
HAPPY SHOPING♥
🍀🍀🍀
"What Nikah? Apa - apaan ini ?" pekik Gio
"Anda jangan bercanda om, bahkan saya tidak mengenali anda" Bantah Gio
"Tetapi kau mengenal putriku dan kau harus bertanggung jawab atas putriku"
"Tanggung jawab ? saya bahkan tidak melakukan apapun. Jangan sembarangan om"
"Bi Sum" Bukanya menjawab, pria paruh baya itu malah memanggil asisten rumah tangganya.
"Iya tuan"
"Antarkan makan malam untuknya sekarang"pl perintahnya pada asisten rumah tangganya.
"Baik tuan"
"Om sepertinya ini ada kesalahpahaman dan ini harus di selesaikan om. Nggak seperti ini" kekeh Gio masih tidak terima dengan keputusan yang di ambil sepihak.
"Sudah jangan protes, habiskan makananmu lalu bersihkan dirimu dan istirahat, itu nanti ada baju ganti untukmu boy"
"Om dengarkan penjelasan saya dulu om"
"Haiishh" kesal Gio dengan masih menahan pening yang kembali muncul.
Brak
Suara pintu di tutup dengan kencang membuat Gio terlonjak kaget, pria itu memijit pelipisnya bingung dengan situasi yang sedang terjadi. Ia terus mengamati pakaian ganti dan makanan yang ada di hadapanya. Ia pun memutuskan untuk makan terlebih dulu karena cacing di perutnya sudah berdemo.
***
"Ni bocah di mana sih, dari tadi di telponin juga kagak di angkat. Ilang apa gimana sih" gerutu samuel kesal yang sudah beberapa kali menelpon sahabatnya tetapi tak kunjung di angkat padahal nomernya aktif dan berdering.
"Tuan, permisi"
"Iya bi kenapa?"
__ADS_1
"Ini sepertinya Handphone den Gio ketinggalan dan dari tadi bunyi terus"
"Astaga, ya kagak bakal di angkat orang Handphone nya di sini" Ucap Samuel dengan menepuk keningnya sendiri.
"Ya udah bi makasih ya"
"sama - sama tuan, saya permisi"
"Iya"
.
.
.
"Gimana gue bisa kabur ya kalau begini" Ucap Gio dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Saat ini ia sedang berada di balkon kamar asing itu dan terlihat banyak sekali pengawal yang berjaga terutama tepat di bawah kamarnya.
"orang tua itu bener - bener, kasih ke kesempatan buat ngomong kek ini mah kagak. Ngeselin emang, huffft"
"Percuma juga kalau gue di sini mending tidur dan gue pikirin besok deh caranya buat kabur"
Gio terbangun saat seseorang mengetuk pintunya, ia pun mencuci wajahnya terlebih dulu, sebelum seseorang itu di persilakan masuk olehnya. Dan masuklah pria paruh baya yang kemarin mendatangi kamarnya.
"Lah kemarin aja nyelonong masuk aja, ini pakai ketok pintu si galak dah"
"Yang sopan bicara dengan orang tua"
"Om ini yang keterlaluan, nyulik anak orang malah ganteng gini lagi"
"Makan dan bersihkan dirimu, bibi akan mengantarkan sarapan untukmu"
"Om tunggu, ini sepertinya ada kesalahan om" kekeh Gio.
"Tidak ada kesalahan, ini semua sudah kebenaran" Tegas pria paruh baya itu.
"Haiiissh"
...*****...
__ADS_1
"Ini ada setelan baju dan jas untuk kamu menikah, ini senada dengan yang di pakai oleh putriku"
"Aku tidak bisa om, aku tidak mencintainya bahkan mengenalinya juga tidak om"
"Kalian kemari!!" Ucap Pria paruh baya itu terhadap anak buahnya yang berjaga di depan pintu.
"Panggil semua anak buah kita dan suruh mereka kesini, sekarang juga!!" titah Arga
"Siap boss"
***
"Ada perlu apa bos? "
"Kalian ikat dia"
"What kenapa aku harus di ikat om? apa aku akan menikah dengan di ikat begitu? "
"Kalau kau tidak mau menikah dengan putriku, maka aku akan meminta anak buahku untuk memotong milikmu itu sekarang!"Ancam Arga yang sudah tidak tau lagi cara untuk membuat anak muda di hadapanya menurut.
"Haiisssh ribet banget sih" gerutu Gio dengan ngeri memandang ke arah pria paruh baya yang berdiri di hadapanya.
"Om apa nggak ada tawaran lain ?" lanjut Gio.
"Iya atau tidak!? " Tegas Arga.
"Haduh apa yang harus aku lakukan, lebih baik aku menikahinya dulu baru nanti ku pikirkan dari pada miliku yang di potong lagi bisa habis,, belum juga di pakai kan nggak lucu" batin gio terhenyak.
"Oke om oke aku bersedia" Ucapnya dengan mantap.
"Nah dari tadi dong, kan nggak perlu ada drama seperti ini" Ujar pria paruh baya itu dan Gio hanya memutar bola matanya.
"Cepat ganti pakaian mu, karena sebentar lagi kau akan melaksanakan akad" imbuh pria paruh baya itu lagi.
"Hmm"
Akad pun selesai di laksanakan, hanya dengan satu tarikan nafas Gio mampu menyelesaikanya. Gio langsung di bawa masuk ke kamar pengantin putri, seketika pupil matanya membulat karena benar dugaanya perempuan yang ia nikahi bukan bagian dari para mantan nya atau pun seseorang yang ia kenali. Begitu juga perempuan yang saat ini berdiri tegak menghadap Gio ia juga melebarkan pupil matanya tak kala pria yang menikah dengan nya bukan pria yang ia maksud. Lalu ia pun berlari keluar kamar untuk menemui ayahnya, meninggalkan pria yang sudah menjadi suaminya itu dengan terkejut.
...****************...
__ADS_1