Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Raka Pergi


__ADS_3

...HAPPY READING β™₯...


πŸ€πŸ€πŸ€


"Memangnya ada apa ? Bukan nya ayah lo ke Turki ya? "


"ya itu memang benar"


Hening


"Apa kamu dateng ke pernikahan ayahku? " Tanya Raka tiba - tiba.


"nggak, aku dan Samuel kala itu ada peninjauan Proyek di pekanbaru. Memang ada apa ? Kenapa kamu kelihatan gelisah begitu? "


"Apa kamu tau ayahku nikah dengan siapa? "


"Aku nggak tau, cuma kata daddy masih muda mungkin hanya beda beberapa tahun dari kita"


"Dia perempuan yang gue maksud? "


"Maksudnya? Perempuan? Memang kau pernah pacaran? "


"Bukan gitu, tap-........" Ucapan Raka terhenti kala Samuel masuk dan memotong ucapan nya.


"Wah Raka, kok lo di sini? Kapan sampainya? Parah lo pulang nggak ngasih kabar, lo juga gi"


"Apaan sih, orang Raka aja baru sampai. gue aja baru tau juga kok" Jawab Gio kesal.


"Wah parah lo ka"


"Diam lo, ganggu aja" Sahut Raka dengan wajah kesalnya.


"Kalian berdua lagi ngomongin apa sih, kayaknya serius banget"

__ADS_1


"Berisik lo, dengerin aja, jangan ikutan ngomong" sahut Gio.


"ya ya bawel lo gi"


"elo yang bawel"


"BERISIKK" Teriak Raka.


"Kalian berdua nggak pernah berubah! kalau ketemu suka nya berantem. ingat kalian tu bukan anak kecil lagi " Sungut Raka.


"Perasaan kita nggak sering berantem kalau ketemu, sok tau banget emang dia" bisik Samuel tepat di telingan Gio.


"Hmm"


"Gue mau mandi dulu terus tidur, pusing gue lo dateng sam" ucapnya


"Lah nggak jadi cerita? "


"Mood gue udah hilang sejak kedatangan lo"


"Ya sudah lo yang sabar, gue juga mau tidur. capek tiap hari lihat lo mulu" Ucap Gio langsung masuk ke dalam kamar.


***


"Bi Raka nya kemana? "


"Kurang tau non, tadi sih keluar sampai sekarang belum kembali"


"Kemana ya bi, ini sudah malam"


"Non nggak perlu khawatir, mungkin den Raka main ke tempatnya den Gio atau den Samuel"


"Mereka teman nya bi? "

__ADS_1


"Lebih non, mereka itu sahabat dari kecil non"


"Non lebih baik makan malam dulu, lalu istirahat. den Raka pasti baik - baik aja non" lanjut bi imah lagi.


"Gapapa bi, aku nunggu Raka pulang dulu aja bi"


"Den Raka mungkin pulangnya malam atau mungkin besok pagi non"


"Sampai begitu bi ?"


"Sudah biasa non, tapi den Raka nggak melakukan hal yang aneh kok. jadi tidak perlu khawatir"


"Ayo non bibi temani makan"


"hmm iya bi"


Imelda dan bi Imah berjalan menuju meja makan dengan bi imah yang berada di belakang imelda. Imelda tetap makan meskipun sebenarnya ia tak nafsu makan, lalu setelahnya ia kembali masuk ke dalam kamar dan mengunci diri di sana. ia memejamkan mata dan bersandar di pintu, Kata - kata Raka tadi sore terus terngiang di pikiran nya.


Kau lebih pantas jadi kakak ku atau mungkin kekasihku, bukan mama ku.


Kau lebih pantas jadi kakak ku atau mungkin kekasihku, bukan mama ku.


Kau lebih pantas jadi kakak ku atau mungkin kekasihku, bukan mama ku.


Huhft


Huft


Imelda menarik nafasnya panjang dan menghembuskanya secara perlahan. mengulanginya terus sampai ia merasa sedikit tenang.


"Mungkin yang di katanya sedikit benar, tapi di negara ini kan perbedaan umur yang signifikat sudah biasa"


"Bahkan aku belum sempat mengobrol banyak hal dengan nya" gumam nya lagi.

__ADS_1


"Sudahlah lebih baik aku tidur, siapa tau besok ia sudah kembali. dan aku akan mengakrabkan diri dengan nyaa. bagaimana pun juga dia anak tiriku, ini terasa lucu juga ya" Ucapnya dengan tersenyum getir.


...****************...


__ADS_2