan jika masuk ke dalam kamar ku atau tempat mana pun ketuk pintu dulu"


"Hmm"


"Kau mendengar ku kan"


"Kau jadi bicara atau tidak"


"Menurutmu"


"Jika kau memang tak ingin bicara apapun keluarlah karena aku sibuk"


"Baiklah apa yang ingin kau katakan hmm" Ucap Raka lembut dengan sedikit senyuman. karena mulai sekarang ia harus berakting menerima gadis itu lalu menjadikan gadis itu miliknya. Imelda yang mendengar tak ada suara ketus lagi pun merasa heran karena Raka selalu berkata ketus jika berbicara denganya.


"Aku tau kita baru saling mengenal bahkan kita juga baru bertemu, tapi aku mohon mulai sekarang berusaha lah untuk saling mengenal satu sama lain. mungkin kamu berpikir hal yang aneh mengenai ku yang berusia muda namun memilih menikah dengan ayahmu tapi aku memang mencintainya bukan karena hal lain. jadi bisakah aku meminta tolong hargai aku dan cobalah menerimaku"


"Aku akan akan memikirkanya"


"Aku harap begitu"


"Mungkin dengan kita sering berkomunikasi berdua kita akan menjadi dekat"


"Baiklah aku akan menurutimu, tapi...."

__ADS_1


"Tapi apa? "


"Untuk beberapa hari ini aku akan sibuk, jadi mungkin hanya ada sedikit waktu jika untuk berbincang"


"Tak apa yang penting kita tetap harus sering terlibat berdua agar kita menjadi akrab"


"Hmm baiklah"


"Aku akan memasak untukmu, nanti kau harus makan malam ya"


"Jadi hari ini kita mulai"


"Iya"


"Oke, kalau begitu aku ingin membersihkan diri dulu"


"Aku juga akan ke taman dulu untuk menyiram tanaman"


"Silakan"


Setelah Imelda keluar dari ruang kerja Raka, Raka tersenyum menyeringai. lalu melanjutkan untuk mengecek berkas yang hampir selesai tadi, setelahnya ia keluar menutup pintu dan mengunci nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🍃🍃🍃


Kira - kira apa yang bakal di lakukan Raka ya gaes, yuk tebak ??????

__ADS_1


__ADS_2