
...HAPPY READING ♥...
🍀🍀🍀
"Oh iya kau..... "
"Gio kau ini bisa diam nggak?"
"Nggak bisa!!"
"Imelda lebih baik cepat habiskan makanan mu dan tidurlah. besok kau juga harus ke Toko kue mu bukan? "
"Hmm iya"
"Ck cemburuan" gumam Gio pelan.
"Kau juga habiskan makananmu dan tidur jangan suka mengganggu!!"
"Baik Bos"
"Ck"
***
Setelah drama makan malam Gio memilih untuk langsung beranjak dan masuk ke dalam kamarnya, Suasana di kamar itu tidak berubah dari sejak ia Sekolah Menengah Pertama { SMP } tinggal dan menginap di rumahnya bersama-sama dengan Samuel. Om Emir memang begitu baiknya, sayang ia harus memiliki seorang anak seperti Raka yanh sungguh menyebalkan biar pun begitu ia bersyukur memilki sahabat seperti Raka. Ah mengingat tentang kamar ini ia jadi teringat tentang sahabatnya Samuel yang beberapa hari ini tak terlihat, ia merindukan saat mereka bertengkar bersama. tetapi sahabatnya itu di hubungi pun tak bisa, mungkin besok saat makan siang ia akan mengunjungi rumah Samuel sebelum ia ke Bogor untuk peninjauan Pembangunan Hotel bintang lima yang kedua. ia menatap langit kamar, tersenyum samar dengan takdir yang baru beberapa minggu merenggutnya ia sudah menikah tetapi bukan dengan kekasihnya. lucu bukan? Menikah di usia muda bahkan usia nya belum ada 20 tahun. Jika maminya tahu pasti akan ada perang dunia kelima mungkin..
"Kok gue ngerasa aneh ya sama Raka"
__ADS_1
"Emang sih cewe itu cantik tapi kan sekarang udah jadi nyokap tirinya. apa masih suka? apa gue kenalin aja Raka sama beberapa temen cewek gua dari pada dia jadi perusak rumah tangga bokapnya sendiri. hahahhah"
"Lucu juga kali ya kalau gue kenalin, Samuel harusnya tau ide gila gue ini. kemana juga tu anak ?"
"Handphone pakai kehabisan daya lagi" gerutu Gio.
Brakkkk
Suara pintu di buka dengan kasar menampilkan sosok pria dengan tubuh tinggi dan tegapnya, berjalan mantap masuk ke dalam kamar tamu. Gio yang sudah menduga kedatangan Raka pun tidak terkejut sama sekali ia malah berpura - pura tertidur dan mengabaikan Raka yang terus membangunkan dirinya.
"Gio gue tau lo belum tidur"
"Gi"
"Gioooo" Teriak Raka tepat di telinga Gio membuat pria dengan segala ketampanan nya itu terkejut dan langsung bangun terduduk. ia tak menduga kalau sahabatnya itu akan menyumbangkan suara emas nya tepat di telinga nya.
"hahahaha siapa suruh lo pura pura tidur"
"Lo masih suka ya sama nyokap tiri lo ?" Tanya Gio Serius.
"Hmm gue kan udah pernah bilang ke lo. kalau dia cinta pertama gua. dulu gue juga minta lo sama Samuel buat nyari identitas dia dan pantau kegiatanya tapi kalian nggak mau kan. Nah sekarang dia udah jadi milik orang lain dan itu bokap gue sendiri. lo nggak tau kan sakitnya gue gimana"
"Gue Semangat buat bangun perusahaan sendiri bukan semata - mata hanya untuk membagakan papa tapi juga untuknya agar ia bisa hidup bahagia sama gue. Tapi sekarang" Raka tersenyum miris. ia dilema antara harus memperjuakan cinta pertamanya atau melepaskan cinta pertamanya yang sudah menjadi milik orang lain yang tak lain dan tak bukan adalah papa kandungnya sendiri. membayangkan saja sudah membuat dadanya sesak apalagi jika harus melihatnya terus menerus mungkin ia bisa Gila.
"Apa kau mau membuka hatimu untuk wanita lain? "
"Kalau kau mau akan ku kenalkan dengan salah satu teman perempuanku" Lanjut Gio sungguh sungguh.
__ADS_1
"Dan itu adalah mantanmu? begitu? "
"Ya jelas iya lah hahahahha"
"Kurang ajarrr" Raka melempar bantal dan tepat mengenai wajah Gio seketika Raka pun ikut tertawa terbahak sambil memegangi perutnya yang kram apalagi melihat expresi Gio yang kesal membuat ia tak bisa berhenti tertawa.
"Aku serius, Kau ini"
"Kau pikir aku tidak serius"
"Dan aku tak mungkin mengenalkan mu pada mantanku, aku tau kau tak suka bekas ku hahahah"
"Tidak, aku tidak tertarik selain dia"
"Aaaiiisshhhhh lo, bener - bener. ya sudah sana pergi husssh" usir Gio pada Raka.
"eh ini rumahku"
"Aku juga tau, tetapi ini juga kamar yang biasa aku tempatin jika disini. sudah sana pergi"
"Awasss kau"
"Silakan saja awasi aku" Ucap Gio dengan senyuman mengejek lalu menutup dan mengunci pintunyaa dari dalam
"Dasar anak muda meresahkan hahaha"
"Aku tau, lebih baik aku minta Chilka untuk mendekati Raka saja dulu kan Chilka sangat mengagumi Raka. huffft ide yang bagus. tinggal mencarikan kekasih untuk Samuel. Kasian dua sahabatku itu dari dulu selalu jomblo" lanjut Gio lagi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...