Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Kejutan untuk Gio


__ADS_3

HAPPY READING β™₯


πŸ€πŸ€πŸ€


"Malam ini gua nginep di rumah lo"


"Terserah lo, itu kan kebiasaan lo. Udah punya rumah sendiri apartemen sendiri masih aja gangguin gue"


"ehh lo harusnya bersyukur, lo cuma sendirian nyokap bokap lo ke luar negeri sebagai sahabat yang baik dan pengertian gua temenin lah biar lo kagak kesepian"


"alahh lagak lo, bilang aja lo yang kesepian"


"ciih kalau gue kesepian gua nggak mungkin ambil apartemen sendiri sedang gue bisa aja balik ke rumah"


"Nah karena nyokap lo kan bawel makanya buat nyelamatin kuping lo, lo ambil apartemen sendiri"


"S*al*n lo"


"hahahahhahah" Samuel tertawa melihat wajah kesal Gio. Gio pun hanya memutar bola matanya jengah. Ia memutuskan untuk keluar sebentar dari pada ribut dengan sahabat somplaknya itu"


"woiii mau kemana ? hahaha "


"Bukan urusan lo"


"lah kagak jadi nginep ?"


Gio pun pergi keluar entah kemana, barang sejenak menghirup udara segar dan berencana pulang malam hari dari pada harus debat mulu dengan sahabat somplaknya yang satu itu.


Dalam perjalanan yang entah kemana Gio mengeryitkan keningnya saat dia sadar bahwa dua mobil di belakangnya sedari tadi mengikutinya.

__ADS_1


"shiitt" umpat gio dengan menambah kecepatan mobilnya


"Siapa mereka? perasaan gue nggak punya musuh deh. Jangan bilang kalau itu orang suruhan Clara. Dasar cewek gila mau apalagi sih"


"Gila, jalan buntu. Nggak ada cara lain ini mah gua harus ngehadapin mereka"


"Mending gue hubungin samuel dulu deh buat bantu gue"


"Nah mana Handphone gue ya, oh astaga gue tinggal di meja pas di rumah samuel tadi lagi" Ujar Gio setelah mencari Handphone nya ke seluruh bagian dalam mobil tapi tidak ketemu dan tak lama terdengar suara kaca mobil yang di ketuk dengan keras.


Dug dug dug


Tiga pria dengan badan sangar mengetuk kaca mobil gio dengan kasar. Gio menelan saliva nya melihat wajah sangar mereka, meskipun ia bisa bela diri tetapi sudah lama ia tak melatih dirinya, pastinya akan sangat kaku untuk menghadapi mereka nanti.


Dug dug


Lagi lagi mereka mengetuk kaca mobil gio dan ini lebih kasar, mau tak mau gio pun keluar dengan wajah sombongnya.


"Kalau Kalian mau uang atau mobil, lawan gue dulu"


"Nggak usah banyak bicara ikut kita sekarang!!"


"No no enak saja asal mau bawa gue, gue aja kagak kenal kalian"


"Mau cara kasar atau lembut? " Tanya salah pria berbadan sangar dengan gambar tato di wajah sebelah kirinya.


"Nggak dua duanya lah"


Bugh bugh bugh

__ADS_1


Gio bersiap memasang kuda kuda, dua di antara tiga orang berwajah sangar itu sudah tumbang di tangan Gio. tinggal menyelesaikan satu orang yang kini tersenyum mengejek ke arah Gio, Gio langsung saja menendang kedua kaki yang langsung mengenai tulang pria itu lalu memukul tengkuk pria itu hingga tak sadarkan diri. Gio tersenyum bangga karena tidak seperti yang ia takutkan. saat Gio berbalik dan hendak memasuki mobilnya tiba- tiba ada yang memukul kepala nya dari belakang.


Bugh


Awwwshh


Gio langsung terjatuh tak sadarkan diri dan pria paruh baya yang memukulnya tadi meminta para anak buahnya untuk membawa gio masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan mobil gio di sana.


"Cepat bawa dia, tinggalkan saja mobilnya disini. Kalian ini tidak becus"


"Maaf tuan dia menyerang titik persedian secara langsung tanpa bisa kita hindari"


"Hmm buruan, sebelum ada yang melihat dan pastikan di sini tidak ada CCTV"


"Siap tuan"


.


.


.


Gio terbangun ia mencoba mengamati sekelilingnya , kepala nya terasa berdenyut. seingat nya tadi ia bertengkar dengan beberapa orang suruhan Clara dan berhasil mengalahkan mereka. tetapi saat ia akan masuk mobil ada yang memukul kepala nya dari belakang setelah itu ia tak ingat apa pun lagi yang terjadi. Gio memegangi kepalanya yang terasa pening, sampai seseorang masuk ke dalam kamar asing yang ia tempati, sejenak ia mengernyitkan keningnya karena tak mengenali pria paruh baya yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.


"Kamu sudah bangun calon menantuku? "


"Siapa kau? "


"Aku calon mertua mu, lebih baik sekarang kau beristirahat karena besok pagi kau akan menikah "

__ADS_1


"What Nikah? Apa - apaan ini ?" pekik gio


...****************...


__ADS_2