
...HAPPY READING♥...
🍀🍀🍀
"Di minum dulu den kopinya" Ujar bi imah meletakan kopi favoritenya di meja depan raka di ruang tamu.
"Siap bi, makasih ya"
"Den Raka nggak istirahat di kamar dulu aja den"
"Nanti saja bi"
"Ya sudah bibi tinggal ya den"
"Iya bi"
Tak berselang lama dari Kepergian bi imah, terdengar suara lembut dan indah menyapa gendang telinga Raka membuat pria itu menoleh dan terpaku di tempatnya. Sedangkan perempuan itu nampak tersenyum kikuk sambil melihat ke arah pria itu. Pria itu baru tersadar saat perempuan yang membuatnya terpaku membuyarkan lamunan nya.
"Assalamualaikum"
"emmm Haii apa kamu Raka? "
"Ah iya saya Raka"
"Kamu siapa? dan mengapa kamu di sini?" lanjut Raka lagi.
"Perkenalkan nama ku imelda, istri dari ayah kamu Emir" Ucapnya dengan mengulurkan tangan kanan nya tapi ia turunkan kembali setelah beberapa menit, Raka orang yang di ajak berkenalan tak menyambut uluran tangan nya. lalu ia tersenyum dengan sedikit di paksakan. tetapi sedetik kemudian ia menjadi bingung tak kala melihat Raka tertawa terbahak dengan memegangi perutnya.
"Kamu serius ? hahaha"
"Jangan bercanda ini sama sekali tidak lucu, kau tau kau lebih pantas jadi kakak ku atau mungkin kekasihku, bukan mama ku hahaha"
"Iya kau benar tetapi kenyataanya aku memang mama mu, mama tirimu"
"ah sudahlah aku ingin ke kamar saja" Ujar Raka dengan mengusap wajahnya kasar dan berlalu dari sana.
__ADS_1
Setelah kepergian Raka ke kamarnya perempuan itu juga kembali ke kamarnya, ia ingin mandi tubuhnya terasa lengket semua karena hampir seharian ia beraktivitas di luar rumah.
.
.
.
"Apa-apan ini, gimana bisa perempuan yang aku cintai malah jadi mama tiriku"
"Gila, aakkkkhhhh"
"Gila, kenapa ayah nggak ngasih lihat foto atau pun nama nya, gue juga bodoh kenapa nggak nanyain"
"Akkkkkhhhh, mending gue ke apartemen Gio aja"
...----------------...
Ding dong..
Ding dong...
"Siapa sih, ganggu orang aja"
"Berisik banget, nggak sabaran pasti si kunyuk satu tuh"
Ceklek
Pintu di buka selebar mungkin oleh Gio karena ia mengira itu adalah Samuel yang sengaja ingin jahil dengan nya, padahal sahabatnya itu tau kode Apartemen nya. Tapi saat pintu terbuka ia tercengang karena itu bukan Samuel melainkan sahabat nya yang lain, Raka. bahkan sepanjang masuk sahabatnya itu terus menggerutu, ia hanya memutar jengah bola matanya tanpa ingin mendengar ocehan sahabatnya itu.
"Lo buka pintu aja lama banget sih, Niat punya Apartemen nggak sih lo"
"Heran gue, udah gue pencet bel berkali - kali telinga lo nggak di pakai atau gimana sih"
"Ambilin gue minum, haus nih. lo emang tuan rumah yang nggak punya akhlaq"
__ADS_1
Bughh
"Apaan sih lo, ngelempar bantal ke gue"
"Lo yang apaan berisik banget, mulut kayak cewek"
"Terserah gue, gue yang punya. lo rugi nggak kan? "
"Ciiih"
"Diam lo di situ"
"Nih minum buat lo, biar mulut lo diam"
Byurrr
"Apaan nih, asin banget sengaja ya lo"
"Itu biar lo nggak bawel, hahahahha"
"S*al*an lo"
"hahahahahha, asin kan makan tu garam. hahahahaa"
"Nih, ini aman soft drink belum gue buka"
"Gila lo emang"
"Lo yang Gila pulang nggak ngasih kabar ke kita"
"Sorry ini mendadak, ayah yang minta"
"Memang ada apa ? bukan nya ayah lo ke Turki ya ?"
"Ya itu memang benar"
__ADS_1