
...HAPPY READING...
πππ
Flasback satu minggu yang lalu dan raka masih di ruang ICU
Hari ini adalah hari pernikahan Emir dan imelda. imelda sudah terlihat cantik dengan balutan gaun pengantin berbentuk Ball Gown dengan rok yang terlihat mekar hingga menjuntai ke bawah juga taburan payet yang mewah di bagian dadanya. gaun itu terlihat sangat cocok dan pas membalut tubuh ramping dan tingginya semakin memberi kesan anggun dan mewah. begitupun Emir yang sudah terlihat tampan, dengan Jas velvet menjadi pilihanya dalam pernikahan kedua nya ini, memberikan kesan elegan dan mewah pada pria berusia 36 tahun tepat bulan lalu itu, bahkan pria itu nampak mencukur habis rambut disekitar dagunya yang sekarang terlihat bersih tanpa sisa, yang tidak memperlihatkan usianya yang sebenarnya sudah hampir kepala empat.
Acara pernikahan hanya di hadiri oleh keluarga dan sahabat imelda begitupun Emir, ini karena permintaan Imelda yang belum siap mempublikasikan pernikahanya itu. Pernikahan yang hanya di laksanakan di taman belakang rumah mewah Emir. tak menghalangi dari kemewahan yang di inginkan keduanya.
***
Acara ijab kabul pun selesai, hanya dengan satu tarikan nafas emir berhasil menyelesaikan ijabnya. ia tersenyum ke arah imelda lalu mencium kening perempuan yang baru beberapa menit menjadi istrinya itu, begitu pun imelda yang langsung mencium punggung tangan Emir lalu tersenyum ke arahnya.
Setelah pengambilan gambar keduanya juga saat membawa buku nikah kini mereka sedang berbaur dengan para tamu, Emir yang menemui saudara - saudaranya dan imelda yang bertemu sahabat nya.
"ay selamat ya aku nggak nyangka kamu bakal nikah secepat ini" Ucap gadis berambut gelombang dengan bando yang semakin menambah kesan manis pada wajah imutnya.
"hihi aku pun sama juga nggak nyangka ca, eh ca rambut lo kok gini lo catok ya"
"Iya bagus kan"
"Oke kok. Buruan ih kamu sama dito nyusul biar nanti kita bisa bertukar ilmu"
__ADS_1
"Ilmu apa maksudmu? " haha"
"iih kamu ini"
Sedangkan di sisi lain emir harus menelan rasa kecewanya karena ketidakhadiran ayahnya, satu-satunya orang tua yang masih ia punya. Ayahnya mengalami kecelakaan satu bulan yang lalu dan sudaranya tak ada satu pun yang memberi tahunya karena takut akan mengganggu persiapan pernikahan Emir, untuk itu semua saudaranya sepakat untuk merahasiakan kondisi ayah Emir pada Emir sampai setelah pernikahan keduanya terlaksana. bahkan bukan hanya ayahnya ia juga harus menelan rasa kecewanya lagi saat anak semata wayangnya juga tak hadir karena mengalami kecelakaan saat akan menuju bandara untuk pulang ke indonesia. ia menghela nafas berat, kenapa kedua orang yang sangat ia harapkan untuk hadir justru tidak hadir dan malah mengalami musibah.
***
Emir pun berjalan mendekat ke arah imelda yang sedang asik bercengkerama dengan para sahabatnya, ia pun merengkuh pinggang ramping itu membuat sang empunya menoleh dan tersenyum.
"ada apa ? sudah mengobrolnya? "
"Sudah, makan dulu sayang jangan keasikan mengobrol hingga lupa waktu hmm"
"ah iya, kamu mau makan apa ? biar aku ambilkan"
"Baiklah kamu mau menunggu dimana?"
"Di sana, aku akan menunggu di sana saja ya"
"Baiklah suamiku" Ucapnya dengan terkekeh.
"gaess aku duluan ya, aku mau mengambilkan makanan buat suamiku dulu"
__ADS_1
"Cie cie" ledek Ica
"ah aku jadi ingin menikah juga" sahut Amara.
"Ya sudah sana menikah" Seloroh Ica
"Haissh kamu kan tau aku belum punya calon, nyebelin" jawab Amara dengan mencebikan bibirnya. yang mengundang tawa kedua sahabatnya.
"hahaha, makanya jangan ngeselin jadi orang, kemarin kevin nyatain cinta lo malah nolak" Ujar Ica
"Iih ica bisa nggak sih nggak bahas si kevin, ngeselin tau"
"Ya sudah sih mel katanya lo mau ambil makanan buat suami lo"
"Oh iya gegarra kalian kan gue lupa hihi"
"idiihh malah nyalahin lagi"
.
.
.
__ADS_1
...thanks buat yang masih setia baca wk, di favorite dulu , karena seperti yang aku bilang aku bakal selow updata dan semoga kalian tetep mau baca novel recehanku ini ya π thanks youβ₯...
Β