Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Luluss


__ADS_3

Maaf ya gaess slow updatenya sampai dua minggu sendiri 😒 tapi tugas banyak banget sampai nggak bisa kalau harus di tinggal dan pikiran juga jadi full sampai belum dapet ide. Tapi aku kasih double update buat kalian nih dua bab dulu ya πŸ˜‡ Semoga sukaaa 😘


πŸ€πŸ€πŸ€


...HAPPY READING β™₯...


Hari ini adalah hari yang paling di tunggu oleh imelda, setelah melewati masa skripsi dan sidang akhirnya ia bisa lulus lebih awal. ia tersenyum bangga hingga air mata menetes membasahi wajah cantiknya, ia mendongak kan kepala nya ke atas melihat langit yang biru cerah seperti hari nya hari ini. Ia terus menatap langit dengan air mata dan senyuman yang bersamaan. Hari ini Emir pun tak bisa ikut datang karena ia ada pekerjaan di luar kota untuk seminggu ke depan.


"Ibu ayah aku berhasil" lirih imelda


"Imel berhasil yah bu, Kalian pasti bangga. kalian pasti nggak nyangka imel bisa kuliah bahkan imel lulus lebih awal"


"Ibu ayah imelda rindu"


"Imelda" panggil seorang pria, jelas imelda sangat mengenali suara pria itu ia dengan cepat menghapus air matanya dan menatap pria itu dengan senyuman.


"Yah"


"Kamu kenapa menangis? Bukankah harusnya kamu senang karena hari ini kamu lulus!"


"Aku menangis karena aku terharu aku bisa lulus lebih awal, ini air mata bahagia kak" ucap imelda dengan senyuman yang mengembang.


"Aku juga bangga sama kamu, Selamat ya" ucap pria itu. Yah dia adalah Gilang, Senior imelda di kampus ini. Sebenarnya ia sudah lama menaruh perasaan pada gadis di depan nya itu, sejak awal gadis itu masuk ke kampus yang ia juga menimba ilmu. tetapi ia belum berani menyatakan perasaan nya karena ia melihat betapa antusiasnya gadis itu dengan kuliahnya ia tak ingin mengganggu fokusnya. walaupun ia sudah lulus tetapi ia selalu meminta gerry teman nya yang satu angkatan dengan imelda untuk selalu menjaga dan mengamati gadis itu.


"Terimakasih"


"Apa kamu mau merayakan hari kelulusanmu? mungkin dengan menaktirku" canda Gilang


"Boleh"

__ADS_1


"Aku akan ijin dulu ya dan menelpon sopirku dulu" lanjut imel


"Baiklah silakan"


***


Setelah meminta ijin pada Emir dan menelpon sopirnya kini imelda berjalan bersama ke sebuah Cafe di pusat kota. Cafe yang dulu selalu ia kunjungi bersama teman-temanya semasa SMA dan ternyata gilang pun juga sama ia selalu nongkrong di Cafe itu dengan teman satu kampusnya. walaupun begitu imelda tak pernah bertemu, mungkin bukan tak pernah bertemu tetapi tidak sadar dan tak ingat adanya pria itu. setelah menempuh perjalanan 30 menit akhirnya mereka pun sampai. Gilang melepaskan helm yang di kenakan oleh Imelda.


"Terimakasih"


"Jangan formal gitu, kamu kayak sama siapa aja sih mel"


"kan kamu senior aku"


"Dasar gemess dehh" Ujar pria itu seraya mengusap rambut imelda. imelda terkejut dengan apa yang barusan di lakukan oleh gilang, namun ia tak bisa menghindar karena tak terpikirkan jika gilang akan mengusap rambutnya. jika orang lain melihat mereka pasti akan mengira bahwa mereka sepasang kekasih, karena posisi tubuh mereka yang begitu dekat dan terlihat mesra.


"it's okey kak" Ucap imelda dengan senyuman mengembang. siapapun yang melihatnya pasti akan ikut tersenyum.


"Ayok kak" lanjut imelda.


"Ayok"


Pria itu pun berjalan di belakang gadis yang lebih dulu masuk, membiarkan gadis itu yang mencarikan tempat untuknya. gadis itu memilih tempat duduk di tepi di dekat tanaman hias yang membuat suasana makan semakin nyaman.


"Kamu dulu sering duduk di sebelah sini ?" Tanya Gilang saat mereka sudah sampai di meja yang di maksud.


"Iya, bukan kah lebih sejuk di sini. apalagi banyak tanaman hias nya"


"Iya kamu benar, aku sama teman-temanku dulu lebih memilih di lantai atas karena di bawah pasti sangat ramai. dan aku pun nggak tau kalau di sini ada tempat yang berdekatan dengan tanaman hias seperti ini"

__ADS_1


"Ya udah duduk dan pilih menu nya kak, aku yang neraktir deh"


"Nggak usah imel aku tadi hanya bercanda, nanti biar aku yang bayar aja sekalian ucapan selamat buat kelulusan kamu"


"iiih jangan gitu dong kak"


"Bisa nggak kamu jangan memanggilku 'kak' kita hanya beda satu tahun kan jadi panggil 'Gilang' aja ya"


"emmmm.." imelda nampak berpikir lalu ia pun menganggukan kepala tanda setuju.


"Kamu mau pesen apa lang? "


"Nah gitu kan kedengaranya enak"


.


.


.


Setelah memilih menu, imelda ijin ke toilet sekalian mencuci tanganya, namun saat ia kembali akan duduk tanpa sengaja ia menabrak seorang wanita yang membawa sebuah minuman di tanganya dan tumpah mengenai baju wanita itu.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Dukung author dengan like,komentar dan Votenya 😘


Thanks for reading gaess, Salam hangatβ™₯


SUNC 😘

__ADS_1


__ADS_2