
πππ
...HAPPY READING β₯...
Tibalah kini hari kelulusan dan imelda dinyatakan lulus dengan nilai terbaik, ia langsung merayakan kelulusan dengan teman-teman nya namun bukan seperti konvoi di jalan yang akan mengganggu pengendara lain nya, ia dan teman-teman nya memilih untuk mencoret pakaian mereka dan makan bersama di Caffe favorite mereka. hari sudah sore dan ia pun pamit pulang lebih dulu karena perasaanya sedari tadi sudah tak enak, meskipun teman-temanya kecewa tapi ia juga tak bisa melarang imelda. Namun saat sudah sampai rumah ia di kejutkan oleh banyaknya orang di rumahnya dan ada bendera kuning di depan rumahnya. ia menerka siapa yang meninggal, pikiran buruk seketika menghantam dada dan relung hatinya dengan perasaan takut ia mencoba memberanikan diri berjalan masuk dan di sambut oleh bu Sania tetangga imelda yang paling dekat denganya dan ibunya. Dan benar dugaanya bahwa ibunya lah yang meninggal beliau jatuh saat sedang bekerja, ia langsung berlari ke jenazah ibunya dan menangis di sana. Perasaan gelisah yang ia rasakan sejak tadi ternyata adalah ini kepergian ibunya yang tidak di sangka akan secepat ini. mengapa tuhan begitu tega satu tahun yang lalu mengambil ayahnya dan sekarang ibunya. kini ia hanya sendirian sebatang kara tanpa ada saudara lain nya. ia menangis sesegukan di samping jenazah ibunya sambil terus memanggil nama sang ibu berharap ibunya akan bangun, tapi ternyata tak jua bangun hingga ia jatuh tak sadarkan diri di atas tubuh ibunya.
*
*
Malam berlalu..
Imel terbangun ia merasakan pusing, semalam ia bermimpi jika ibunya meninggal. ia takut jika itu menjadi kenyataan ia belum siap kehilangan ibunya.
__ADS_1
Setelah mencuci wajahnya Imelda keluar kamar untuk memastikan ibunya baik-baik saja dan mimpi semalam tidaklah benar. Namun baru dua langkah ia berjalan sayup sayup terdengar suara warga berada dekat rumahnya ia pun mengurungkan niatnya ke kamar ibunya dan berjalan mengecek keluar rumah, banyak sekali warga yang berdatangan juga bendera kuning yang berada tepat di depan rumahnya, apa artinya semalam ia tidak bermimpi lalu ia menoleh kesamping ke ruang tamu saat ada seseorang yang memanggil namanya, ia terkejut ternyata ada jenazah ibunya dan para ibu - ibu yang menjadi tetangganya, Air mata seketika jatuh berhamburan membuat pandanganya juga buram dengan perlahan ia menghampiri jenazah ibunya ia tak percaya bahwa ini semua bukan mimpi, ia menangis sesegukan di dekat ibunya.
"Ibu kenapa harus ninggalin aku secepat ini"
"Aku nggak bisa tanpa ibu, hiks hiks"
"Bangun bu aku mohon jangan seperti ini, ibu ingin melihat aku kuliah dan menjadi sarjana bukan jadi bangunlah aku mohon" lirih imelda terdengar pilu. membuat semua warga merasa iba dengan gadis itu, baru juga ia merayakan kelulusanya namun ia juga harus mendapat kabar dengan meninggalnya sang ibunda.
.
.
.
__ADS_1
"Akkhhhhhh"teriak imelda ia langsung menutup kepalanya dengan kedua tanganya.
Cittttt..
terdengar suara dentuman ban mobil dengan kasar. namun ia bergeming karena masih takut jika ia sudah tertabrak.
"Maaf nona kamu tidak apa? "
"Handphone saya tadi terjatuh dan hendak mengambilnya maaf saya tidak melihat ke depan" lanjut pria itu lagi.
πππ
Maaf ya aku up nya satu bab satu bab soalnya aku nggak suka nimbun,jadinya beruntun gimana gitu wkwkkkk
__ADS_1
Thanks for reading β₯