
πππ
Kota Antalya..
"Emir apa kau sudah menghubungi istrimu ?" tanya salah satu sepupu Emir yang kalau itu datang ke acara pernikahan Emir.
"Astagfirullah aku lupa mengabarinya, Handphone ku belum aku aktifkan sejak kemarin"
"Kau ini, cepat hubungi dia pasti saat ini dia sangat mencemaskanmu"
"Hmm iya terimakasih kau sudah mengingatkan ku"
Tut tut
Emir sudah menelpon Imelda hingga empat kali namun belum ada jawaban hingga panggilan ke lima barulah terdengar suara wanita yang saat ini sudah berstatus sebagai istrinya, dari suara istrinya menandakan bahwa istrinya tadi sedang tidur. ia baru menyadari Jam menunjukan pukul dua belas siang waktu turki itu artinya di indonesia pukul empat pagi, saking paniknya ia sampai tak ingat akan hal itu. tetapi telepon sudah terlanjur tersambung tak mungkin untuk ia matikan.
"Hmm. Hallo siapa? "
"Ini aku sayang"
"Mas Emir? "
"Iya suami mu"
"Tega sekali kamu mas, aku di sini mengkhawatirkan mu tetapi kamu malah tidak memberiku kabar, nomermu pun juga tak aktif"
"Maaf aku terlalu panik sayang, jadi Handphone nya belum sempat aku aktifkan"
__ADS_1
"Lalu gimana kondisi ayah mas?"
"Ayah masih di ruang ICU, kondisi nya sangat parah sayang bahkan kaki ayah di pasang gips lehernya pun juga"
"astagfirullah mas, separah itu?"
"Iya sayang, jadi maaf mungkin aku belum bisa pulang dalam waktu dekat ini aku ingin menunggu ayah hingga membaik dan siuman dulu sayang"
"Mas aku susul kesana ya"
"Jangan, kau di rumah saja sayang, putraku Raka akan kembali ke indonesia mungkin beberapa hari lagi, kemarin dia sudah menelepon ku kondisinya sudah membaik"
"Apa raka tau jika kakeknya mengalami kecelakaan mas ?"
"Dia tidak tau, biarkan saja sayang aku tak ingin membuatnya khawatir"
"Mas bukan aku tidak mau, tapi aku ingin menjenguk dan menjaga ayah juga mas. Boleh ya please!"
"No sayang aku tidak ingin membuatmu cemas, aku juga tidak ingin mengabaikan mu saat di sini nantinya"
"Aku mohon mengertilah" lanjut emir lagi.
"Memangnya aku kurang mengerti apa mas, aku hanya ingin juga berada di sisi ayahmu bersamamu" batin Imelda dengan lelehan bening yang mulai berjatuhan di pipi cantiknya.
"Ya sudah mas kalau begitu, aku mau tidur lagi aku tutup teleponya ya"
"Kamu marah ya? "
__ADS_1
"Sayang"
Tut tut
Emir menghela nafas berat, istrinya ini tergolong masih labil meskipun ia memiliki beberapa sikap kedewasaan. usianya yang masih sangat muda menjadi alasan paling utama istrinya marah saat ini. Namun bukan waktu yang tepat jika Emir terbang kembali ke indonesia hanya untuk membujuk istrinya. sedangkan ayahnya di sini masih kritis. biarlah istrinya ngambek ia akan berusaha lagi memberi pengertian untuknya nanti.
"Kenapa istrimu, marah!? "
"Iya, dia minta ikut kesini tapi aku melarangnya"
"Kenapa kau larang! seharusnya, biarkan kemarin ia ikut atau menyusul juga tak masalah"
"Aku tidak ingin dia kelelahan"
"Kamu berlebihan emir"
"Mungkin menurutmu begitu tapi nggak buat aku"
"Indonesia turki itu tidak dekat, ia tidak pernah pergi jauh atau perjalanan jauh. aku hanya tidak ingin dia kelelahan saja"
"Ya terserah kau sajalah"
"Aku pergi dulu, nanti tolong sampaikan pada bibi aku akan datang menjemput saat sore hari"
"Baiklah"
Asker hanya menghela nafasnya panjang berbicara dengan sepupunya itu sungguh membuang waktu karena ia tak akan mendengarkan nya, padahal tujuan nya jelas untuk kebaikan keduanya.
__ADS_1