Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Di Terima


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


...HAPPY READING β™₯...


Los Angeles


Tepat pukul 19.00 waktu los angeles seorang pria sedang berdiri di balkon kamarnya dengan menatap kendaraan yang berlalu lalang. Ia tersenyum mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu saat meminta seorang gadis lebih tepatnya kakak kelasnya sendiri untuk menjadi istrinya bahkan ia menyimpan foto gadis itu yang ia potret secara diam - diam.


"Aku akan segera menyelesaikan studiku di sini, meraih S2 ku lalu aku akan pulang ke indonesia dan mencarimu. Tunggu aku sayang" gumam Raka dalam hati


"Aku akan menjadikanmu wanita yang paling bahagia karena berada di sisiku"


"Tunggu aku, aku pasti akan Sukses dan menemukanmu sayang" lanjut Raka lagi.


Tak berapa lama terdengar suara bell dari luar, ia menyimpan ponselnya di saku celana dan melihat siapa yang mendatanginya malam - malam seperti ini.


Saat pintu terbuka munculah Samuel dan Gio, ya liburan semester ini akan mereka habiskan bersama di Los angeles. Itu atas permintaan Raka bahkan tiket pesawat pun Raka yang sudah memesankan. Padahal di indonesia mereka harusnya masih berkutat di bangku sekolah, tetapi karena permintaan Raka kepada papanya maka semua itu mudah saja toh hanya untuk seminggu ini setelah itu ia akan belajar berbisnis kepada sang paman, yang memisahkan diri dari keluarga papanya dan membangun perusahaan di Negeri Los Angeles. Dan tepat sekali dengan Raka yang juga mengambil studi di Los angeles sehingga saat liburan semester seperti saat ini ia bisa menghabiskan waktu dengan belajar berbisnis dengan pamanya, dan menjadi sukses seperti yang papa nya inginkan juga dirinya.


"Akhirnya kalian sampai juga"


"Gila lo bro nyuruh kita terbang jauh jauh kesini bukanya lo yang ke indonesia nemuin kita sekaligus bokap lo. emang lo nggak kangen apa sama bokap lo? " Kata gio setelah dirinya mendudukan diri di sofa.


"Kangen itu pasti tapi ini udah jadi keputusan gue, lagian ya gue selalu video call sama bokap gue jadi kalian tenang aja"


"Dan ya gue di sini kan buat belajar nggak main-main kan" lanjut Raka lagi.


"Iya juga sih"


"Bro lo nggak mau nyiapin minuman buat kita dulu gitu sama makanan gue lapar nih"


"Ck lo nih kebiasaan makanan mulu yang di pikirin. Tunggu" gerutu raka pada Samuel.

__ADS_1


"Ya namanya juga tamu wajib itu"


"Buat gue Kalian itu nggak tamu"


"Terserah lo ! buruan "


.


.


.


πŸƒIndonesia


Imelda diam mematung, ia tak menyangka jika pria yang kini sedang berlutut di hadapanya menyatakan cinta. Pria yang sudah menolongnya dan begitu banyak membantunya hingga ia bisa berkuliah tanpa kesulitan. Pria yang jelas usianya terpaut jauh darinya tapi jujur dalam hati Imelda bahwa selama ini ia merasa nyaman dan aman berada di dekat Emir mungkinkah ia juga mencintai Emir pria yang ada di depan nya ini.


Imelda terlihat masih syok saja dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Emir, bukan hanya karena pernyataan cinta nya saja tetapi pria ini juga sedang melamarnya terbukti dari cincin yang sudah di siapkan oleh pria itu dan mungkin akan siap di pakaikan di Jari manisnya saat ia memutuskan untuk menerima pria itu. ia sebenarnya sangat nyaman berada di dekat emir ia merasa mendapatkan kasih sayang pengganti dari kedua alm orang tuanya, karena sikap Emir yang lembut dan hangat padanya. Bolehkah imelda mengatakan 'Iya' sebagai jawabanya tapi bagaimana dengan usia mereka yang terpaut 15 tahun. imelda terus berfikir dan dengan penuh keyakinan ia pun menjawabnya.


"Tidak perlu, aku sudah memikirkan nya dan aku yakin ini keputusan yang tepat"


"Baiklah, aku akan mendengarkan dan menerima apapun jawabanmu"


Imelda berdehem untuk memulai pembicaraan yang sempat hening beberapa saat


"ehm Kak emir akk.. ku aku menerimamu untuk menjadi istrimu"


Emir mendongakan kepalanya dan menatap mata imelda untuk mencari kebenaran dan yang ia lihat memang kebenaran, itu artinya ia memang tulus menerima cintanya.


"Apakah ini sungguh imelda? "


"Iya aku sudah yakin dengan keputusanku"

__ADS_1


"Kamu nggak terpaksa kan menerima cintaku karena aku yang sudah menolongmu"


"Bukan kak, tapi karena aku juga merasakan apa yang kamu rasakan. tetapi aku takut jika kamu tak merasakan apa yang aku rasakan dan tak pantas untuk bersanding padamu"


"Sstttt, harusnya aku yang mengatakan demikian. karena kamu masih muda dan kamu juga"


"Sudah jangan di lanjutkan lagi, lebih baik kita berdansa"


"Ayo siapa takut"


"Tetapi aku tak bisa jadi ajarin ya" Ucap imelda dengan puppy eyesnya yang membuat Emir gemas dan tertawa karena ia kira wanitanya bisa berdansa jadi mengajaknya dansa"


"hahahhaha" Emir tertawa terbahak sampai Imelda menatapnya bingung, karena menurutnya tak ada yang lucu.


"Kenapa kamu tertawa ?"


"Karena kamu lucu sayang"


"Kamu pasti meledeku karena tak bisa dansa ya" Kata imelda dengan mengerucutkan bibir mungilnya.


.


.


.


πŸ€πŸ€πŸ€


Jangan Lupa tinggalin jejaknya gaes β™₯


Thanks for reading gaes, sayang kalean banyak banyak 😘

__ADS_1


__ADS_2