
πππ
maaf ya readers kemarin nggak up karena ada hal yang nggak bisa di ungkapan lewat tulisan π canda π
HAPPY READING β₯
"Arnold apa kita ada pertemuan meeting dengan klien hari ini? "
Arnlod adalah asisten pribadi sekaligus sekretaris Emir yang sudah lama bekerja bersamanya dari sebelum Emir menikah hingga sekarang putranya yang sedang melanjutkan studinya dengan mengikuti program akselerasi.
{ Program Akselerasi atau loncat kelas bisa di lakukan sejak menempuh pendidikan di tingkat sekolah dasar SD, SMP, SMA dan juga kuliah. Program ini biasanya di lakoni oleh siswa yang memilki kemampuan akademis yang baik sehingga mampu mengikuti dan mengejar materi pelajaran dengan cepat }.
"Ada tuan nanti pukul 2 siang dengan tuan chou"
"Pukul 2 Siang? "gumam emir
"Iya tuan"
"Coba kau majukan ke pukul satu saja karena nanti aku ingin pulang lebih awal"
"Baik tuan, akan segera saya hubungi tuan chou"
***
tok tok
"Masuk" sahut emir dari dalam ruanganya saat terdengar suara orang yang mengetuknya.
"Tuan, tuan chou bersedia untuk di majukan meetingnya"
"Bagus, terimakasih arnold"
"Sama - sama tuan, kalau begitu saya permisi tuan "
__ADS_1
*
*
*
Setelah meeting selesai, Emir langsung pergi mengendarani mobilnya, menyerahkan urusan perusahaan pada asistenya. ia melajukan mobilnya dengan cepat, jalanan cukup padat karena sebagian pekerja pasti pulang di jam - jam sekarang, ia terus mengarahkan mobilnya menuju butik ternama dan akan memilih sendiri sebuah gaun untuk seorang perempuan muda yang berhasil membuat ia merasakan kembali getaran cinta, perempuan yang tidak sengaja ia temukam satu tahun yang lalu. setiap berdekatan denganya entah mengapa ia merasa sangat gugup. jadi hari ini ia akan memutuskan untuk mencoba menyatakan perasaanya pada gadis itu, walau pun ia tau perbedaan usia mereka yang cukup jauh yakni 15 tahun, namun bukankah ada juga pasangan yang berjarak sejauh itu. Emir pun berfikir demikian. Jika memang nanti cintanya tak berbalas ia pun akan menerimanya dengan lapang dada.
***
"Tuan sudah pulang? "
"Kamu baru pulang? " bukanya menjawab emir justru malah memberi pertanyaan untuk gadis itu.
"Emm iya maaf, tadi ada sedikit urusan di kampus tuan"
"Oke asalkan tidak yang aneh aneh dan pulang malam aku tak masalah. Namun sebisa mungkin mulai sekarang jika kamu mau pergi atau mampir kemanapun kabarin aku!"
"Baik tuan"
"Tapi bukanya tuan tak suka makanan luar? "
"Aku sudah menemukan tempat makan yang menyediakam menu tradisional dan pastinya higienis"
"Baiklah kalau begitu tuan, saya permisi dulu"
"Hmm silakan"
"Ehh tunggu imel"
"Ya ? ada apa tuan? "
"Ini untukmu, pakailah saat nanti keluar makan malam"
__ADS_1
"Apa ini nggak berlebihan tuan?"
"Tidak, aku tidak menerima penolakan imelda" ucap pria itu dengan sorot mata yang tajam.
"hmm baiklah"
Malam hari...
akhirnya yang di tunggu pun tiba, imelda berjalan perlahan menuju ruang tamu dimana Emir sudah menunggunya, lewat pesan singkat Emir mengatakan sudah menunggu nya di ruang tamu. ia pun bergegas keluar dengan jantung yang berdegup kencang ia jalan perlahan agar bisa lebih rileks. sampai matanya menangkap sosok emir berdiri tegak membelakanginya.
.
.
.
πππ
"Tuan" panggil imelda yang sudah tepat berada di belakang emir. emir pun membalikan tubuhnya dan merasa takjub dengan gadis yang ada di belakangnya ini. gaun pilihanya yang pas di tubuh gadis itu dan sangat cantik di pakai di kulit putihnya.
"Jangan memanggilku tuan, kita sedang berdua dan akan pergi bukan"
"Emm iya emir"
"Nah begitu, Kamu sangat cantik imelda " Puji Emir yang masih belum bisa mengalihkan pandangan matanya dari gadis itu. membuat yang di tatap merasa malu dan membuang muka.
"Apa kamu sudah siap? "
"Sudah"
"Kalau begitu ayo, aku sudah menyiapkan makan malam yang spesial"
__ADS_1
"hmm"
Thanks for reading β₯