Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Kecewa


__ADS_3

...HAPPY READING ♥...


🍀🍀🍀


Wanita itu mengerjapkan matanya saat merasakan silau dari matahari yang masuk melalui jendela kamarnya. ia merasakan ada seseorang yang memeluknya lalu ia tersenyum dengan mata berbinar, ia belum menyadari atas kejadian yang menimpanya semalam. ia hanya berpikir yang saat ini memeluknya adalah Emir, Suaminya. hingga ia berbalik senyumnya pun sirna berganti rasa benci dan kecewa. ia ingat semalam Raka memaksanya, seketika air matanya luruh mengingat ia tak bisa menjaga dirinya. Apa yang akan ia katakan pada Emir nantinya. dia menyingkirkan tangan yang melingkar di perutnya secara kasar bahkan ia juga menyentak kaki yang membelit kakinya, membuat sang empunya terkejut dan tersadar.


"Ada apa?" Tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Ada apa dengkulmu itu, Awas!!" Imelda marah, ia berjanji tak akan pernah bersikap lembut lagi pada Raka, dia benci pria yang berada di sampingnya ini.


"Kamu cantik bahkan saat bangun tidur"


"Awwwwssh" ringis Imelda saat merasakan pangkal pahanya perih dan ngilu.


"Mau ku bantu ke kamar mandi" Tawar Raka. Namun yang di tanya hanya diam saja. melihat Imelda yang kesulitan berjalan ia pun menggendong wanita itu, tak peduli jika wanita itu memukuli dirinya terus menerus.


"Turunkan aku, aku bisa sendiri aku tidak butuh bantuanmu!!"


"Tapi nyatanya kamu membutuhkan bantuanku sayang"


"Aku bilang turunkan!!"


"Tidak akan"


Raka menurunkan Imelda di dekat bathup dan menyiapkan air hangat untuk wanita itu. Imelda merasa malu ketika melihat dirinya dan Raka telanjang bulat bahkan tanpa sengaja matanya melihat benda yang menggantung milik pria itu, seketika ia memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Sudah selesai"


"Mau ku bantu mandi sekalian" goda Raka pada wanita itu. Imelda pun mendorong Raka untuk keluar hingga sampai ke depan pintu ia langsung menutup pintunya dengan kencang. Raka hanya tersenyum lalu dengan cepat memakai pakaianya. ia mengambil paper bag yang berisi pakaian untuk wanita itu. ia sengaja menyiapkanya karena pasti akan ada drama dalam peperangan dan benar dugaanya.


Sudah 30 menit tetapi wanita itu tak menunjukan batang hidungnya, ia pun berinisiatif mengetuk pintu kamar mandi karena kamar mandinya di kunci dari dalam. Sedangkan yang di cemaskan bingung karena ia tak membawa pakaian jika pun memakai pakaian yang semalam, ia ingat ada beberapa bagian yang robek. jika hanya memakai bathrobe saja ia malu sampai terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan lamunanya.


"Kenapa kamu lama sekali?"


"Apa kamu kesulitan ? Katakan saja atau aku dobrak pintunya"


"Jangan" Cegah Imelda. ia pun berjalan membuka pintu. membukanya sedikit dan menyembulkan kepalanya saja. Raka bingung kenapa Imelda hanya menyembulkan kepalanya dan bukan keluar saja.


"Aku tidak ada pakaian, kau kan merobeknya semalam." Cibir wanita itu kesal.


"Aku sudah menyiapkanya untukmu."


"Sebentar"


"Ini, Pakailah semoga kamu suka dengan pilihanku ya"


"Hmm"


Brakkkk


Pintu langsung di tutup kencang oleh Imelda, membuat Raka terlonjak. ia pun membaringkan dirinya di ranjang lalu menatap langit - langit kamar hotel itu dan tersenyum.

__ADS_1


"Dasar bar - bar untung cinta"


.


.


.


"Kamu mau apa?" Heran Gio melihat istrinya sudah rapi, padahal ini masih jam 6 pagi dan bukan kah istrinya bilang hari ini tak ada jadwal kuliah dan Butiknya pun buka pukul 10 pagi. lalu istrinya ini mau kemana? pikir Gio.


"Ikut denganmu" singkat Adelia dengan senyum mengembang.


"Ikut denganku? Maksudnya ikut ke Bogor"


"Iya"


"Aiisshhhh, tidak usahlah aku di sana kerja, tidak punya waktu hanya untuk menemanimu"


"Kamu udah janji kemarin" protes Adelia.


"Lain kali saja aku akan mengajakmu jalan - jalan" bujuk Gio. ia lupa membujuk istrinya semalam agar tidak ikut ke Bogor hari ini. karena sepulang kerja ia langsung ke rumah Samuel tetapi tak mendapati keberadaan Samuel di sana. Dia tak langsung pulang karena asyik mengobrol dengan Pak Marno Satpam di rumah Samuel sejak mereka masih kecil. Jadi Gio sudah sangat akrab dengan Pak Marno. Hingga lupa waktu dan baru sampai ke rumah pukul 10 malam, ia langsung tertidur karena lelah dan melihat istrinya juga sudah tertidur.


-


-

__ADS_1


-


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2