
...HAPPY READING♥...
🍀🍀🍀
"Saat nya menjalankan rencana" Senyum smrik menghiasi wajah tampan Raka.
Raka mengunci pintu ruanganya lalu bergegas masuk ke ruang pribadinya dan membersihkan diri. setelah 15 menit berlalu dia sudah keluar dengan wajah yang segar dan tampilan yang berbeda. kemeja warna maroon menjadi pilihanya saat ini dengan lengan yang ia tekuk hingga batas siku di padukan dengan Celana Hitam panjang dan sepatu fantofel menambah kadar ketampananya.
Berjalan dengam tegas keluar dari perusahaanya, senyum terus mengembang di wajah tampanya. tak lupa ia juga menghubungi seseorang memastikan semua sesuai rencananya.
***
Di ruang tamu terlihat perempuan duduk dengan gelisah, ia memegangi ponselnya melirik nya berkali - kali namun tak ada pesen masuk atau pun telepon yang masuk. padahal ini sudah 30 menit dirinya menunggu, mboh inah yang lewat merasa heran akhirnya ia pun bertanya.
"Non nungguin siapa?"
"Eh bi, itu aku menunggu Raka katanya mau jemput buat nonton pameran seni. Tapi udah 30 menit belum dateng Bi dan nggak kirim pesan. Apa nggak jadi ya bi?" Tanyanya polos.
"Mungkin saja aden terjebak macet non, biasa kalau sore begini kan"
"Hmm iya juga ya bi" Terdengar suara deru mobil seseorang, suara itu tak asing karena sering kali hinggap di telinganya sampai ia hafal.
"Nah itu sepertinya aden non"
"Iya bi, aku keluar dulu ya bi"
"Iya non, Hati-Hati ya"
"Baik bi"
*****
"Maaf aku lama" Sesal Raka. dirinya harus menyelesaikan beberapa berkas hingga tanpa sadar waktu menunjukan hampir pukul 5 sore dan ia juga harus terjebak macet. ia pun menjelaskan pada Imelda meskipun gadis itu tak bertanya. dan gadis itu tak mempermasalahkan nya
"Tak apa, aku paham" tersenyum manis, senyuman yang berhasil membuat Raka berdebar.
"Ya sudah Ayo" Raka membuka kan pintu untuk gadis itu. lalu mengitari mobilnya dan masuk di belakang kemudi.
"Ini untukmu, Kamu suka Tiramisu latte kan"
"Minumlah, kamu pasti haus menungguku sejak tadi"
"Thanks, gimana kamu tahu aku suka Tiramisuu late?"
Tiramisu late ini menjadi alternatif bagi orang-orang yang ingin menikmati kafein namun dengan sensasi manis dan espresso yang tidak terasa terlalu kuat.
"Apa yang aku tidak tau tentangmu"
.
.
.
Kejadian saat di ruangan Gio
Hiks hiks hiks
"Mati gue" Gio menelan salivanya susah payah meskipun begitu ia tetap bersikap biasa saja.
__ADS_1
"Siapa itu?"
"Bukan apa - apa, di sini memang kadang ada suara kayak gitu" Jawab Gio tenang agar sahabatnya ini tidak curiga. padahal ia sangat panik saat ini.
"Udah sana loe pergi, nanti gue kabarin kalau perlu bantuan"
"Sebentar gue penasaran, suaranya kayak dari dalam kamar loe" Radit berdiri, berjalan menuju ruang istirahat Gio. seketika Gio melotot dan berdiri untuk mencegah Radit sebelum ia tahu bahwa ia sedang menyembunyikan perempuan di sana.
"Eeetss udah gue bilang nggak ada juga, udah loe balik aja sana"
"Kenapa sih loe? Gue jadi Curiga" Ucap Radit dengan memicingkan kedua matanya.
"Nggak ada apa - apa gue bilang juga"
"Ya udah kalau gitu biarin gue masuk"
"Gue mau istirahat, dah sana balik"
"Loe pasti nyembunyiin cewek kan di situ"
"Sok tahu loe, dah sana balik" Kesal Gio langsung mendorong Radit dan menutup pintu dengan kencang lalu mengunci nya.
***
Setelah kepergian Radit, Gio meminum dulu segelas air putih. lalu masuk ke dalam kamar pribadi di ruangan nya. melihat istrinya sedang meringkuk di balik selimut. ia merasa bersalah karena tadi sudah marah dengan nya, ia hanya ingin menjaga jarak agar ia tak jatuh cinta dan secepatnya mengakhiri pernikahan ini. menurutnya Adelia adalah perempuan yang lembut dan santun sadar bahwa istrinya tak bisa di bentak. ia pun membuka selimut itu, mengusap pelan lengan gadis itu.
"Maaf"
"Maaf aku tidak bermaksud memarahimu"
"Aku bukan tak suka kau datang ke kantorku, aku hanya tidak ingin orang - orang tahu tentang pernikahan kita dulu."
"Apa kamu sudah makan ?"
"Kamu semalam kemana?"
"Aku menginap di rumah sahabatku, sudah lama aku tak menginap di rumahnya"
"Tak memberiku kabar"
"Maaf"
"Sudah jangan merajuk begitu, kau pulanglah dulu aku masih ada banyak kerjaan"
"Nggak mau"
"Lalu kau mau apa?"
"Aku ingin ikut ke Bogor besok"
"Di sana aku bekerja bukan liburan adelia"
"Aku nggak mau tahu"
"Lebih baik aku turutin dulu saja dari pada panjang urusanya" gumam Gio dalama Hati.
"Baiklah kau boleh ikut, tapi ku mohon pulanglah dulu ya. Nanti aku akan pulang ke rumah"
"Janji"
__ADS_1
"Iya, Tapi aku tak bisa mengantarmu karena masih banyak laporan yang harus ku kerjakan"
"Hmm tak apa, lagian aku membawa mobil sendiri"
"Ayo ku antar tapi hanya sampai pintu ruanganku saja ya, aku tak ingin banyak yang tahu atau pun bertanya nanti"
"Aku pulang dulu"
"Hmm Hati-Hatiah"
***
"Kamu kenapa?"
"Aku ngantuk sekali, apa masih jauh?"
"Lumayan kau tidur saja dulu, nanti akan ku bangunkan begitu sampai"
"Iya"
Terdengar nafas yang teratur menandakan gadis itu sudah terlelap, Raka segera melajukan mobilnya dengan sedikit kencang agar cepat sampai ke Hotel. tadi dengan sengaja ia mengendarai mobil dengan pelan dengan dalih dirinya merasa lelah bekerja seharian.
Setelah 15 menit dirinya sudah sampai dan di sana sudah di tunggu oleh seseorang, Raka langsung membopong gadis itu dan menyuruh seseorang itu untuk membawa beberapa barang untuknya juga membantu membuka kan pintu.
Gadis itu ia baringkan di atas ranjang, Raka mengelus wajah gadis itu menyusuri setiap jengkalnya wajahnya, dari hidungnya yang kecil mancung, bulu mata yang lentik alis mata yang tak terlalu tebal dan bibir yang tipis semua itu nampak indah sangat indah dalam pandanganya. tak berselang lama gadis itu mengerjapkan matanya dan terkejut dengan tindakan Raka, ia pun mengedarkan pandanganya dan membuatnya semakin terkejut karena ia berada di sebuah kamar dan itu adalah kamar asing baginya.
"Aku dimana?"
"Kamu di kamar Hotel, aku ingin membangunkanmu tapi aku tak tega jadi aku membawamu kesini"
"Lalu pameran nya?"
"Lain kali saja kita datang, lebih baik kau beristirahat. kau terlihat masih mengantuk"
"Aku ingin pulang saja, rasanya aneh di sini hanya berdua dengan mu"
"Memangnya kenapa ? Aku bahkan tak berbuat macam-macam"
"Maaf maksudku bukan begitu, hanya saja..... "
"Sudah aku ingin tidur, aku sangat lelah"
"Kau juga tidur di sini?"
"Kalau begitu kau istirahat saja, aku akan pulang dengan naik taksi"
"Mana bisa begitu, kau berangkat denganku pulang juga harus denganku. Lagian aku tak ingin terjadi apapun denganmu"
"Tapi..... "
"Tidurlah"
"Aku di lantai saja"
"Jangan keras kepala"
"Tetapi kita adalah dua orang dewasa yang tidak terikat apapun, tidak seharusnya tidur bersama Raka"
"Kalau begitu buatlah agar kita terikat"
__ADS_1
"Maksudnya"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...