
...HAPPY READING ♥...
🍃🍃🍃
Hening
Tak ada jawaban dari Imelda hanya terdengar suara isak tangis dari wanita yang masih setia memeluknya erat, membuat Emir terdiam dan membiarkan pelukan ini tetap berlangsung. menyalurkan semua kerinduan yang membuncah dari keduanya.
"Kenapa kembali?" Lolos satu pertanyaan dari Imelda membuat Emir sedikit bingung. dia ingin bertanya namun istrinya kembali berucap, ia akan mendengarkan kali ini tidak ada akan menyela seperti yang sudah - sudah.
"Kenapa harus kembali jika kau pergi selama itu?"
"Kau tak tau aku terluka. Apa susahnya mengajak ku bersamamu, Alasanmu sungguh klise mengatakan tidak ingin aku kecapekan. bahkan kau membuatku bukan hanya lelah secara fisik namun juga secara batin kau menyiksaku Emir. Aku membencimu" Ucap Imelda menekan di setiap kalimatnya.
"Aku membencimu" Imelda memukuli dada Emir sekuat mungkin sedangkan Emir hanya terdiam membiarkan tangan mungil istrinyaterus memukuli dada bidangnya, ia membiarkan istrinya melampiaskan semua rasa sakitnya.
__ADS_1
"Maaf sayang"
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud-"
"Imelda" Pekik Emir yang terkejut melihat istrinya tidak sadarkan diri dalam pelukan nya. ia tak ingin membuang waktu lagi yang akhirnya membawa istrinya ke rumah sakit.
Dengan kecepatan tinggi Emir membawa kendaraan roda empatnya membelah jalan raya, sayangnya kondisi jalan saat ini sedang padat karena terjadi sebuah kecelakan yang Emir sendiri tak tau apa itu.
Dia hanya bisa mengumpat kesal, sambil tangan nya tak henti untuk membunyikan klakson sehingga mengundang umpatan para pengendara lain nya.
*****
Emir duduk dengan harap cemas menantikan apa yang terjadi pada istrinya. hingga pintu ruangan itu terbuka menampilkan seorang perempuan paruh baya berjas putih.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya?" Tanya nya pada dokter yang baru keluar dari ruangan istrinya di periksa. Raut wajahnya sama sekali tak bisa di bohongi bahwa saat ini ia sangat khawatir jika terjadi hal buruk pada istrinya. terlebih Imelda hampir tak pernah sakit saat masih bersamanya dari dulu namun itu tidak untuk hari ini setelah beberapa hari menghilang.
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan pak" Ucap dokter paruh baya itu sambil tersenyum.
"Istri anda hanya sedang kelelahan, maklum wanita yang sedang hamil muda memang kondisi nya harus lebih di pantau. apalagi usia kandunganya masih sangat kecil masih rentan dan lemah" lanjut dokter itu. Sedangkan Emir nampak syok dan juga bingung. masih belum mengerti apa maksud dari dokter. HAMIL? Bahkan menyentuh istrinya saja belum sempat.
"Maksud dokter gimana?"
"Apa anda belum tau, kalau istri anda sedang mengandung?"
Emir hanya menjawab dengan gelengan kepala, dia masih syok dan cukup terkejut dengan berita ini. bagaimana tidak sedangkan dirinya saja belum melakukan malam pertama dengan istrinya. Lalu istrinya hamil dengan siapa? pikirnya.
"Jadi saat ini istri anda sedang mengandung dan usianya baru dua minggu pak" Jelas dokter itu. lalu memilih pergi karena masih ada pasien lain yang harus segera di tangani olehnya. Emir hanya mengangguk tanda mengizinkan dokter itu untuk pergi.
Karena dokter sudah mengizinkan nya untuk masuk ke dalam ruang perawatan istrinya ia langsung bergegas. dan di sinilah ia berada, di samping brankar istrinya dengan segala pertanyaan yang berkecamuk di pikiran dan hati nya. Pikiran nya terus bertanya - tanya, Apa selama ia pergi istrinya berselingkuh? tapi ia mengenal gadis itu dan rasanya tak mungkin Imleda berselingkuh apalagi melakukan hal itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1