Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Pulang


__ADS_3

HAPPY READING♥


🍀🍀🍀


"Den Raka akhirnya pulang, dari mana saja den ? kenapa beberapa hari nggak pulang ?"


"Maaf bi bikin bibi khawatir, aku menginap di rumahnya Samuel sudah lama nggak ketemu mereka Raka kangen bi"


"Syukurlah kalau begitu den, lain kali kabarin bibi atau Nyonya ya den. soalnya Nyonya Imelda khawatir"


"Bi kenapa ia harus jadi mama ku, dia itu masih sangat muda mungkin usia nya tak jauh beda dariku"


"Itu keputusan Nyonya dan tuan Emir den"


"Hmm ya sudah bi, aku ke kamar dulu ya bi"


Raka melangkahkan kakinya, saat sudah berada di tengah tangga ia berpapasan dengan Imelda yang akan keluar mengambil air minum. sejenak mereka beradu pandang sampai Imelda yang mengalihkan pandangan nya lalu bertanya mengenai kondisi Raka.


"Raka kamu kemana saja selama beberapa hari ini? "


"Bukan urusan kamu" Ketus Raka langsung berlalu ke kamarnya yang juga berada di lantai dua. Imelda hanya memandang punggung yang perlahan menghilang lalu menatap nya sendu entah mengapa ia merasa sesak di dadanya.


...****************...


"Non kenapa di dapur? biar bibi aja yang masak nona istirahat saja"


"Nggak bisa bi, kalau aku istirahat yang ada ingat mas Emir terus"


"Nona sudah menghubungi tuan Emir soalnya kemarin menanyakan kabar nona"


"Nggak bi, aku lagi sebal sama Mas Emir"


"Jangan begitu non"


"iiih bibi kenapa belain dia terus sih, kan aku yang harusnya di belain bi"


"Bibi nggak belain siapapun non, hanya saja lebih baik di bicarakan baik-baik dulu jangan langsung menyimpulkan. tuan melarang non ikut pasti ada alasanya kok"

__ADS_1


"Tapi kan aku juga ingin dekat dengan keluarganya bi, kalau dia melarangku untuk ikut ke rumah keluarganya bagaimana aku akan akrab dengan mereka bi"


"Pasti Tuan punya alasan non"


Setelah membantu bi Imah membuat Sarapan ia pun naik ke lantai atas untuk membangunkan Raka sarapan. Baru ia akan mengetuk, pintu sudah terbuka memperlihatkan seorang pria muda yang sudah berpakaian Rapi dan terlihat tampan.


"eumm Raka sarapan nya sudah siap lebih baik kita sarapan dulu"


"Aku ada urusan, kau makan duluan saja"


"Kau mau kemana? ini kan masih sangat pagi Raka"


"Memangnya kenapa, itu bukan urusanmu"


"Raka tunggu"


"Apa?" Ketus Raka tanpa membalikan tubuhnya.


"Kita perlu bicara Raka"


"Apa yang mau di bicarakan, jangan membuang waktu ku" Jawab Raka


"Ooh.. maaf. kalau begitu pergilah. Kita bicara nanti saja setelah kau pulang kerja ya"


"Aku tidak janji" Ucapnya dan langsung pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Imelda.


"Sabar Imelda, Kamu pasti bisa membuat ia menerima kamu" Ucapnya dalam hati.


🍃🍃🍃


"Kenapa wajah lo kusut gitu?" Tanya Samuel


"Gapapa lagi banyak pikiran aja"


"Ciih paling juga masalah ibu tiri lo kan, yang ternyata cewe incaran lo haha"


"lo temen macem apasih nggak ada empati dikit sama temen malah mengolok terus"

__ADS_1


"Baper gitu doang baper"


"Diam nggak lo"


"Nggak bisa lah karena gue kesini mau ngasih laporan"


"Apaaan"


"Gio ambil cuti dua minggu...."


"Ha serius lo, kok gue nggak ada tau"


"gue belum selesai ngomong, jangan di potong dulu"


"Oke oke lanjut"


"Gio ambil cuti dua minggu katanya sih Liburan di keteranganya, tapi dia nggak ada bilang ke orang tuanya mereka malah nggak tau. apa Gio pergi diam - diam kali ya"


"Kenapa mendadak, lagian bukanya kemarin ke rumah lo ya"


"Nah itu, dia bilang pergi bentaran tapi nggak balik - balik pas gue telepon eh HP nya di tinggal sama tu bocah di rumah gue"


"Lo yakin dia liburan"


"Entah, mungkin dia lagi patah hati eh tapi nggak mungkin dia patah hati karena Clara kan orang dia aja jadian sama Dona kok"


"Busett tu bocah nggak tobat dari dulu"


"gue juga udah negur, jangan permainkan wanita tapi lo tau kan jawaban dia selalu sama GUE TU NGGAK PERNAH SERIUS SAMA CEWEK YANG SELAMA INI JADI PACAR GUE, GUE CUMA CARI KESENANGAN BIAR HIDUP NGGAK MONOTON KAYAK KALIAN. ingat nggak lo sama yang pernah di bilang sama tu kunyuk"


"Iya ya gue ingat"


"Ya sudah kita udah mau meeting mending lo siapin berkas apa aja, jangan ada yang ketinggalan" Lanjut Raka lagi.


"Siap Bos Raka"


"Hmm"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2