Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Si Perusak Suasana


__ADS_3

...HAPPY READING ♥...


🍀🍀🍀


"Kamu yang memasak ?"


"Iya, aku senang memasak jadi yang mengambil alih masakan biar aku saja"


Gio mengernyitkan keningnya dan bergumam dalam hati.


"Aku Kamu ? kenapa mereka malah terlihat seperti sepasang kekasih dari pada ibu dan anak"


"Aku ke kamar dulu ya" Ucap Gio dengan menepuk pundak Raka, seketika Raka tersadar bahwa ia datang ke rumahnya dengan Gio yang mengekori dari belakang.


"Itu teman kamu? dia?"


"Ah iya aku lupa mengenalkan ke kamu, seperti nya dia akan menginap apa tak masalah ?"


"mmmm tak apa"

__ADS_1


"Dulu dia sering menginap di sini, makanya dia sudah tau akan tidur dimana. dia memang kurang sopan santun maafkan dia ya"


"Ah kenapa kita menjadi formal seperti ini, rasanya aneh kita sudah beberapa minggu bersama tapi mengapa masih secanggung ini hmm" Lanjut Raka lagi dengan mengusap kepala Imelda. lagi dan lagi perempuan itu terkejut dan membeku dengan gerakan Raka yang selalu spontan itu. meskipun Raka sering sekali mengusap kepalanya tapi entah mengapa ia selalu merasa tak nyaman dan terkejut. perlahan ia menarik nafas menenangkan debaran jantung yang tak beraturan ini. dulu saat bersama Emir ia tak pernah merasakan debaran jantung yang seperti ini, lalu apa ini? dia mencoba menepis semua hal ini dan kembali fokus memotong bahan masakan untuk di makan nanti malam.


"Non kenapa kok bibi perhatiin dari tadi melamun ?"


"emm bi apa teman nya Raka dulu sering menginap di sini ya?"


"Sering non, dua temen den Raka tapi kok tumben inii yang kelihatan hanya den Gio saja. Biasanya mereka menempel satu sama lain non"


"Benarkah bi?"


"Mereka sudah bersahabat sejak kecil non, dulu mereka satu komplek sini tapi satu lain hal mereka pindah. bibi kurang paham juga." lanjut bi Imah menjelaskan.


***


Di lain tempat seorang perempuan sedang menatap keindahan kota dari atas balkon kamarnya. menunggu seseorang yang hingga menjelang makan malam belum terlihat batang hidungnya padahal ia sudah menyiapkan makanan spesial untuk makan malam ia dan suaminya. ia ingin sekali menghubungi nomernya, menanyakan ada di mana ? dan mengapa belum pulang hingga sekarang ? padahal biasanya sebelum petang suaminya itu sudah di rumah. ia menarik nafasnya panjang dan menghembuskanya secara perlahan, menengok ke belakang melihat berbagai hidangan yang sudah siap dan mungkin hampir dingin sekarang ini. ia menimbang lagi apakah akan menelpon atau tidak, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menelpon suaminya namun handphonenya tidak aktif.


"Mengapa tidak aktif ? Kamu dimana? bahkan kamu tak memberiku kabar apapun?" lirih Adelia dengan air mata yang sudah menganak di pelupuk matanya menunggu jatuh ke pipinya yang lembut itu. ya perempuan itu adalah Adelia. ia memutuskan untuk jatuh cinta dan membuat suami nya mencintai nya. meskipun mereka baru beberapa minggu saling mengenal. Namun ia yakin dan bertekad, walau ia tahu suaminya sudah memiliki kekasih.

__ADS_1


***


"Jadi kamu istrinya om Emir?"


"emm iya"


"Jangan mengobrol saat sedang makan" Raka mengintrupsi Gio agar tak berbicara lagi karena saat ini mereka sedang makan malam bersama.


"Kau ini seperti mamiku saja, Cerewet" Seketika Raka melototkan matanya ke Gio, berani sekali ia mengatakan dirinya Cerewet, padahal yang banyak berbicara dia.


"Kenapa matamu seperti itu ?" Ujar Gio menaikan satu alisnya dan berpura - pura tidak paham.


"Diam!!!"


"Aku hanya ingin mengakrabkan diri dengan mama barumu, apa salah?"


"Dia sungguh cerewet, harusnya tadi aku tak mengizinkan Gio menginap kalau tau dia akan begini. lebih cerewet dari Samuel ini mah" Gumam Raka dalam hati sambil terus memperhatikan Gio dan Imelda yang terlibat obrolan.


Thanks for reading😇

__ADS_1


Hanya pemula semoga suka ceritanya ya readerss😇😘


__ADS_2